Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Innalillahi, Pengasuh Pesantren Al-Utsmani Pekalongan KH Arifin Usman Wafat

Innalillahi, Pengasuh Pesantren Al-Utsmani Pekalongan KH Arifin Usman Wafat
Almarhum KH Arifin Utsman (Foto: Istimewa)
Almarhum KH Arifin Utsman (Foto: Istimewa)

Pekalongan, NU Online 
Innalillahi Wainna Ilaihi Raji'un, kabar duka kembali diterima warga NU di Pekalongan dan sekitarnya. Kali ini, Nahdliyin ikut berduka atas wafatnya KH Arifin Utsman pendiri dan sekaligus Pengasuh Pesantren Al-Usmani, Winong, Gejlik, Kajen, Kabupaten Pekalongan.


Kabar wafatnya Kiai Arifin yang juga pengusaha Batik Kisnala di Kelurahan Jenggot Kota Pekalongan ramai di grup WhatsApp Kanzus Sholawat sejak Rabu (6/1) sore.


Bahkan, kabar yang sama juga ramai di grup media sosial atas wafatnya Wakil Katib PCNU Kabupaten Pekalongan KH Minanul Aziz yang juga Pengasuk Pesantren Fatkhul Huda Kajen Kabupaten Pekalongan, Rabu (6/1) sore.


Wakil Rais PCNU Kota Pekalongan H Ahmad Tubagus Surur mengatakan, Kiai Arifin Utsman merupakan sosok yang peduli dunia pendidikan. Selain mengelola pesantren dan pendidikan di lingkungan pesantren yang saat ini diasuh oleh salah satu menantunya, Kiai Arifin juga pendiri Poltiteknik Batik (Polbat) Pusmanu di Kota Pekalongan.


"Banyak kiprahnya Kiai Arifin di dunia pendidikan. Beliau sangat peduli termasuk bagaimana mengembankannya hingga menjadi lebih baik," tuturnya kepada NU Online, Kamis (7/1).


Disampaikan, Politeknik Perguruan Tinggi Usaha Sosial Masyarakat bersama Nahdlatul Ulama (Pusmanu) berdiri di bawah naungan Yayasan Al-Utsmani Pekalongan.  


“Politeknik Pusmanu Pekalongan ini muncul atas dukungan Kiai Arifin Utsman sebagai seorang pengusaha dan sosok yang telah lama berkecimpung dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, melihat tingkat pengangguran yang terus meningkat,” ucapnya.  


“Terlebih setelah menyaksikan adanya kesenjangan cukup tajam antara lulusan perguruan tinggi yang bergelar sarjana dengan kompetensi dan keahlian yang tidak relevan dengan bidang kerja yang tersedia,” sambungnya.  


Sebagai pengusaha batik, lanjut dia, beliau juga merasa khawatir jika Batik Pekalongan kehilangan sejarahnya sebagai Kota Batik karena tidak ada lembaga yang memperhatikan, mengembangkan, dan membudayakan batik bagi generasi penerus secara formal dalam sebuah institusi. Beliau kemudian berobsesi mendirikan lembaga pendidikan yang mengajarkan tentang 'Pembatikan'.


Menurut rencana, jenazah KH Arifin Utsman akan dimakamkan di Komplek Pesantren Al-Utsmani di Gejlig, Kabupaten Pekalongan, Kamis (7/1) usai dzuhur dan diberangkatkan dari rumah duka di Kelurahan Jenggot, Kota Pekalongan. Lahul Fatihah.


Pewarta: Abdul Muiz
Editor: Musthofa Asrori

Posisi Bawah | Youtube NU Online