Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Halaqah Kemasjidan Upaya Sejahterakan Jamaah dan Lingkungan

Halaqah Kemasjidan Upaya Sejahterakan Jamaah dan Lingkungan
Halaqah kemasjidan diadakan LTM PBNU Rabu (27/1) untuk mengajak takmir masjid dan stakeholder mewujudkan desa sadar masjid. (Foto: dok istimewa)
Halaqah kemasjidan diadakan LTM PBNU Rabu (27/1) untuk mengajak takmir masjid dan stakeholder mewujudkan desa sadar masjid. (Foto: dok istimewa)

Jakarta, NU Online

Menyambut Harlah ke-95 Nahdlatul Ulama, Lembaga Takmir Masjid (LTM) PCNU Pemalang menggandeng LTM-PBNU menggelar Halaqah Nasional Virtual Kemasjidan dengan tema Desa Sadar Masjid. Acara ini terselenggara atas kerjasama LTM-PBNU dengan LTM-PCNU Pemalang, STIT Pemalang, Simongklang dan DMI Kabupaten Pemalang. Diadakan secara virtual, kegiatan ini berlangsung pada Rabu (27/1).

 

Wakil Sekretaris LTM PBNU Ali Sobirin mengatakan selain dalam rangkaian Harlah NU yang tahun ini bertema Menyebarkan Aswaja dan Meneguhkan Komitmen Kebangsaan, kegiatan tersebut juga bertujuan menjawab kerisauan para Kepala Desa terkait penggunaan Dana Desa untuk Masjid.

 

Membangun Gerakan Desa Sadar Masjid sebagai sebagai bentuk pertanggungjawaban moral masyarakat sekaligus pemerintah desa dalam menguatkan moralitas bangsa yang religi dan sesuai dengan tema harlah sebagai salah satu bentuk meneguhkan komitmen kebangsaan, juga menjadi tujuan lainnya.

 

Selain secara virtual, pertemuan secara langsung juga dilakukan dari STIT Pemalang, Jawa Tengah, dengan menghadirkan beberapa narasumber dan peserta dalam jumlah terbatas dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

 

"Format Halaqah 'Desa Sadar Masjid' inisiasi LTM PCNU Pemalang ini bisa diduplikasi di daerah-daerah lain, untuk menggerakkan dinas-dinas terkait agar memiliki kesadaran dan pemihakan terhadap masjid-masjid di daerahnya, dan secara bersama dapat merumuskan kerangka legal-formal bagi program-program kemasjidan," kata Ali Sobirin.

 

Ia mengungkapkan sejak awal Januari 2021 ini, LTM PBNU sudah berkeliling ke berbagai daerah dalam program Bersih-bersih Masjid (BBM) secara daring. Sebanyak 42 masjid terlibat aktif dalam program tersebut dan diperkirakan akan selesai pada Jumat (29/1) mendatang.

 

"Bersih-bersih Masjid ini untuk silaturahim dari PBNU kepada jamaahnya. LTM PBNU ingin bagaimana para takmir memakmurkan masjid dan masjid memakmurkan jamaahnya serta warga di sekitarnya," kata penulis buku Teknologi Ruh ini.

 

Menurutnya, dengan memakmurkan masjid kemudian masjid dapat memakmurkan jamaahnya, juga sebagai langkah memperkuat serta mengawal keimanan dan menjaga NKRI melalui masjid-masjid. Dan, itu dimulai dari peran masjid bagi lingkungan terdekatnya. 

 

Melalui halaqah tersebut juga menjadi upaya bagaimana ulama dan umara meningkatkan kemakmuran masjid. Upaya meningkatkan kemakmuran masjid dilakukan sejak LTM PBNU diketuai KH Abdul Manan Ghani. Mengutip Kiai Manan, Ali Sobirin mengatakan bahwa permintaan umat Islam adalah sama. Ketika ke masjid, doanya sama. Mintanya kepada Allah rata-rata sama.

 

Kebutuhan jamaah di masjid tertera dalam doa Allahumma innaa nas'aluka salaamatan fiddiin, wa'aafiatan fil jasad, wa ziyaadatan fil 'ilmi, wa barakatan firrizqi, wa taubatan qablal maut, wa rahmatan 'indal maut, wa maghfiratan ba'dal mauti.

 

Maka, dari halaqah tersebut diharapkan adanya peningkatan kemandirian masjid, masjid yang berdaya mumpuni dalam mutu layanan terhadap jamaahnya, peningkatan marbot masjid, dan pemeliharaan rutin. Diharapkan juga ada rencana tidak lanjut desa sadar masjid  terkait regulasi dan implementasinya.

 

"Saya mengajak Ketua LTM PWNU di tingkat provinsi dan LTM PCNU di tingkat kabupaten agar bersama-sama membangun dan mendorong pemerintah daerah untuk memanfaatkan keandirian masid agar lebih berdaya," tegas Ali Sobirin.

 

Dispermasdes Kabupaten Pemalang, Tetuko Raharjo, mengatakan ada potensi besar dari masyarakat masjid yang selama ini belum terkelola dengan baik. Ia mengaku tersentil dengan pemaparan LTM PBNU, namun ada kondisi yang tidak terhindarkan yang sejauh membuat pengelolaan masjid untuk kesejahteraan jamaahnya belum baik.

 

Ia mengatakan selama ini meski tidak ada catatan yang pasti, namun fakta yang nyata adanya partisipasi takmir masjid di antaranya yang menjadi perangkat desa, kepala desa yang menjadi pengurus masjid.

 

Pewarta: Kendi Setiawan
Editor: Musthofa Asrori

Posisi Bawah | Youtube NU Online