Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Kiai Fathonah Habiskan Usia untuk NU

Kiai Fathonah Habiskan Usia untuk NU
Kiai Fathonah mengawali keaktifannya di NU sebagai IPNU hingga akhirnya hayat tengah mengemban amanah sebagai Ketua PCNU. (Foto: dok istimewa)
Kiai Fathonah mengawali keaktifannya di NU sebagai IPNU hingga akhirnya hayat tengah mengemban amanah sebagai Ketua PCNU. (Foto: dok istimewa)

Jakarta, NU Online

Ketua PCNU Jakarta Timur, KH Fathonah adalah kiai yang usianya habis dipakai untuk mengurusi jamiyah Nahdlatul Ulama dalam kualifikasi strata lingkungan di Nahdlatul Ulama.

 

Kepala Madrasah Kader NU, KH Endin AJ Soefira mengatakan hal itu pada tahlilan dan doa bersama untuk almarhum KH Ahmad Fathonah, Selasa (26/1) malam.

 

"Sejak remaja beliau (KH Fathonah) aktif di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Setelah dewasa beliau ikut dan aktif di Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor). Setelah dewasanya sudah penuh aktif di Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta timur," kata Kiai Endin.

 

Kiai Endin mengaku mengenal alhamrum kira-kira mulai tahun 1981-an. Almarhum Kiai Fathonah aktif di IPNU sejak sekitar tahun 78-79 di wilayah Klender Jakarta Timur. Setelah itu ia aktif mengurus NU di wilayah Jakarta Timur.

 

"Dan pada tahun 1984 sampai dengan 1989, almaghfurullah Kiai Fathonah menjadi pengurus wilayah IPNU Provinsi DKI Jakarta," terang Kiai Endin.

 

Ia mengingatkan agar masyarakat sekarang jangan membayangkan era 80an sampai dengan 90an, mengurus NU itu sebuah kenikmatan.

 

"Kalau sekarang jadi pengurus NU kenal sama Bupati, kenal sama Walikota, kenal Gubernur, kenal Kapolda. Di tahun itu, menjadi pengurus NU menjadi bulan-bulanan kekuasaan (pemerintah). Kalau dia menjadi pengurus NU, di sekolahnya tidak akan bisa mencapai derajat yang tinggi di sekolahnya. Atau apabila sudah lulus nanti dia tidak akan bisa menjadi pegawai negeri waktu di NU ketika itu," beber Kiai Endin.

 

Kemudian, lanjut Kiai Endin, Kiai Fathonah aktif menjadi Ketua di PW IPNU DKI Jakarta dari 1984-1989. Almarhum mengkhususkan diri mengurus NU, mengurus masyarakat, mengurus IPNU. "Dan IPNU kala itu lagi-lagi saya ingatkan, bukan organisasi yang memiliki kebebasan berekspresi. IPNU kala itu merupakan organisasi dalam tanda petik dicurigai oleh kekuasaan pemerintah, jadi ngurusnya melelahkan," ujarnya.

 

Sewaktu Kiai Fathonah menjadi Ketua PW IPNU DKI Jakarta, sekretarisnya kala itu adalah yang sekarang menjadi Wakil Menteri Agama, yaitu Zainud Tauhid. "Beliau Zainud Tauhid, Sekretaris PW IPNU DKI Jakarta tahun 84 sewaktu Kiai Fathonah menjadi ketua wilayahnya," kata Kiai Endin.

 

Kemudian, pada kongres IPNU pada tahun 1989, delegasi PW IPNU DKI Jakarta yang dipimpin oleh Kiai Fathonah dan mencalonkan Zainud Tauhid menjadi calon Ketua Penguru Pusat IPNU. Pada saat kongres di tahun 89 di Jombang, terpilih Zainud Tauhid sebagai Ketua Umum PP IPNU.

 

"Jadi beliau memiliki kedekatan yang luar biasa. Saya mengetahui dan mengingat bahwa Wamenag itu ketika tinggal di Kramat Raya sering main ke Klender ke rumahnya almaghfurullah. Saya nginep itu di rumahnya di Klender," sambung Kiai Endin.

 

Maka mereka aktif di IPNU, yang kebetulan saat itu Kiai Endi juga IPNU tapi sudah di IPNU Pusat. Setelah itu pergaulan Kiai Endi dan Kiai Fathonah, sama-sama aktif mengurus NU, memperjuangkan NU. 

 

"Saya ingin mengatakan kepada semua bahwa kepulangan Kiai Fathonah menghadap Allah SWT adalah kepulangan yang diiringi oleh kesaksian kita semua. Kesaksian oleh saya dan ingin mengatakan bahwa Kiai Fathonah adalah orang baik dan seluruh hidupnya itu habis untuk mengurusi NU," tegas Kiai Endin.

 

Ia berharap hal itu menjadi jariyah yang tidak akan pernah putus dan menjadi amal shaleh yang menjadi penerang umat dan penolong di akhirat. "Sekali lagi saya mengungkapkan bahwa beliau orang baik, saya dan keluarga sangat kehilangan. Mudah mudahan keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan. Allahumaghfirlahu warhamhu waafihi wafhuanhu. Allahumlatahrimna. Alfatihah," pungkas Kiai Endin.

 

Usai Kiai Endin memberikan testimoni, Sekretaris PCNU Jakarta Timur mengingat momen kebersamaan almarhum sepulang silaturrahim ke rumah Kiai Endin.

 

"Perjuangan beliau memang luar biasa. Sempat saya mendengar beliau ketika saya pulang dan dia dari rumah Kiai Endin bahwa 'Saya akan aktif di NU hingga akhir hayat.' Ternyata harapan beliau tercapai mengurus NU sampai akhir hayat," kata Sekretaris PCNU Jaktim, Kiai Syarif Cakhyono.

 

Sebelumnya diberitakan Ketua PCNU Jakarta Timur KH Fathonah meninggal dunia pada Sabtu (23/1) pukul 19.20 WIB di RS Polri. Kiai kelahiran Jakarta, 2 Januari 1958 itu wafat setelah sekitar satu pekan dirawat karena positif Covid-19.
 

Kontributor: Abdullah Faqihuddin Ulwan
Editor: Kendi Setiawan
 

Posisi Bawah | Youtube NU Online