Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Internasional Keislaman Risalah Redaksi English Opini Obituari Video Tokoh Hikmah Arsip

Rangkul Milenial, Tekad TV9 Nusantara di Usia Sebelas Tahun

Rangkul Milenial, Tekad TV9 Nusantara di Usia Sebelas Tahun
Direktur Utama TV9 Nusantara, Hakim Jayli. (Foto: NU Online)
Direktur Utama TV9 Nusantara, Hakim Jayli. (Foto: NU Online)

Surabaya, NU Online

Aneka terobosan terus dilakukan TV9 Nusantara demi memikat pemirsa. Di usianya yang ke-11 tahun pada 31 Januari ini, yang akan menjadi perhatian adalah merangkul kalangan milenial.

 

“Dalam 11 tahun keberadaannya, TV9 Nusantara telah meraih pencapaian signifikan dari sisi konten maupun performa bisnisnya,” kata Hakim Jayli dari rilis yang dikirim ke media ini, Jumat (29/01).

 

Direktur Utama TV9 ini mengemukakan bahwa televisi kebanggaan warga NU tersebut telah mendapatkan sejumlah pengakuan dari berbagai lembaga. Salah satunya sebagai televisi dengan program religi terbaik of the year pada 2018, juga merupakan televisi religi terbaik of the year pada 2019.

 

“Bahkan  program Kiswah KH Agoes Ali Masyhuri ditahbiskan sebagai program religi terbaik pada 2019 oleh KPID Jatim dan pada 2020, serta ruang Pilkada dianugerahi program talkshow terbaik," jelasnya.

 

Disampaikannya bahwa tahun ini, tepatnya 31 Januari TV9 Nusantara akan memasuki usia kesebelas tahun. Karenanya, momentum tersebut akan dijadikan sebagai sarana menyajikan pilihan tayangan berkualitas bagi pemirsa televisi di Indonesia.

 

Dikemukakan bahwa dari performa bisnis, televisi yang sudah dapat diakses multiplatform di sejumlah media sosial serta kanal TV kabel, TV satelit dan TV berlangganan nasional ini juga menunjukkan perkembangan cukup menggembirakan.

 

“Kepercayaan dari agency, principle perusahaan, pemerintah dan lembaga sosial terus bertambah,” ungkapnya.

 

Dijelaskan pria yang juga sebagai Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim ini bahwa kelebihan TV9 bagi pelanggan setia adalah terletak pada nische market atau ceruk pasar pemirsa.

 

“Mereka melingkupi masyarakat santri, pesantren dan Nahdliyin yang jumlah nasionalnya menurut beberapa survey mencapai hingga 100 juta," terangnya.

 

Namun Hakim juga membeberkan tantangan disrupsi teknologi internet dan media sosial, juga cut-off migrasi TV analog ke TV digital di November 2022. Dan hal tersebut tentu saja akan berpengaruh pada strategi industri televisi nasional.

 

“Kami menyiapkan sejumlah strategi menyesuaikan kebutuhan pasar yang akan didominasi kalangan milenial, khususnya gen-Z serta keniscayaan menggunakan pendekatan tren konten video ala media sosial yang berdurasi singkat dan gaul,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut disampaikan Hakim bahwa, nilai dan inspirasi agama harus dikemas masa kini agar lebih diterima milenial dan mudah diakses di media sosial.

 

"Karenanya, kami mengusung tiga kata kunci sakti dalam ulang tahun kesebelas ini yaitu spirituality, creativity, dan connectivity," rincinya.

 

Dipaparkan Hakim bahwa peringatan ulang tahun kesebelas TV9 Nusantara digelar secara lebih sederhana, mengingat masih dalam suasana pembatasan. Namun demikian, ada sejumlah siaran menarik yang sayang bila dilewatkan.

 

“Pas 31 Januari akan ditayangkan siaran spesial 17 jam non stop dari jam 11 siang hingga jam 4 subuh,” katanya. Termasuk di dalamnya peluncuran buku Never Ending Struggle, sebuah kumpulan esai terbaik dari lomba esai hari santri yang digelar PWNU Jawa Timur, lanjutnya.

 

Di akhir pernyataannya, Hakim turut melibatkan banyak kalangan untuk membincang tantangan dakwah era kekinian.

 

"Kami mengundang para youtuber, selegram, tiktoker hingga sineas santri untuk ngobrol sersan bagaimana sebaiknya kita berdakwah di era seperti ini," ungkapnya.

 

TV9 Nusantara diresmikan pada 31 Januari 2010  oleh Gubernur Soekarwo, didampingi Wakil Gubernur Saifullah Yusuf serta Ketua PWNU Jatim, KH Hasan Mutawakkil Alallah. Kala itu digelar jalan kaki ribuan pasukan Barisan Ansor Serbaguna atau Banser. Aksi dimulai dari kantor PWNU Jatim di Jalan Masjid Al Akbar menuju gedung NU di Raya Darno 96 Surabaya yang disulap menjadi kantor televisi dan studio utama.

 

Editor: Ibnu Nawawi

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya