Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Hindari Penipuan, Pesantren Diingatkan Perkuat Koordinasi dengan Pemerintah dan RMI

Hindari Penipuan, Pesantren Diingatkan Perkuat Koordinasi dengan Pemerintah dan RMI
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu, Lampung. (Foto: NU Online/Humas Kemenag Pringsewu)
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu, Lampung. (Foto: NU Online/Humas Kemenag Pringsewu)

Pringsewu, NU Online
Menghindari maraknya penipuan yang terjadi akhir-akhir ini dengan modus bantuan untuk pesantren, Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu, Lampung mengingatkan pesantren di daerahnya untuk senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah.


Pesantren diingatkan untuk tidak mudah percaya pada oknum yang mengaku pejabat ataupun pegawai pemerintah yang menyampaikan informasi bantuan. Apalagi oknum tersebut tidak dikenal jelas dan sampai meminta imbalan.


"Bantuan pemerintah kepada pesantren ada mekanismenya sendiri dan tidak begitu saja dihubungi via telepon," tegas Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu, H Ahmad Rifai beberapa waktu lalu.


Oleh karenanya pihaknya telah mengeluarkan instruksi pada pesantren di daerahnya untuk berhati-hati jika ada oknum yang mengiming-imingi program bantuan bagi pesantren, TPA, maupun TPQ.


Berdasarkan penelusuran NU Online, sudah banyak pesantren dihubungi penipu yang mengaku dari Kementerian Agama Lampung. Penipu ini juga sudah berhasil menipu beberapa pengurus pesantren dengan jumlah uang sampai jutaan rupiah. Bukan hanya di Pringsewu, di kabupaten lain di Lampung juga mengalami hal serupa.


Modus yang dilancarkan adalah dengan mengaku sudah mentransfer dana bantuan ke rekening pesantren. Kemudian penipu meminta pihak pesantren mentransfer kembali dengan nominal jumlah berkisar 10 persen dari bantuan dengan alasan untuk anak yatim piatu.


Menghindari penipuan berlanjut, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pringsewu juga mengimbau para pengasuh, pimpinan, ataupun pengurus pesantren untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi melalui Rabitah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama sebagai asosiasi pesantren NU.


Dengan komunikasi yang terjalin baik dengan RMINU, maka informasi yang berkembang bisa didiskusikan dan disikapi bersama. Jika pesantren tidak melakukan komunikasi dengan pesantren lain maka peluang untuk tidak menerima informasi valid juga tinggi.


"Kalau sering kumpul, komunikasi, berbagi informasi, maka pesantren akan lebih kuat dan tidak mudah terperdaya oleh modus-modus penipuan," kata Katib Syuriyah PCNU Pringsewu KH Auladi Rosyad, Senin (8/2).


Persatuan di antara pesantren juga bisa diperkuat dan ditindak lanjuti dengan berbagai kegiatan dan program terpadu antar pesantren. "Semoga bisa menambah kekeluargaan antar pesantren dan mampu menemukan inovasi untuk pengembangan pesantren lebih baik," pungkasnya.


Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Aryudi AR

Posisi Bawah | Youtube NU Online