Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

Sejumlah Misteri Virus Corona yang Belum Terjawab Tim WHO di Wuhan

Sejumlah Misteri Virus Corona yang Belum Terjawab Tim WHO di Wuhan
Tim WHO sedang menyelidiki asal-usul virus corona di Pasar Wuhan. (Foto: Reuters)
Tim WHO sedang menyelidiki asal-usul virus corona di Pasar Wuhan. (Foto: Reuters)

Jakarta, NU Online

Hasil mengecewakan didapat oleh Tim WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) yang menyelidiki asal-usul virus corona penyebab Covid-19 di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Hasil tersebut juga membuat kekecewaan Pemerintah AS di bawah Joe Biden. Mereka meragukan hasil penyelidikan WHO yang selesai dilakukan pada Senin (8/2) lalu itu. WHO pun sempat marah menanggapi tudingan Pemerintah AS.


Misi tim ahli WHO di China gagal menemukan asal-usul virus corona di Wuhan. Namun, mereka sepakat virus tersebut kemungkinan berpindah dari kelelawar ke hewan yang tak dikenal baru kemudian menularkannya ke manusia.


Tim ahli dari China juga menyimpulkan "sangat tidak mungkin" virus berasal dari kebocoran laboratorium yang dilengkapi dengan keamanan tinggi di pusat Kota Wuhan. Laboratorium tempat apa, tidak ada kejelasan. Hal ini menimbulkan pertanyaan banyak pihak seolah-olah virus diproduksi dalam laboratorium dimaksud.

 


Setelah misi yang berlangsung hampir satu bulan, berikut sejumlah hal yang masih menjadi misteri mengenai asal-usul virus corona di Kota Wuhan seperti dikutip dari AFP.


Sumber Hewan


Para ahli mengatakan tes dilakukan pada puluhan ribu sampel terdiri dari hewan liar, hewan ternak, dan hewan domestik di seluruh China. Namun hasilnya tak ada yang mengandung virus SARS-CoV-2 sebagai penyebab Covid-19.


Namun para ahli virologi Belanda dan anggota Tim WHO Marion Koopmans mengatakan spesies yang lebih rentan terhadap virus, termasuk di antaranya tikus bambu, musang, dan kelinci dijual di Pasar Huanan, Wuhan. Tempat pertama klaster virus ditemukan. Dari situ bisa menjadi pintu masuk untuk kembali melakukan investigasi.


Daszak juga mengatakan bahwa virus kelelawar yang ditemukan di Thailand dan Kamboja, mengalihkan fokus timnya ke Asia Tenggara.

 


"Saya pikir suatu hari, kita akan menemukan (reservoir) itu, mungkin butuh waktu, tapi akan ada di sana tanpa keraguan," katanya kepada wartawan.


Data mentah


Ahli epidemilogi Denmark dan anggota tim Thea Kolsen Fischer membeberkan, tim WHO tidak diberi data mentah, mereka hanya mengandalkan analisis sebelumnya dari China.


Anggota tim WHO tidak menampik hal itu. Pihaknya mengatakan diberikan akses penuh ke situs dan individu yang diminta untuk dikunjungi.


Transmisi Rantai Dingin


China telah berulang kali melontarkan teori bahwa virus itu dibawa ke China melalui pengemasan pada produk rantai dingin seperti makanan laut beku impor, yang dikaitkan dengan wabah domestik baru-baru ini. Namun itu dibantah WHO.

 


"Tidak ada bukti bahwa makanan atau rantai makanan turut serta dalam penularan," ucap Kepala Darurat WHO Mike Ryan


Kepala misi dari tim China, Liang Wannian menyebut virus dapat menyebar jauh di permukaan produk rantai dingin, dan sampel lingkungan dari Pasar Huanan. Pasar itu menjual hewan liar beku dan makanan laut.


Ketua tim WHO Peter Ben Embarek memperingatkan belum ada bukti yang jelas apakah virus dapat menular ke manusia dari permukaan rantai dingin yang terkontaminasi.


Berasal dari luar China?


China berulang kali menyerukan kepada WHO untuk melakukan penyelidikan asal-usul virus di Amerika Serikat.


Menangkis kritik internasional atas penanganan wabah, China memperkuat studinya yang menunjukkan kasus Covid-19 melonjak di Italia dan negara lain pada akhir 2019.

 

​​​​​​​Baca juga: WHO Gagal Temukan Asal-usul Virus Corona di Wuhan


Namun dalam merilis kesimpulan laporan itu, Koopmans menilai studi itu tak memberikan bukti lengkap peredaran sebelumnya di luar China pada awal Desember.


Dia tetap mengakui para ahli harus benar-benar pergi dan mencari bukti peredaran virus sebelumnya.


Rencana ke Depan


Koopmans mengatakan peternakan yang memasok hewan liar ke Pasar Huanan Wuhan layak untuk diteliti lebih lanjut, selain mengambil sampel lebih banyak dari hewan liar.


Ben Embarek menyarankan pengujian ulang sampel menggunakan pendekatan baru untuk tes darah dan mencari lebih banyak kasus awal yang tidak terdeteksi di Wuhan. Sementara China, menginginkan tahap penyelidikan selanjutnya mengenai sumber virus dilakukan di negara lain.


Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Muchlishon

Terkait

Internasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya