Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Perempuan Arab Saudi Kini Bisa Menjadi Tentara

Perempuan Arab Saudi Kini Bisa Menjadi Tentara
Ilustrasi perempuan Arab Saudi. (Foto: Reuters)
Ilustrasi perempuan Arab Saudi. (Foto: Reuters)

Jakarta, NU Online

Kementerian Pertahanan Saudi mengatakan baik pria maupun perempuan sekarang dapat melamar sebagai anggota militer melalui portal penerimaan terpadu.


Dikutip dari Alarabiya, perempuan boleh mendaftar untuk bergabung dengan Angkatan Darat, Pertahanan Udara Kerajaan, Angkatan Laut Kerajaan Saudi, Pasukan Rudal Strategis Kerajaan Saudi, dan Layanan Medis Angkatan Bersenjata.


Menurut Kementerian pada Senin lalu, perempuan Arab Saudi dapat direkrut sebagai tentara, kopral tombak, kopral, sersan, dan sersan staf.


Langkah tersebut dilakukan di bawah inisiatif Visi 2030 Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) yang salah satunya memajukan perempuan Arab Saudi di berbagai bidang.

 


Untuk bergabung dengan angkatan bersenjata, seorang perempuan harus berusia antara 21 hingga 40 tahun, tinggi minimal 155 sentimeter, dan bukan pegawai pemerintah.


Calon tentara juga harus lulus prosedur penerimaan, tidak memiliki catatan kriminal, dan sehat secara medis.


Perempuan Arab Saudi juga harus memiliki kartu identitas nasional independen, setidaknya memiliki pendidikan sekolah menengah, dan tidak boleh menikah dengan warga negara non-Arab Saudi.


Sementara untuk warga negara pria yang ingin bergabung dengan angkatan bersenjata, mereka harus berusia antara 17 hingga 40 tahun dan memiliki tinggi minimal 160 sentimeter.

 


Mereka juga harus lulus prosedur penerimaan, tidak memiliki catatan kriminal, dan membuktikan bahwa mereka secara medis layak untuk mengemban tugas.


Sebelumnya Arab Saudi telah membolehkan perempuan bergabung dengan pasukan keamanan, dan mengizinkan mereka untuk menyetir kendaraan dan bepergian ke luar negeri tanpa perlu izin dari 'wali' laki-laki.


Dalam beberapa waktu terakhir, Arab Saudi memang berupaya meningkatkan citra negara serta memaksimalkan bidang pariwisata sebagai rencana untuk memperluas sumber pendapatan negara selain dari ekspor minyak mentah.

 


Kerajaan Arab Saudi juga telah mengeluarkan aturan yang membolehkan wisatawan asing berbeda jenis kelamin dan belum menikah tinggal sekamar di penginapan yang mereka sewa. Hal ini mereka lakukan sebagai tindak lanjut dari keputusan mulai memberikan visa untuk keperluan wisata.


Bahkan Arab Saudi kini memiliki kafe anjing. Kafe itu memungkinkan pengunjung membawa hewan peliharaan saat menyeruput kopi.


Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Muchlishon

Posisi Bawah | Youtube NU Online