Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Gus Qoyyum Sampaikan Enam Alasan Pentingnya Jaga Pendidikan Agama

Gus Qoyyum Sampaikan Enam Alasan Pentingnya Jaga Pendidikan Agama
Ilustrasi pentingnya menjaga pendidikan agama sejak dini. (Foto: NU Online/Romzi)
Ilustrasi pentingnya menjaga pendidikan agama sejak dini. (Foto: NU Online/Romzi)

Kudus, NU Online
Pengasuh Pesantren An-Nur Lasem, KH Abdul Qoyyum Mansur (Gus Qoyyum), menyampaikan enam alasan pentingnya menjaga pendidikan agama. Hal tersebut dijelaskannya melalui kanal YouTube 'Muhibbin Gus Qoyyum' yang diunggah pada Sabtu (13/3).


Pertama, kata Gus Qoyyum, agama merupakan tanggung jawab individu. Kedua, agama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Ketiga, agama membawa keselamatan manusia.


“Bahkan fitrah manusia terhadap agama bisa membawa keselamatan bagi orang tersebut,” ungkap Gus Qoyyum.


Keempat, lanjut dia, jauh dari agama akan membuat kerusakan. Seperti alkohol akan membuat kerusakan dan perjudian akan membawa penderitaan. “Kelima, agama menjadikan manusia intelektual yang bermartabat. Keenam, agama sebagai pondasi semua kebiasaan dan bakat manusia,” jelasnya.


Menurut Ibnu Khaldun, lanjut Gus Qoyyum, bahwa mengajari anak tentang Al-Qur’an merupakan simbol dari agama yang akan membawa kokohnya iman. Al-Qur’an juga menjadi dasar pembelajaran. Ia menambahkan, pendidikan agama sangat penting baik dalam ruang formal maupun informal. 


“Termasuk sekolah harus mempertahankan pendidikan Islam dan menghadirkan guru-guru agama berakidah ahlussunnah wal jamaah, dari lingkungan pesantren, dan dibina para kiai. Insyaallah banyak yang bisa diambil manfaat dari pesantren tersebut untuk menjaga manusia dengan pendidikan agama,” terangnya.


Gus Qoyyum juga menuturkan, menjaga pendidikan agama juga akan menjauhkan manusia dari apa yang dikhawatirkan Rasulullah SAW, yang dikutip dalam kitab Syu’banul Iman, karya al-Baihaqi.


“Rasulullah mengatakan, sebentar lagi akan datang zaman kepada manusia, yang tersisa dari Islam adalah namanya, tapi tidak diajarkan esensi Islam, substansi Islam, aqidah Islam, akhlak Islam, ekonomi dan budaya islami. Dan tidak tersisa dari Al-Qur’an kecuali tulisannya saja, hanya rupa luarnya saja tanpa diaktualisasikan dalam kehidupan,” jelas putra KH Mansur Kholil Lasem ini.


Video berdurasi 38 menit itu juga menjelaskan, untuk menjaga cahaya agama adalah dengan metode yang menggunakan manhaj rabbani (dari Allah SWT). Di antaranya, dengan menyebarkan halaqah pengajaran agama di berbagai tempat.


“Pendidikan agama tidak hanya disampaikan di rumah-rumah dan masjid-masjid. Tetapi juga di pasarnya orang Islam, jalan, di manapun tempat yang didatangi, dalam perjalanan baik ketika berangkat maupun turun,” ungkapnya.


Namun, menurutnya banyak orang mencari ilmu melalui internet. Ia menambahkan, Habib Umar bin Khafidz Yaman mengkhawatirkan hal tersebut sebagaimana termaktub dalam kitab al-Ittishal.


“Banyak orang mencari ilmu, menerima apa yang disebarkan oleh internet dari pendapat orang-orang tanpa ada guru yang mengikatnya atau tanpa ada pendidik. Maka mengambil ilmu agama langsung dari internet itu membuahkan paham agama Allah yang tanpa dasar, validitas, dan keshahihan,” tuturnya.


Gus Qoyyum menegaskan, bahwa mengambil pelajaran agama tanpa guru sangat berbahaya. Oleh karena itu, dibutuhkan pendidikan agama di sekolah, mulai PAUD hingga perguruan tinggi.


Kontributor : Afina Izzati
Editor : Musthofa Asrori

Posisi Bawah | Youtube NU Online