Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Berusia 20 Tahun, Bendera IPNU Way Kanan Lampung Menyimpan Banyak Kenangan

Berusia 20 Tahun, Bendera IPNU Way Kanan Lampung Menyimpan Banyak Kenangan
Sekretaris PC IPNU Way Kanan Periode 2000-2002, H Ahmad Rokhim Sidiq, saat melaksanakan ibadah haji tahun 2019 lalu. (Foto: NU Online/H Rokhim)
Sekretaris PC IPNU Way Kanan Periode 2000-2002, H Ahmad Rokhim Sidiq, saat melaksanakan ibadah haji tahun 2019 lalu. (Foto: NU Online/H Rokhim)

Way Kanan, NU Online

Berusia 20 tahun, inilah bendera Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung menyimpan banyak kisah dan kenangan. Produk yang dibuat sebagai kebutuhan organisasi tersebut masih tersimpan rapi dan utuh oleh sang pembuat, yaitu Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kabupaten Way Kanan periode 2000-2002, H Ahmad Rokhim Sidiq.


Dikatakan Wakil Bendahara PW IPNU Lampung itu, dalam proses pembuatan bendera tersebut kala itu menghabiskan tidak lebih dari seratus ribu rupiah. Pembuatannya pun masih manual, dengan menggunakan sablon tutul yang dibuat secara mandiri dengan bahan karton yang digambar dan dibuat pola.


"Penyablonan kita lakukan sendiri, menggunakan karton yang kita gambar dan bentuk pola. Setelah terbentuk, baru kita gunting dan ukur pola pakai gabus dan cat pada kain tetoron," ujar H Rokhim di kediamannya, Kampung Tegal Mukti, Kecamatan Negeri Besar, Kabupaten Way Kanan, Rabu (7/4).


H Rokhim menambahkan, bendera tersebut sering kali dipasang di depan rumahnya saat menyambut dan memperingati hari kemerdekaan 17 Agustus, bersanding dengan bendera merah putih. Yang paling berkesan, lanjutnya, saat dirinya melaksanakan ibadah haji tahun 2019, dan bendera IPNU itu juga dibawa serta.


“Ini sebagai bentuk kecintaan saya terhadap IPNU," tuturnya.


Selain itu, bendera tersebut juga turut mengawal perjalanan H Rokhim  dalam mengabdikan diri di IPNU, terlebih dalam keikutsertaan dirinya pada Kongres IPNU di Surabaya tahun 2003 dan di Jakarta tahun 2006. Ia mengaku masih ingat  saat sidang komisi dan pembahasan tata tertib, begitu riuh dan menuntut mental yang luar biasa. Sebab, setiap hendak mengambil keputusan, selalu gaduh.


“Di Surabaya misalnya, banyak pot bunga bahkan juga gelas beterbangan demi mengamankan argumentasi dan keputusan. Tapi, indahnya di Banom NU, seberapa panasnya suasana sidang, seketika menjadi dingin taat kala shalawat berkumandang," kenangnya.


Beberapa bendera produk tahun 2000 yang masih tersisa ia simpan di rumah, ada pula yang ia berikan kepada kader IPNU Way Kanan. Ia berharap kepada generasi IPNU lebih bersemangat dalam berjuang, lebih ikhlas, dan optimis di zaman yang sudah sangat jauh berbeda dengan era dulu.


"Kader IPNU harus tetap mempunyai jiwa tawadhu kepada para kiai, ulama, dan guru. Karena akhlaqul karimah itu lebih tinggi dari kepandaian apapun," pungkasnya.


Bendahara PC IPNU Way Kanan, Arif Maulana Nurmanto, salah satu penerima bendera tersebut merasa sangat senang mendapat amanah untuk merawat bendera itu. Ia berharap dirinya dan rekan yang lain bisa mencontoh dan mengikuti jejak kesuksesan para alumni IPNU setempat di segala bidang.


Kontributor: Disisi Saidi Fatah
Editor: Aryudi A Razaq

Posisi Bawah | Youtube NU Online