Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Menggeliatnya Tradisi Ziarah 'Wali Lokal' di Pringsewu

Menggeliatnya Tradisi Ziarah 'Wali Lokal' di Pringsewu
Makam KH Ghalib. (Foto: Istimewa)
Makam KH Ghalib. (Foto: Istimewa)

Pringsewu, NU Online
Tradisi ziarah ke makam para wali, kiai, dan para leluhur yang dilakukan warga NU di Kabupaten Pringsewu, Lampung terus terjaga. Walau beberapa waktu lalu, sempat tertunda jadwal ziarah Wali Songo akibat pandemi yang belum mereda, namun tidak menjadikan kesunahan ini ditinggalkan begitu saja. Warga NU Pringsewu saat ini sudah mulai banyak yang melakukan ziarah ‘Wali Lokal’ yakni berziarah ke makam para ulama dan kiai NU yang tersebar di berbagai kecamatan.


Geliat ziarah ‘Wali Lokal’ ini bermula dari Peringatan Hari Santri tahun 2020 lalu dengan program ‘Kirab Ziarah’ yang dilakukan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu. Pada Hari Santri Ke-6 tersebut, Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Kabupaten Pringsewu menggelar Kirab Ziarah yang diikuti oleh warga NU dan dikoordinir oleh setiap Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) beserta badan otonom dan lembaga di kecamatan masing-masing.


Dalam kegiatan yang juga merupakan upaya mengenang kembali jasa para kiai dan tokoh NU yang telah berjuang untuk menegakkan Islam Ahlussunah wal Jamaah di Pringsewu ini, warga NU sangat antusias berziarah di makam para tokoh kecamatan masing-masing.  


Antusias warga NU ini pun kemudian dilanjutkan dengan menggelar kegiatan serupa pada momentum Hari Lahir NU Ke-95 tahun 2021. Kali ini ada 5 tokoh yang dikunjungi oleh para pengurus NU yang tersebar di beberapa kecamatan di Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis ini.


Rute ziarah Wali Lokal diawali dari Makam KH Ridwan Syu’aib di Desa Bandung Baru Kecamatan Adiluwih. Kiai Ridwan Syu’aib adalah Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pringsewu pertama yang wafat pada 4 Desember 2021. Sampai dengan wafatnya, Kiai Ridwan masih aktif sebagai Rais Syuriyah PCNU Pringsewu untuk ketiga kalinya.

 


Rute kedua dilanjutkan ziarah ke Makam KH Ghalib, seorang pahlawan yang menjadi pejuang cikal bakal Kabupaten Pringsewu. Murid pendiri NU Khadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari ini, dimakamkan di Taman Pemakaman Umum KH Ghalib di Kelurahan Pringsewu Barat. Makam KH Ghalib tak pernah sepi dari para penziarah yang bukan hanya datang dari peziarah lokal namun juga dari luar Provinsi Lampung.


Rute ketiga adalah ziarah ke Makam KH Abdullah Sayuti yang terletak di Komplek Pondok Pesantren Nurul Huda Pringkumpul. Mbah Sayuti yang merupakan alumni Pondok Pesantren Tebuireng ini adalah sosok kiai yang mumpuni dalam ilmu agama dan juga ilmu kanuragan. Mbah Sayuti juga pernah ditugaskan Khadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari untuk mengasuh putra beliau yang bernama Gus Wahid Hasyim.


Rute keempat adalah ziarah ke Makam KH Ahmad Rais Abdillah yang berada di puncak Bukit Dirham, Desa Ambarawa, Kecamatan Ambarawa. Kiai Rais merupakan seorang hafidz Qur’an yang mendirikan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Mathlaul Huda (YPPTQMH) Ambarawa. Beliau dikenal sebagai kiai kharismatik yang memiliki talenta di bidang seni seperti melukis, kaligrafi, bahkan musik.


Dan untuk rute kelima adalah ziarah ke Makam KH Abdul Wahab di kompleks Pondok Pesantren Riyadlotut Tholibin Pardasuka. Kiai Wahab yang wafat pada 29 April 2016 ini merupakan tokoh dan kiai NU yang semasa hidupnya sangat aktif di NU. Beliau pernah tercatat sebagai Wakil Rais Syuriyah dan Mustasyar di PCNU Kabupaten Pringsewu maupun di Kabupaten Tanggamus yang merupakan kabupaten induk sebelum menjadi Daerah Otonomi baru.


Tradisi terus berlanjut


Setelah pelaksanaan program ziarah ‘Wali Lokal’ tersebut, banyak pengurus NU baik perorangan maupun berjamaah dan juga jamaah masjid serta majelis taklim terus melanjutkan tradisi ini. Layaknya ziarah Wali Songo, para jamaah tersebut menyewa kendaraan bus kapasitas besar untuk melakukan ziarah yang bisa dirampungkan dalam sehari ini.

 


Bukan hanya itu saja, para jamaah yang tidak kebagian kursi bus, rela naik motor untuk dapat bersama-sama mencari berkah dari tradisi ini. "Sampai ibu-ibu Muslimat rela naik motor sendiri-sendiri untuk ikut kegiatan ziarah ini," kata Ketua MWCNU Kecamatan Sukoharjo Irsadul Ibad kepada NU Online beberapa waktu lalu.


Kondisi ini juga dialami jamaah di Kecamatan Adiluwih dimana pengurus MWCNU setempat sudah menyediakan 22 armada mobil namun tidak juga cukup untuk peserta ziarah. Sehingga sebagian peserta mengendarai kendaraan roda dua dengan jumlah lebih dari 20 motor.

 

Kegiatan ini bukan hanya dilakukan pada momentum-momentum khusus namun setiap saat ziarah ‘Wali Lokal’ ini terus dilakukan oleh warga NU. Terlebih jelang Ramadhan 1442 H tahun ini, tradisi luhur terus berlanjut di antaranya dilakukan oleh MWCNU Kecamatan Gadingrejo bersama para pengurus ranting, badan otonom, dan lembaga.

 

Selain rute ke lima tokoh NU Pringsewu tersebut, sebagian jamaah ziarah juga menyempatkan menziarahi para tokoh NU lainnya yang tersebar di 9 kecamatan di Kabupaten Pringsewu. Berkat wasilah para tokoh NU yang telah berpulang ke Rahmatullah inilah, manisnya Islam Ahlussunah wal Jamaah bisa dirasakan oleh warga NU Pringsewu.


Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Kendi Setiawan

Posisi Bawah | Youtube NU Online