Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Cetak Generasi Emas, ISNU Banyuwangi Gandeng Dewan Pendidikan Masifkan Dialog

Cetak Generasi Emas, ISNU Banyuwangi Gandeng Dewan Pendidikan Masifkan Dialog
ISNU menggelar dialog di sejumlah lembaga pendidikan. (Foto: NU Online/Sholeh)
ISNU menggelar dialog di sejumlah lembaga pendidikan. (Foto: NU Online/Sholeh)

Banyuwangi, NU Online 
Pimpinan Cabang ISNU Kabupaten Banyuwangi bersama jajaran Dewan Pendidikan memasifkan dialog bertema ‘Membangun Pendidikan yang Berkarakter di Era Digitalisasi.’ Rencana dialog tersebut akan digelar rutin tiap periode roadshow ke pesantren-pesantren yang ada di 25 kecamatan. 


"Sekarang kita geber di Pondok Pesantren Darul Anwar, Desa Padang, Kecamatan Singojuruh. Di waktu lain tentu akan kita adakan di tempat yang berbeda dan seterusnya," kata Ketua PC ISNU Banyuwangi Abdul Aziz saat ditemui di tengah kegiatan, Sabtu (10/4). 


Menurut Aziz, dialog seperti ini merupakan salah satu cara mencari, menggali, dan mencetak potensi generasi emas yang ada di kabupaten. Sebab, dengan keutuhan pembentukan karakter menjadi investasi karakter kepemimpinan masa depan. 


"Kali ini kita juga tidak sendirian, kami terus membangun komunikasi dan kolaborasi sehingga perlu kami hadirkan menjadi narasumber dari dewan pendidikan kabupaten. Kebetulan langsung dihadiri oleh ketuanya," kata Aziz, sapaan karibnya. 


Dialog yang diawali dari pagi hingga sore itu menghadirkan sejumlah pemateri. Di antaranya Ketua Dewan Pendidikan Banyuwangi Sulihtiyono, Katib Syuriyah PCNU Banyuwangi Kiai Sunandi Zubaidi, dan pemateri lainnya. 


Saat mengisi materi Sulihtiyono menegaskan, pentingnya pendidikan karakter di era digitalisasi sekarang sangat dibutuhkan. Baik di dalam pendidikan formal maupun non formal. 


"Tentu dengan upgrade balutan kemajuan teknologi informasi sekarang. Jika tidak, maka sistem pendidikan akan tergerus dan tidak menarik," ujar Sulih. 


Dia mencontohkan sejumlah platform pendidikan yang berkolaborasi dengan pemanfaatan kecanggihan teknologi informasi. Sebut saja seperti platform Ruang Guru, Quipper School, dan masih banyak lainnya. 


"Platform seperti ini memberikan terobosan pendidikan yang murah dan friendly atas segmen user-nya. Karenanya kita tidak bisa paksakan sistem kemarin diaplikasikan sekarang. Maka tidak akan menarik sama sekali," tegasnya. 


Dia pun berpesan kepada seluruh yang hadir langsung ataupun secara daring melalui zoom meeting, agar tetap lebih bijaksana. Bijaksana yang dimaksudnya dalam penggunaan kemudahan akses teknologi. 


"Sebab seluruhnya memiliki kekurangan dan kelebihan. Ini sudah pasti, oleh sebab itu kebijaksanaan harus tetap dikuatkan setiap masing-masing user," jelas Sulih menutup keterangannya. 


Sementara Kiai Sunandi menambahkan, pondok pesantren masih teguh menekankan peserta didiknya dengan karakter-karakter khas pesantren. Tidak berubah sedikitpun dengan kehebatan perkembangan zaman hari ini. 


"Selain memiliki startegi pengembangan teknologi yang sudah diaplikasikan di dalamnya. Pesantren masih memiliki pondasi kuat dalam formula penanaman pendidikan karakter kepada santri-santri Nusantara," ungkap Pengasuh Pesantren al-Kalam, Badean, Kecamatan Blimbingsari ini. 


"Tarbiyatul Sulukiyah dari pengasuh itulah yang menjadi ruh sistem pendidikan pesantren. Secara langsung santri dapat menyaksikan dan sekaligus menauladani akhlaq kiai-kiai dalam bermasyarakat dan kepemimpinannya. Subhanallah ini luar biasa !" ungkapnya.  

Turut hadir pula dalam forum dialog tersebut Pengasuh Pondok Pesantren Darul Anwar KH Habib Toha, Sekretaris PC ISNU Banyuwangi Riza Pahlevi, Ketua PAC ISNU Singojuruh Ahmad Ibrahim beserta jajaran, dan sejumlah santri. Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. 


Kontributor: M Sholeh Kurniawan
Editor: Musthofa Asrori


 

Posisi Bawah | Youtube NU Online