Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

YKM NU Ajak Anak Panti Asuhan dan Pesantren Temukan Ikigai

YKM NU Ajak Anak Panti Asuhan dan Pesantren Temukan Ikigai
Salah satu faktor harapan hidup masyarakat Jepang tinggi karena memiliki ikigai, selain tentu karena udara yang lebih sehat dan pola hidup sehat yang diterapkannya. (Foto: istimewa)
Salah satu faktor harapan hidup masyarakat Jepang tinggi karena memiliki ikigai, selain tentu karena udara yang lebih sehat dan pola hidup sehat yang diterapkannya. (Foto: istimewa)

Jakarta, NU Online
Yayasan Kesejahteraan Muslimat Nahdlatul Ulama (YKM NU) mengajak anak-anak panti asuhan dan pesantren binaan YKM NU Jawa Barat untuk menemukan ikigai-nya. Hal tersebut dilakukan dalam Webinar YKMNU Learning #Series 3: My Ikigai Jorney pada Sabtu (17/4).

 

Dalam kesempatan tersebut, Vita Wahid yang menjadi narasumber menyampaikan bahwa ikigai merupakan konsep mengenai nilai hidup yang dimiliki Jepang. Menurutnya, salah satu faktor harapan hidup masyarakat Jepang tinggi karena memiliki ikigai, selain tentu karena udara yang lebih sehat dan pola hidup sehat yang diterapkannya.

 

"Berdasarkan penelitian, orang Jepang usianya relatif lebih tinggi karena mereka memiliki ikigai," kata Vita.

 

Untuk menemukan ikigai diri, anak-anak panti asuhan tersebut diajak untuk mensyukuri kebahagiaan, sekecil apapun. Sebab, menurutnya, kebahagiaan kecil yang kadang luput itu perlu diapresiasi.

 

Selain itu, mereka juga diminta untuk mengenali motivasi-motivasi agar hidupnya tidak dirasa bosan. "Kita diajak untuk mengenali motivasi karena masing-masing orang memiliki motivasi berbeda, gairah agar hidup kita tidak begitu-begitu doang," kata lulusan Sastra Jepang Universitas Indonesia itu.

 

Vita mencontohkan Hayao Miyazaki, pencipta animasi Totoro dan banyak lainnya. Miyazaki, jelasnya, membuat animasi dengan tulis tangan. Menggambar bagi Miyazaki adalah suatu kebahagiaan. Dia rela menggambar begitu banyak demi menciptakan film animasi yang betul-betul seperti nyata, gerakannya natural dan begitu halus.

 

Ia menyebut cerita filmnya amat mendalam, memuat sejarah dan nilai kehidupan yang apik. Miyazaki sangat baik dalam menggambar dan menjadikan ceritanya itu sangat dalam dan indah. "Itu hanya bisa dibikin oleh orang yang memiliki motivasi besar dalam hidupnya," ujarnya.

 

Dari animasi yang dibuatnya, banyak orang yang akhirnya jadi animator, tak sedikit yang tersentuh dari ceritanya. Di situlah, ia menemukan titik kuncinya, yakni ada kebermanfaatan untuk orang lain. Sebab, menggambar, bagi Miyazaki, sudah sesuatu tujuan atau motivasi hidup. "Itu ada apresiasi dan rasa kebersyukuran dia atas talenta yang dimiliki dari Tuhan," ujarnya.

 

Oleh karena itu, menurutnya, penting untuk memilih pekerjaan yang disukai dan memberikan manfaat bagi banyak orang. Untuk menemukan itu, manusia perlu menjalani dengan rasa syukur dan mendengarkan kata hati. Sebab, hidup bukan soal panjang usia, melainkan kualitasnya dengan nilai kebermanfaatannya bagi orang lain.

 

Hal lain yang perlu dilakukan adalah memberikan pertanyaan stimulus, seperti apa kesukaan diri, kemahiran apa yang dimiliki, apa motivasi untuk bangun pagi sehingga dapat beraktivitas lebih dini dengan penuh semangat, dan lainnya. Vita pun mengajak untuk memulai dari hal-hal kecil dari sekarang juga.

 

Sementara itu, Ketua YKM NU Pusat Endang Sulistinah Umar Wahid menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini sebagai pemberian tambahan pengetahuan bagi anak-anak panti binaan YKM NU.

 

“Jadi ini kita ada tambahan pengetahuan. Bukan untuk agama. Itu bukan agamanya orang Jepang. Itu hanya falsafah hidup yang barangkali ada manfaatnya kalau kta mau mendengarkan, berpikir menarik mana yang manfaat yang sekiranya bisa kita lakukan," ujarnya.

 

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Ketua Periodik Pimpinan Pusat Muslimat NU dr Erna Yulia Soefihara. Menurutnya, ikigai ini penting bagi anak-anak sebagai prinsip nilai untuk mengatasi problematika kehidupan agar suasananya tidak membuat bosan dan jenuh, tetapi terus dijalankan bergairah. Pasalnya, galau sampai frustasi terkadang menimpa para remaja. "(Ikigai) Bisa menjadi obat agar tidak malas-malasan," katanya.

 

Pewarta: Syakir NF
Editor: Kendi Setiawan

Posisi Bawah | Youtube NU Online