Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Internasional Keislaman Risalah Redaksi English Opini Obituari Video Tokoh Hikmah Arsip

Pesantren Tebuireng dan Tambakberas Jombang Pulangkan Santrinya Lebih Awal

Pesantren Tebuireng dan Tambakberas Jombang Pulangkan Santrinya Lebih Awal
Foto saat santri Tebuireng dicek kesehatannya saat kembali ke pesantren pada Agustus 2020 lalu. (Foto: Istimewa)
Foto saat santri Tebuireng dicek kesehatannya saat kembali ke pesantren pada Agustus 2020 lalu. (Foto: Istimewa)
Jombang, NU Online
Beberapa pondok pesantren di Kabupaten Jombang, Jawa Timur memulangkan santri-santrinya lebih awal sebelum akhirnya pemerintah memperbarui kebijakan peniadaan mudik di bulan Ramadhan ini. Awalnya, pemerintah melarang mudik sejak tanggal 6 hingga 17 Mei 2021. Namun, peraturan itu kemudian diperluas dalam bentuk pengetatan syarat bagi masyarakat yang hendak bepergian sebelum dan sesudah larangan mudik.
 
Seperti Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang yang akan mulai memulangkan santrinya pada 27-28 April 2020. Pemulangan santri ini momentum sakral, setelah cukup lama wali santri dilarang menjenguk ke pesantren.
 
Santri Tebuireng mulai kembali ke pesantren dalam beberapa gelombang setelah libur Covid-19 pada 2020. Santri mulai balik ke pondok pada Juli dan Agustus 2020. Setelah itu, selain kelas XII hingga hari ini masih menetap di pesantren.
 
Penanggung jawab pemulangan santri Tebuireng Ustadz Ahmad Daru Qutni menjelaskan bahwa pihaknya sudah merencanakan pemulangan santri sejak beberapa bulan terakhir. Tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan.
 
Teknis pemulangan santri dibuat beragam. Khusus santri di wilayah Provinsi Jawa Timur akan dipulangkan pada tanggal 27 April 2021. Dengan syarat harus dijemput orang tua atau wali santri.
 
"Sebenarnya jadwal pemulangan ini sudah diatur cukup lama. Kita mandiri. Tidak dibantu pihak lain," jelasnya kepada NU Online, Senin (26/4).
 
Sedangkan untuk pemulangan santri di luar Jawa Timur maka dilakukan pada tanggal 28 April 2021. Meliputi santri Jawa Barat, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, NTT dan Papua.
 
Titik penjemputan dan pemberangkatan dipusatkan di terminal Kawasan Makam Gus Dur (KMGD) dan Pesantren Sains Tebuireng 2 Jombang.
 
"Ada sekitar 2000-an santri yang dipulangkan sementara dari pesantren putra Tebuireng. Untuk menghindari penumpukan maka kita buat jadwal khusus penjemputan setiap daerahnya," imbuhnya.
 
Ustadz Daru menambah, untuk santri yang Jawa Barat dan Jawa Tengah dibuatkan rombongan khusus. Dengan menyewa bus dan setiap busnya didampingi dua pengurus dari Tebuireng.
 
Khusus santri dari luar Pulau Jawa yang pulang lewat Bandara Juanda dan Pelabuhan Perak Surabaya akan diantar hingga terminal keberangkatan.
 
"Untuk tiket dipesan oleh wali santri khusus pesawat dan kapal laut. Bagi kendaraan bus maka diatur oleh pengurus," ungkapnya.
 
Secara khusus, pihaknya tidak meminta keistimewaan kepada pemerintah terkait pemulangan santri Tebuireng Jombang.
 
Bagi santri yang didampingi kepulangan oleh pengurus maka dijadwalkan akan dijemput wali santri di titik penjemputan yang disepakati atau Masjid Agung setiap daerah.
 
"Kita buat aturan yang ketat agar santri dari pondok bisa langsung ketemu orang tua. Jadi keluar pesantren langsung diambil orang tua," katanya.
 
Sementara itu, Pengurus Pondok Pesantren Ar-Raudloh Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Abdurrahman mengatakan pihaknya akan melakukan pemulangan santri pada 30 April 2021. Untuk teknis pemulangan akan dipusatkan di Gedung Serbaguna KH Hasbullah Sa'id. 
 
Pemulangan santri akan dilakukan sesuai keputusan Ribath, di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum ini ada banyak pesantren kecil atau ribath. Ada yang mulai memulangkan santrinya pada tanggal 29 April 2021. Namun secara umum akhir April akan mulai ada pemulangan santri. 
 
Di Bahrul Ulum sendiri terdapat santri kurang lebih 14 ribu. Santri tersebut berasal dari berbagai daerah seluruh Indonesia dan tersebar di belasan lembaga pendidikan mulai pendidikan usia dini hingga perguruan tinggi.
 
"Wali santri yang akan jemput putranya, kita berikan surat jalan, surat ini dikeluarkan oleh Ribath masing-masing di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum," tandasnya.
 
Kontributor: Syarif Abdurrahman
Editor: Syamsul Arifin

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya