Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

Konjen RI Jeddah: NU Selalu Menghadirkan Islam yang Sejuk

Konjen RI Jeddah: NU Selalu Menghadirkan Islam yang Sejuk
Penyelenggara Gema Ramadhan ke-18 di Arab Saudi berfoto bersama. (Foto: NU Online/istimewa)
Penyelenggara Gema Ramadhan ke-18 di Arab Saudi berfoto bersama. (Foto: NU Online/istimewa)

Jeddah, NU Online
Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Eko Hartono, mengajak para peserta Gema Ramadhan yang digelar Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Arab Saudi agar turut mensyiarkan ajaran Al-Qur’an. Sebab,  isi Al-Qur’an prnuh kesejukan dan mencintai perdamaian.


Ajakan itu disampaikan Konjen saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan yang kini telah memasuki tahun kedelapan belas  tersebut, Senin (26/4) malam. Gema Ramadhan  digelar dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan dengan Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ), Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), lomba azan dan aksi sosial penggalangan zakat dan penyalurannya kepada para mustahiq.


Acara pembukaan yang berlangsung di Masjid Indoneia Jeddah (MIJ) itu dihadiri oleh sejumlah homestaff  KJRI Jeddah, jajaran pengurus PCINU Arab Saudi, pengurus Muslimat PCINU, Kepala Sekolah Indonesia Jeddah dan Makkah, dan perwakilan peserta.


Dalam sambutannya, Eko Hartono  mengajak para tamu yang hadir dan peserta yang mengkuti pembukaan secara virtual untuk melihat fakta bahwa sebagian masyarakat internasional mempertanyakan apakah benar Islam adalah agama yang membawa ajaran perdamaian.


Sebab, katanya, mereka menyaksikan adanya perilaku dan tindakan yang bertolak belakang dengan ajaran Islam yang rahmatan lil’alamin (rahmat bagi alam semesta), sebagaimana yang terkandung dalam kitab sucinya Al-Quran.


"Mengapa banyak tindakan-tindakan secara universal tidak dapat diterima, apakah itu menabrakkan mobilnya, apakah itu meledakkan dirinya sendiri, apakah menyerang penganut agama lain," kata Eko Hartono di sela sambutannya.


Meski demikian, Kepala Perwakilan RI di Jeddah ini meyakini kalangan warga NU tidak pernah setuju dengan tindakan-tindakan yang merusak citra Islam sebagai agama yang mencintai perdamaian itu.


"PCINU Arab Saudi dengan segala keterbatasannya tetap berkomitmen dengan Al-Qur’an sebagai pedoman untuk mendamaikan dunia, menghadirkan Islam yang sejuk sesuai namanya salam, yang berarti perdamaian, bukan perpecahan, bukan permusuhan, bukan kebencian," imbuh Eko Hartono.


Dalam kesempatan itu ia berharap agar kegiatan tersebut dijadikan sarana untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM), yaitu kemampuan membaca, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an.


"Mari kita meningkatkan lagi, bukan hanya menyelenggarakan, melantunkan, menghafalkan, tapi juga meningkatkan pengamalannya (Al-Qur’an)," pesannya.


Eko Hartono juga meminta PCINU Arab Saudi agar mengevaluasi dan melakukan survei terhadap pelaksanaan Gema Ramadhan, baik dari jumlah peserta, sebaran daerah para peserta dan skala usia, termasuk kualitas penyelenggaraannya.


Mengakhiri sambutannya, Konjen mengapresiasi kebersamaan dan semangat gotong royong yang dibangun Nahdliyin di mana pun berada.


"Masyarakat di sini sangat guyub dan sangat erat silaturrahimnya, tidak saja antar Nahdiyyin tapi juga dengan kelompok lain sebagai satu bangsa dan sesama muslim," pungkasnya.


Editor: Aryudi A Razaq

 

Terkait

Internasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya