Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Mesir Fasilitasi Pertemuan antara Palestina, Israel, dan Hamas

Mesir Fasilitasi Pertemuan antara Palestina, Israel, dan Hamas
Ilustrasi: warga Palestina di tengah puing-puing bangunan yang hancur. (Foto: Reuters)
Ilustrasi: warga Palestina di tengah puing-puing bangunan yang hancur. (Foto: Reuters)

Jakarta, NU Online

Setelah peperangan selama 11 hari antara milisi Hamas dan Israel, Pemerintah Mesir mendorong gencatan senjata sebelum Idul Fitri tiba. Namun, Mesir terus mengupayakan gencatan senjata permanen antara Palestina dan Israel.


Pejabat tinggi Israel dan Mesir sendiri telah terlibat dalam perundingan saat eskalasi yang timbul merujuk pada faksi Palestina, yang berkuasa di Gaza, Hamas.


Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi pun menandai kunjungan kerja resmi pejabat tinggi negara itu ke Mesir dalam 13 tahun terakhir. Di sana dia berbincang dengan koleganya yakni Menlu Sameh Shoukry.


Pemimpin Hamas Ismaeil Haniyeh diduga juga berada di Kairo untuk perundingan. Namun, sejauh ini belum ada detail yang bisa diberitakan.

 


"Kebutuhan untuk membicarakan hal yang spesial sensitif terkait dengan Yerusalem Timur, Masjid Al-Aqsa, dan semua tempat suci Islam serta Nasrani," ujar Shoukry mengonfirmasi pertemuan tersebut seperti dilansir dari Reuters.


Seperti dilansir AFP Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah bertemu dengan kepala intelijen Mesir, Abbas Kamel di Yerusalem untuk mendiskusikan penguatan kerja sama antara kerja sama dan Palestina.


Kamel juga telah bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Ramallah, Tepi Barat, pada Ahad (30/5) kemarin. Dalam pertemuan tersebut, Kamel menyampaikan pesan dari Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi kepada Palestina.

 


Baru-baru ini peperangan terjadi di Jalur Gaza antara pihak Hamas dan tentara Israel. Pemicunya ialah berawal dari pengusiran 28 keluarga Palestina dari lingkungan Sheikh Jarrah, Yerusalem yang dilakukan Israel untuk perluasan pemukiman Yahudi.


Setidaknya 254 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak dan 39 wanita, meninggal dan lebih dari 1.900 terluka dalam 11 hari serangan besar-besaran Israel di Jalur Gaza, menurut otoritas kesehatan Palestina.


Akibat tembakan roket Palestina dari Jalur Gaza, 13 warga Israel juga tewas. Serangan tersebut baru berhenti pada Jumat, 21 Mei di bawah perjanjian gencatan senjata yang diajukan Mesir.


Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Muchlishon

Posisi Bawah | Youtube NU Online