Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

IKA PMII Jember Ungkap Pentingnya Database Alumni

IKA PMII Jember Ungkap Pentingnya Database Alumni
Musik Gambus Iringi Acara Halal bi Halal IKA PMII Jember yang Mengangkat Tema 'Noto Roso, Noto Rogo'. (Foto: NU Online/M Irwan Zamroni)
Musik Gambus Iringi Acara Halal bi Halal IKA PMII Jember yang Mengangkat Tema 'Noto Roso, Noto Rogo'. (Foto: NU Online/M Irwan Zamroni)

Jember, NU Online


Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) adalah bagian penting dari Nahdlatul Ulama (NU). Artinya, ranah perjuangan dari IKA PMII akan selalu beriringan dengan perjuangan NU. Meski PMII fokus pada wilayah kemahasiswaan, kontribusi PMII akan kembali kepada masyarakat dan NU itu sendiri.

 

Demikian disampaikan oleh Achmad Hadinuddin dalam acara Halal bi Halal Pengurus Cabang  (PC) IKA PMII Kabupaten Jember yang diselenggarakan di Djo’s Café House, Patrang, Jember, Selasa malam (8/6).

 

“Halal bi halal ini menjadi forum penting untuk silaturahim bagi semua kader PMII, terlebih juga guna membangun nilai keluhuran antar generasi yang saat ini tengah menjalankan tugas dan cita perjuangan organisasi,” kata Hadinuddin yang juga Ketua PC IKA PMII Jember.

 

Hadi menambahkan, melalui agenda tersebut, para kader yang hadir bisa saling bertemu untuk membangun kebersamaan dan hubungan emosional yang lebih erat, terlebih belakangan ini komunikasi yang dibangun hanya sebatas melalui media sosial yang cenderung mengedepankan ego masing-masing.

 

“Komunikasi melalui media cenderung tidak harmonis karena terkadang kita dibenturkan dengan ego dan fikiran. Maka harmonisasi dalam agenda halal bi halal ini yang kemudian menjadi penting untuk dilakukan,” jelas Hadinuddin kepada NU Online.

 

Dengan mengangkat tema kegiatan ‘Noto Roso, Noto Rogo’, menurut Hadi tema tersebut diambil untuk senantiasa mengingatkan kepada kader PMII bahwa semuanya mempunyai rasa yang sama untuk memperjuangkan cita-cita yang sudah dicanangkan oleh para pendiri PMII.

 

“Kita harus mendukung keberlangsungan hidup bangsa yang harmonis, damai, dan toleransi. Termasuk juga menjunjung tinggi nilai akhlakul karimah sesuai dengan Nilai Dasar Pergerakan (NDP), serta menyelaraskan motto PMII yaitu Dzikir, Fikir dan Amal Saleh,” tegasnya lagi.

 

Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Cak Hadi ini menilai, kondisi PMII di Kabupaten Jember telah terbangun dengan baik, semua sadar bahwa kita harus saling melindungi, melengkapi, dan menanamkan sikap menghormati antara satu dengan yang lain.

 

“Tidak ada kesuksesan yang bisa diraih secara pribadi, semua pasti membutuhkan pertolongan orang lain. Kita tidak boleh membangun fikiran negatif antar kader, sehingga kita bisa saling mendukung, keahlian, kelebihan, dan kecakapan yang dimiliki oleh masing-masing kader,” ujarnya.

 

Dia menambahkan, banyaknya kader di IKA PMII Jember yang telah meraih gelar sarjana, magister, doktor hingga professor. Menjadi kelebihan tersendiri untuk memperkuat organisasi.

 

“Kader-kader PMII yang fokus di bidang akademisi ini akan terus tumbuh dan kehadirannya menjadi penting untuk mempertajam ranah perjuangan organisasi untuk kepentingan umat,” tegas Hadi yang juga anggota DPRD Jawa Timur.

 

Di kesempatan yang sama, Prof Kiai Harisudin, alumni PMII yang juga Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pelatihan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur dalam tausiahnya menyebutkan, perihal ‘Noto Roso’ (menata rasa), adalah untuk menguatkan bagaimana kita memuliakan manusia.


“Barusan kita telah mendoakan dan tahlil bersama untuk alumni PMII yang telah mendahului kita,” ujar Prof Kiai Harisudin yang juga Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

 

Selain itu, kata dia, apapun kondisinya kita harus tetap menjalin silaturahim dan mendata para alumni PMII yang tersebar di seluruh penjuru dunia untuk melihat sejauh mana suksesnya para alumni PMII. Cara-cara itulah yang mestinya dibangun di dalam PMII untuk menguatkan sikap kemanusiaan kita.

 

“Harus ada database alumni PMII. Dengan itu, nanti kita akan melihat berapa banyak alumni yang telah menjadi doktor, professor, politisi, pengusaha dan profesi mulia lainnya, sehingga kita tau sektor apa saja yang bisa kita distribusikan untuk kader alumni PMII,” ungkap Prof Kiai Harisudin yang juga Pengasuh PP Darul Hikam Mangli Jember.

 

Kontributor: M Irwan Zamroni
Editor: Aiz Luthfi

Posisi Bawah | Youtube NU Online