Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

H Faidhol Mannan, Tokoh Pagar Nusa Jatim Itu Wafat

H Faidhol Mannan, Tokoh Pagar Nusa Jatim Itu Wafat
H Faidhol Mannan paling kanan (Foto: NU Online/Aryudi AR)
H Faidhol Mannan paling kanan (Foto: NU Online/Aryudi AR)

Situbondo, NU Online
Mendung duka bergelayut di langit Situbondo, Jawa Timur. Pasalnya, salah satu putra terbaiknya, H Faidhol Mannan kembali ke haribaan Allah, Ahad (20/6) siang.


Wafatnya tokoh Pagar Nusa ini cukup mengejutkan masyarakat dan warga Pagar Nusa Jawa Timur. Sebab kondisi H Faidhol biasa-biasa saja. Ia hanya kadang mengeluh dadanya sesak. Tidak ada tanda-tanda dia akan pergi untuk selamanya.


“Bahkan pagi sesudah subuh, menurut penuturan istrinya, dia masih segar-bugar,” ujar Wakil Ketua Pengurus Cabang (PC) Pagar Nusa Situbondo, Mahrito di sela-sela penguburan jenazah H Faidhol, Ahad (19/6) sore.


Ia dimakamkan di tanah kelahirannya sekaligus tempatnya berdomisili selama ini, yaitu Desa Mimbaan Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo.


Almarhum H Faidhol pernah menjadi Ketua Pengurus Wilayah (PW) Pagar Nusa Jawa Timur selama dua periode. Setelah itu, ia menjadi Majelis Pendekar PW Pagar Nusa Jawa Timur. Walaupun begitu, ia masih menjabat sebagai Ketua PC Pagar Nusa Situbondo hingga akhir hayatnya.


“Karena belum ada penggantinya, maka beliau tetap kami pakai, apalagi Kiai Cholil As’ad juga menginginkan begitu karena pertimbangan tipisnya stok pengganti,” jelas Mahrito.


Tugas itu pun dijalaninya dengan sungguh-sungguh. Loyalitasnya tinggi. Semangatnya tetap menggebu untuk membina dan melahirkan pesilat-pesilat NU yang andal. Dengan umur yang sudah agak senja, dia masih semangat untuk keliling mengikuti dan memberi arahan dalam kegiatan Pagar Nusa


“Ia terus berkeliling untuk melatih dan membina pesilat-pesilat NU, bahkan dalam waktu dekat ia dijadwalkan melantik Pengurus Pagar Nusa Kecamatan  Banyuptih. Anggotanya sudah 80 orang. Tapi apa boleh buat, ia keburu dipanggil Allah,” jelas Mahrito.


H Faidhol cukup lama nyantri dan berguru langsung kepada KH As’ad Syamsul Arifin di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Di pesantren tersebut, H Faidhol muda pernah mengabdi sebagai tukang sapu.


“Saat mengabdi itu, H Faidhol pernah dicabut dua helai rambutnya oleh Kiai As’ad. Mungkin itu tanda-tanda bahwa H Faidhol akan jadi tokoh,” ungkap Mahrito.


Di tempat terpisah, Ketua PC Pagar Nusa Jember, H Fathorrozi menyatakan bahwa mendiang H Faidhol adalah figur yang cukup konsisten dalam membina pesilat. Tidak hanya itu, ia juga dikenal sebagai sosok yang mudah bergaul dan humoris.


“Setiap ketemu beliau pasti ada saja bahan yang bikin kita ketawa,” ucapnya.


H Faidhol meninggal dunia dalam usia 56 tahun. Meski dia telah pergi, namun jasanya tak akan pernah tenggelam oleh gelombang kehidupan. Pada saatnya kelak, generasi muda hasil tempaannya akan tampil sebagai sosok pesilat yang tangguh sekaligus berakhlak mulia.


Pewarta: Aryudi A Razaq
Editor: Muhamamd Faizin

Posisi Bawah | Youtube NU Online