Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Masjid Terbesar di Kalbar Tiadakan Shalat Idul Adha

Masjid Terbesar di Kalbar Tiadakan Shalat Idul Adha
Masjid Raya Mujahidin. (Foto: Istimewa)
Masjid Raya Mujahidin. (Foto: Istimewa)
Pontianak, NU Online
Kota Pontianak menjadi salah satu daerah yang memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Hal ini berdasarkan instruksi Mendagri Nomor 19/2021 tentang PPKM Darurat dengan memperluas daerah PPKM Darurat hingga ke luar Pulau Jawa Bali sebagai respons atas meningkatnya laju kasus Covid-19.
 
Kalimantan Barat adalah salah satu provinsi yang masuk dalam kebijakan ini dengan 2 (dua) kota zona merah, yakni Kota Pontianak dan Kota Singkawang. PPKM darurat di dua kota tersebut mulai berlaku dari tanggal 12 sampai 20 Juli 2021.
 
Karena hal itu, beberapa masjid di kota Pontianak termasuk Masjid Raya Mujahidin yang merupakan masjid terbesar di Kalimantan Barat ini tidak melaksanakan shalat Idul Adha berjamaah di masjid, sebagaimana disampaikan oleh Ketua Pengurus Masjid Raya Mujahidin, Syarif Khomaruzzaman.
 
“Kami menginformasikan peniadaan Sholat Idul Adha tahun 2021 di Masjid Raya Mujahidin Pontianak Kalimantan Barat, dengan memperhatikan surat edaran dari Mentri Agama No.17/2021. Tentang peniadaan sementara peribadatan di tempat ibadah dan malam takbiran” jelasnya, Senin (19/7). 
 
Sementara untuk pemotongan daging kurban tetap dilaksanakan. Ketua Panitia Pemotongan Hewan Qurban, Kasri mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan pada Selasa 20 Juli 2021 dan Rabu 21 Juli 2021.
 
“Untuk hari Selasa itu pemotongan kambing, selesai waktu selesai shalat Idul Adha sekitar pukul 09.00 WIB. Sementara pemotongan sapi itu kita hari Rabu pukul 01.00 WIB,” ujar Kasri, Ahad (18/7). 
 
Kasri menjelaskan pihaknya sudah melakukan persiapan untuk penyelenggaran kurban di halaman masjid Mujahidin, dan masyarakat tidak diperkenankan untuk mengambil daging kuran, karena daging kurban akan diantar oleh panitia pelaksana yang sudah dipersipakan sebanyak 80 panitia.
 
“Ini termasuk bagaimana mempersiapkan protokol kesehatan panitia bekerja, sarung tangan, tempat cuci tangan, masker, nah nanti daging kurban kami antar ke rumah-rumah, warga tidak boleh datang ke masjid untuk ambil daging sendiri," jelasnya.
 
Masjid Raya Mujahidin menjadi titik pusat masyarakat melakukan kegiatan keagamaan, baik peribadatan seperti Hari Raya Kurban. Termasuk tempat kegiatan sholawat bersama Habib Syekh bin Abdul Qodri Assegaf. Sebelum pandemi sholawat tersebut rutin setiap tahun dilaksanakan di Masjid yang di resmikan Jokowi ini. 
 
Kontributor: Siti Maulida
Editor: Syamsul Arifin
Posisi Bawah | Youtube NU Online