Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

Nyai Tho'ah KHAS Kempek Anjurkan Baca Doa Ini pada Hari Asyura

Nyai Tho'ah KHAS Kempek Anjurkan Baca Doa Ini pada Hari Asyura
Pengasuh Pesantren Putri KHAS Kempek, Nyai Hj Tho'atillah Ja'far Aqil. (Foto: Facebook/Tho'ah Ja'far)
Pengasuh Pesantren Putri KHAS Kempek, Nyai Hj Tho'atillah Ja'far Aqil. (Foto: Facebook/Tho'ah Ja'far)

Jakarta, NU Online
Hari Asyura yang jatuh pada setiap tanggal 10 Muharram merupakan momentum istimewa bagi umat Islam. Pada Muharram 1443 H, hari Asyura akan jatuh pada hari Kamis, 19 Agustus 2021. Mengenai hal ini, Pengasuh Pondok Pesantren Putri KHAS Kempek, Cirebon, Jawa Barat, Nyai Hj Tho'atillah Ja'far Aqil menjelaskan beberapa keutamaan pada hari Asyura.

 

"Keutaman hari Asyura adalah hari di mana Allah melipatgandakan setiap amalan baik yang dilakukan hamba-Nya. Maka tidak heran jika di hari itu umat Islam banyak menggelar kegiatan-kegiatan amal dengan berbagi kepada kalangan yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim-piatu," kata Nyai Tho'ah lewat pesan digital kepada NU Online, Jumat (13/8).

 

Ia menjelaskan, seperti umumnya di beberapa daerah lain, Pesantren KHAS Kempek juga mengadakan kegiatan bersedekah kepada para santri yatim dan para tetangga yang juga yatim, dengan mengumpulkan santri berusia 15 tahun ke bawah. Sementara untuk santri yang bukan yatim, biasanya mereka saling berbagi jajan kecil-kecilan.

 

"Atau, berkunjung ke tetangga yang sedang sakit.” jelas putri sulung KH Ja’far Shodiq Aqil Siroj ini.

 

Nyai Tho`ah kemudian mengutip sabda Rasulullah yang tertuang dalam kitab Tanbihul Ghafilin: Barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim (menyantuni/menyayangi) pada hari Asyura (10 Muharram), maka Allah akan angkat derajatnya sebanyak rambut anak yatim tersebut yang terusap oleh tangannya.

 

Menurut penuturannya, tradisi usap rambut itu juga dilakukan di lingkungan Kempek, dengan  pembagian waktu yang berbeda. “Iya, kegiatan itu ada. Dilakukan ba’da dzuhur atau setelah ashar sebelum maghrib,” tutur Perempuan yang aktif di Majelis Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) itu.

 

Nyai Tho`ah juga mengutip keterangan dalam Kitab I’anatut Tholibin yang menyebutkan ada 8 macam amalan lain yang dianjurkan pada harı Asyura, yaitu: melaksanakan shalat tasbih, mandi di hari Ayura berfaedah terbebas dari penyakit selama satu tahun, mengunjungi orang ‘alim, menggunakan celak mata, memotong kuku, membaca surat Al-Ikhlas 1.000 kali, silaturrahim, dan berziarah ke orang shalih.

 

Selain itu, Nyai Tho'ah juga menganjurkan untuk memperbanyak dzikir di hari Asyura, diantara dzikir yang dianjurkan adalah dengan membaca:

 

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ, نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْر

 

Do’a ini dibaca ba’da maghrib sebanyak 70 kali.

Usai membaca doa tersebut kemudian diteruskan dengan membaca doa ini:


    ‏ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّينِ. وَصَلَى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ خَلْقِهِ وَ عَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهْ وَسَلَّم. سُبْحَانَ الله الْمِلَأَ الْمِيْزَان  وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَي وَزِنَةَ الْعَرْشِ. وَالْحَمْدُ ِللهِ مِلَأَ الْمِيْزَانِ  وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَي وَزِنَةَ الْعَرْشِ. والله أكبر  مِلَأَ الْمِيْزَانِ  وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَي وَزِنَةَ الْعَرْشِ. لاَ مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَي مِنَ اللهِ اِلاّ إِلَيْهِ.  سُبْحَانَ الله عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ  وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا . وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ الشَّفْعِ  وَالْوَتْرِ  وَعَدَدَ كَلِمَاتَ اللهِ التَامَّاتِ كُلِّهآ .وَالله أَكْبَر عَدَدَ الشَّفْعِ  وَالْوَتْرِ  وَعَدَدَ كَلِمَاتَ اللهِ التَامَّاتِ كُلِّهآ
نَسْأَلُكَ السَّلَامَةَ بِرَحْمَتِكَ ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَلاَ حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْم, إِقْضِ حَوَا ئِجَنَا  وَحَوَا ئِجِ جَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ. وَيَا قَا ضِيَ الحَاجَات  وَيَا دَفِعَ السَيِّئَات ياَ حَيُّ يَا قَيُّوْم  ياَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَام, مَا لِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ . إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ ِإِهْدِ نَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمِ  صِرَاطَ الًّذِيْنَ  أَنْعَمْتَ عَلَيْهَمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ  وَلاَ الضَّالِّيْن . تَوَفَّنَا  مُسْلِمِيْن  وَأَلْحِقْنَا بِالصَّالِحِيْن. وَصَلَى اللهُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَألِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ. وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

 

“Doa itu dibaca 7 kali di hari Asyura, itu jauh lebih sakral apabila dibarengi dengan puasa,” pungkasnya. 


Kontibutor: Syifa Arrahmah
Editor: Aiz Luthfi

Terkait

Nasional Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya