Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

Rais PCNU Sukoharjo: Islam Agama Ramah dan Universal

Rais PCNU Sukoharjo: Islam Agama Ramah dan Universal
Ilustrasi Islam agama ramah dan universal. (Foto: Dok. NU Online)
Ilustrasi Islam agama ramah dan universal. (Foto: Dok. NU Online)

Surakarta, NU Online
Rais Syuriyah PCNU Sukoharjo, KH Abdullah Faishol, menyampaikan bahwa Islam merupakan agama yang memiliki nilai universal, memegang pandangan hidup persamaan, keadilan, kebebasan, dan kehormatan.


Hal tersebut disampaikannya saat didaulat menjadi narasumber webinar nasional bertajuk Eksistensi Budaya Jawa di Tengah Era Disrupsi: antara Tantangan dan Harapan.


Kegiatan yang diinisiasi oleh Prodi Kajian Budaya Sekolah Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ini digelar secara virtual, Sabtu (4/9). 


Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta tersebut juga menyebut, Islam memiliki konsep teosentrisme humanistik sebagai nilai inti dari seluruh ajaran Islam.


“Konsep universal ini tercermin dari Islam rahmatan lil alamin. Sama halnya dengan filosofi budaya Jawa yang berbunyi Memayu Hayuning Bawono,” jelas Kiai Faishol. 


Kiai sekaligus budayawan ini juga memaparkan, Islam merupakan agama ramah yang dapat mengakomodir budaya yang berkembang di tengah masyarakat, serta dapat menerima budaya lokal yang belum ada di masa Nabi Muhammad SAW.


“Maka, ada kaidah al-'adatu muhakkamah (adat istiadat bisa menjadi hukum), mengakomodir budaya-budaya masyarakat yang berkembang dan berbeda-beda warnanya,” tambah Kiai Faishol. 


Kiai Faishol mencontohkan zakat yang menggunakan beras, bentuk-bentuk rumah ibadah yang berbeda-beda di setiap negara, dan juga cara menutup aurat. “Menutup aurat itu perintah syariat. Namun, penutup aurat itu produk kebudayaan setempat,” lanjutnya.


Tak hanya itu, menurut Kiai Faishol, Islam juga dapat mengubah dan merekonstruksi budaya. “Contoh, tujuan berziarah kubur yang mulanya meminta kepada orang yang sudah meninggal, kini menjadi mendoakan. Ini bentuk rekonstruksi budaya,” paparnya. 


Mengakhiri paparan, kiai jebolan Pesantren Krapyak Yogyakarta ini menyampaikan bahwa mayoritas kebudayaan Jawa sejalan dengan nilai-nilai agama Islam.


Webinar yang dipandu oleh Mubtadin ini juga menghadirkan beberapa narasumber. Di antaranya Dosen Kajian Budaya UNS Prof Bani Sudardi yang memaparkan Tantangan Budaya di Era Disrupsi. Selain itu, Dosen Universitas Veteran Bangun Nusantara Prof Agus Efendi yang memaparkan soal Ruwatan.


Pantauan NU Online, webinar yang juga disiarkan langsung di kanal YouTube Sekolah Pascasarjana UNS ini diikuti ratusan warganet dan berlangsung meriah hingga berakhirnya acara.


Kontributor: Nila Zuhriah
Editor: Musthofa Asrori

Terkait

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya