IMG-LOGO
Warta

Tingkat Pengangguran di Arab Terburuk Sedunia

Kamis 24 Juli 2008 14:19 WIB
Bagikan:
Tingkat Pengangguran di Arab Terburuk Sedunia
Kairo, NU Online
Pengangguran di negara-negara Arab merupakan yang terburuk di dunia, ungkap Organisasi Buruh Arab (ALO). Laporan tersebut membuat Sekretaris Jendral Liga Arab, Amr Mussa, Kamis, segera memperingatkan bahwa hal ini "sangat berbahaya".

Tingkat pengangguran yang mencapai 66 persen di sejumlah negara Arab menunjukkan bahwa ada penurunan dalam sistem pendidikan dan hal ini memerlukan tindakan darurat segera, kata Mussa.<>

"Menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan keterampilan manusia akan menghasilkan investasi lebih besar dan keterbukaan bagi dunia," kata Mussa saat peluncuran laporan ALO di Kairo.

Laporan yang berjudul "Tenaga Kerja dan Pengangguran di Negara-negara Arab: ke Arah Kebijakan dan Mekanisme Efektif" itu menyatakan, tingkat pengangguran umum di negara-negara Arab melampaui 14 persen, yang berarti kawasan Arab memiliki lebih dari 17 juta orang yang menganggur.

Pengangguran di kalangan pemuda Arab diperkirakan mencapai 25 persen, kata laporan itu, sementara pada wanita mencapai lebih dari 23 persen.

Laporan itu menyebut tingkat pengangguran di negara-negara Arab sebagai yang terburuk di dunia, dan mengingatkan bahwa angka itu akan menjadi semakin buruk kecuali jika langkah-langkah penting diambil.

Ahmed Luqman, Direktur Jendral ALO, mengatakan, langkah pertama yang perlu diambil adalah memperbaiki keterampilan mereka yang akan memenuhi kebutuhan bursa kerja.(ant)
Bagikan:
Kamis 24 Juli 2008 20:1 WIB
GERAK ULAMA DAN POLITIK AGRARIA
Keberislaman Terbaik adalah Menyediakan Pangan
Keberislaman Terbaik adalah Menyediakan Pangan
Jakarta, NU Online
Keberislaman terbaik atau perbuatan paling mulia yang dilakukan oleh umat Islam adalah menyediakan makanan (ith’amut tho’am) untuk orang lain yang membutuhkan. Selanjutnya barulah memelihara hubungan dengan damai dan tanpa permusuhan.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas’udi saat berbicara dalam Bedah Jurnal Taswirul Afkar bertajuk ”Gerak Ulama dan Politik Agraria” di ruang pertemuan kantor PBNU, Jakarta, Kamis (24/7), yang dihadiri oleh beberapa organisasi pertanian dan para pakar.<>

Acara tersebut merupakan hasil kerja sama Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU yang menerbitkan jurnal Taswirul Afkar dan Serikat Petani Indonesia (SPI) yang sedang merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10.

Masdar mengatakan, wacana tentang pemenuhan hak rakyat atas pangan atau kedaulatan pangan saat ini jarang dibicarakan oleh para agamawan. Dikalangan NU sendiri yang sempat memerjuangkan terbitnya Undang Undang No. 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria, wacana itu semakin menurun.

”Diakui memang NU kurang tenaga profesional di bidang itu, meskipun sebagian besar warganya adalah petani. Maka NU sangan welcome kepada yang peduli masalah ini,” katanya di hadapan SPI dan beberapa organisasi pertanian yang hadir.

Ketua Umum SPI Hendri Saragih menanggapi, interaksi SPI dan organisasi pertanian lainnya dengan NU sangat penting dalam menyelamatkan pangan dan agraria. ”Kita berani berhadapan dengan pihak internasional, tapi kita tidak berani dengan ulama,” katanya.

Pada kesempatan itu Guru Besar Teknologi Pertanian Universitas Gajah Mada UGM Prof. Dr. Mohammad Maksum mengingatkan, ulama menjadi benteng terakhir untuk menyelamatkan sektor pertanian di Indonesia.

”Kita sudah tidak bisa berharap pada akademisi. Kita hanya berharap pada ulama. Situasi nasional dan global yang memojokkan petani bukanlah masalah bagi yang optimis, pro kedaulatan dan anti impor,” kata Maksum yang juga Wakil Ketua PWNU Yogyakarta. (nam)
Kamis 24 Juli 2008 19:14 WIB
MUI Tempati Gedung Baru Seharga Rp.8,9 Miliar
MUI Tempati Gedung Baru Seharga Rp.8,9 Miliar
Jakarta, NU Online
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat akan menempati gedung baru yang terletak di Jalan Proklamasi Jakarta Pusat. Pembangunan gedung baru itu menelan dana sekitar Rp 8,9 miliar.

Peresmian sekaligus penyerahan gedung baru itu dilakukan oleh Menteri Agama (Menag) Muhammad Maftuh Basyuni, Kamis (24/7), dihadiri Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara(Menpan) Taufik Efendi, Wakil Ketua DPR RI AM Fatwa, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto, mantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas dan sejumlah duta besar negara sahabat.<>

Usai penandatanganan peresmian, Wakil Ketua MUI Prof. Din Syamsudin mengatakan sangat berterima kasih atas kebaikan hati pemerintah membangunkan gedung berlantai empat di lokasi strategis itu.

Namun ia masih berharap pemerintah masih tetap memberi perhatian terhadap kebutuhan kelengkapan kantor tersebut, seperti masjid yang masih memungkinkan didirikan di halaman belakang kantor tersebut.

Maftuh mengatakan, MUI yang bediri pada 17 Rajab 1395 atau 26 Juli 1975, punya peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia yang penduduknya mayoritas Muslim, antara lain menjaga kepentingan umat Islam dengan tidak menonjolkan kepentingan golongan dan kelompok.

Keberadaan MUI, katanya, tetap punya peran penting sebagai penampung berbagai persoalan umat dan kemudian mencarikan pemecahannya.

"Bahasa yang digunakan oleh ulama ketika merespon berbagai persoalan yang muncul silih berganti dalam kehidupan umat dan negara, tentu saja bukan bahasa politik dan kekuasaan, melainkan bahasa amar ma`ruf nahi munkar," kata Maftuh Basyuni.

Para ulama dalam menjalankan fungsi dan perannya tersebut, katanya, tidak berjalan sendiri. Melainkan sebagaimana ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam hadist, "Ada dua golongan di antara umat manusia, apabila keduanya baik, maka baiklah seluruh umat manusia. Dan, apabila kedua golongan itu rusak, maka rusak pulalah umat manusia, yaitu ulama dan umara."

Dalam kaitan itu ia menyampaikan penghargaan kepada MUI sejak beridi hingga kini menjalankan fungsinya dengan baik. Tugas yang tidak ringan adalah menjaga muru`ah, kewibawaan dan independensi MUI. Maftuh pun minta seluruh umat Islam agar menghormati kedudukan dan fungsi MUI.

MUI adalah lembaga yang independen, sementara fasilitasnya diperoleh dari pemerintah. Kendati begitu tidak berarti tak mengurangi kemandirian MUI sebagai lembaga yang harus mandiri dan independen di dalam sikap, pandangan dan fatwa-fatwanya.

MUI menempati kantor pertama di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru. Kemudian pindah ke kompleks masjid Istiqlal. "Saya harapkan gedung yang dibangun menggunakan dana APBN dapat digunakan secara optimal," harap Maftuh. (dpg/nam)
Kamis 24 Juli 2008 18:50 WIB
Lafaz "Allah" di Sepotong Daging di Nigeria
Lafaz
Nigeria, NU Online
Baru-baru ini, Nigeria dihebohkan oleh sepotong daging yang memuat tulisan Allah. Para pengunjung datang berduyun-duyun ke sebuah restoran di Nigeria Utara untuk melihat potongan-potongan daging yang menurut pemilik restoran itu bertuliskan Allah.

Apa yang terlihat seperti tulisan Arab untuk Allah dan nama Nabi Muhammad ditemukan di potongan-potongan daging sapi oleh seorang pelanggan di Birnin Kebbi.<>

Ketika dia hendak menyantap hidangan, tiba-tiba di melihat otot di dalam potongan daging itu yang mengeja tulisan Allah, demikian menurut pemilik restoran tersebut.

Setelah peristiwa itu, pemilik restoran meneliti potongan daging yang lain di dapur dan dia menemukan tiga potong daging lagi yang memuat nama Allah.

Daging itu direbus dan kemudian digoreng sebelum disajikan, demikan pemilik restoran bernama Kabiru Haliru kepada koran Weekly Trust.

"Ketika tulisan-tulisan itu ditemukan, disini ada beberapa ulama Islam yang sedang bersantap dan mereka semua mengatakan bahwa itu adalah pertanda yang menunjukkan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar bagi umat manusia," kata Kabiru Haliru seperti dikutip oleh BBC (24/7).

Restauran itu masih menyimpan potongan-potongan daging untuk dilihat oleh para pengunjung.

Ribuan orang sudah datang ke restoran itu untuk melihat sejak potongan-potongan daging itu ditemukan.

Seorang dokter hewan mengatakan kepada surat kabar Weekly Trust, tulisan itu "mengalahkan penjelasan ilmiah".

"Kalau hanya satu potongan daging yang ditemukan, barulah mencurigakan, tetapi dengan keadaan ini, tidak ada penjelasan," kata Dokter Yakubu Dominic. (bbc/atj)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG