IMG-LOGO
Warta

Menag: Yang Nakal Mengurus Haji, Saya “Sikat”


Jumat 19 September 2008 05:40 WIB
Bagikan:
Menag: Yang Nakal Mengurus Haji, Saya “Sikat”
Purwokerto, NU Online
Menteri Agama (Menag) Maftuh Basyuni menegaskan dirinya akan bekerja keras untuk penyelenggaraan ibadah haji yang bersih dan jujur. Dirinya tidak menampik ada anggapan masyarakat bahwa penyelenggaraan haji menjadi lahan korupsi.

Dalam acara temu kangen dengan beberapa rekannya di Purwokerto, Rabu (17/9) malam, Menag bercerita, ketika ia baru menjadi menteri banyak pegawainya malu menggunakan nomor induk pegawai (NIP) 15. Pasalnya, label sebagai pegawai korup amat kental.<>

Memang ada pihak yang ingin memperbaiki pelaksanaan ibadah haji, tapi yang terjadi justru memperkeruh. Hingga kini, hal itu masih dirasakan. Masih banyak orang berpendapat miring dengan Depag tentang pelaksanaan haji.

Menurut Menag, masih ada oknum yang mau berbuat nakal dalam upaya memperbaiki pelaksanaan ibadah haji. Hal ini tak akan dibiarkan, karena dapat menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. "Jika ada yang macam-macam, saya sikat," kata Menag.

Dikatakan Menag, tugas penyelenggaraan ibadah haji menjadi barometer dan citra departemen yang dipimpinnya. Pada awal menjadi Menag, katanya, dalam pelaksanaan ibadah haji banyak dijumpai "setan" yang memperjualbelikan kuota.

Ada oknum melakukan intervensi dalam organisasi pelaksanaan ibadah haji dan membuat laporan ke Presiden bahwa `tamu-tamu Allah` dipersulit ke tanah suci.

Dikatakannya, urusan `tamu Allah` sebetulnya bukan urusan Depag, karena tanggung jawabnya kepada Allah pula. Namun jika pelaksanaan ibadah haji ada yang menghambat, itu menjadi tanggung jawab Depag.

Menag menambahkan, Depag ingin sukses melaksanakan penyelenggaraan ibadah haji, maka harus memiliki keberanian menegakkan aturan. Sekali aturan dilanggar, maka seterusnya akan menemui hambatan. "Dalam keadaan seperti itu, memang kita jadi tak populer," katanya. (dpg/nam)
Bagikan:
IMG
IMG