IMG-LOGO
Trending Now:
Warta

Peringati Hari Pangan Sedunia, Ribuan Petani Turun ke Jalan

Jumat 17 Oktober 2008 5:39 WIB
Bagikan:
Peringati Hari Pangan Sedunia, Ribuan Petani Turun ke Jalan
Jakarta, NU Online
Sekitar 5.000 petani turun ke jalan memperingati Hari Pangan Sedunia, 16 Oktober kemarin. Para petani mendatangi Istana Negara Jakarta, Gedung DPR/MPR, dan bundaran Hotel Indonesia.

Para petani tergabung dalam organisasi-organisasi tani, serikat pekerja, lembaga swadaya msyarakat (LSM), serta aktivis anti utang dan imperialisme.<>

“Hari Pangan Sedunia, 16 Oktober 2008 ini memperlihatkan bahwa petani kecil dari seluruh Indonesia akan tetap bersatu di tengah cerai-berainya pemerintah neo-liberal dan perusahaan transnasional serakah yang hancur lebur karena krisis pangan dan krisis finansial global,” kata Henry Saragih, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI).

Aksi besar-besaran itu juga diramaikan dengan arak-arakan boneka singa yang ditumpangi seorang petani dan diusung 4 orang. Sekitar 10 orang menari-nari mengelilingi boneka itu.

Massa tumpah di sepanjang Jalan Thamrin. Arus lalu lintas tampak tersendat. Massa kini mulai cair dan bergerak ke Gedung DPR dengan menumpang bus, truk, mobil dan motor.

Bersamaan dengan Hari Pangan Sedunia tahun 2008 ini, di tingkat internasional SPI juga berkumpul bersama 600 delegasi petani dari seluruh dunia dalam Konferensi Kelima La Via Campesina. Konferensi Kelima ini diadakan di Maputo, Mozambik, Afrika. (nam)
Bagikan:
Jumat 17 Oktober 2008 22:37 WIB
Indonesia Jaman Sekarang Produksi Pornografis Tak Terkendali
Indonesia Jaman Sekarang Produksi Pornografis Tak Terkendali
Jakarta, NU Online
Produksi dan distribusi materi pornografis di Indonesia sudah tak terkendali, bahkan dengan mudah dikonsumsi anak-anak, kata Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta seraya menegaskan Undang-Undang Pornografi (UUP) diperlukan.

Jika pembahasan RUU Pornografi makin diulur maka pelakunya akan makin senang karena industri pornografi tidak ada yang mengatur, kata putri proklamator Bung Hatta itu di Jakarta, Kamis, saat melakukan pertemuan dengan masyarakat pendukung Rancangan UUP yang diprakarsai Aliansi Selamatkan Anak Indonesia.<>

Meutia mengatakan, meski sekarang ini banyak materi pornografi beredar di masyarakat namun polisi tidak bisa menangkap pelaku atau produsennya karena belum ada UU yang mengatur.

"Pengaturan diperlukan untuk membuat tatanan masyarakat yang baik. Akhlak mulia tidak termakan materi pornografi," kata Menneg PP yang lalu menambahkan bahwa Indonesia kini merupakan negara kedua pemasok terbesar materi pornografi.

Menjawab pertanyaan peserta apakah UU Pornografi juga nantinya akan melarang orang berciuman di tempat umum atau beradegan cium yang ditayangkan film atau televisi, Meutia mengatakan bahwa ciuman itu dapat digolongkan dua macam, ada ciuman erotis dan ada pula ciuman kasih sayang.

"Kalau sekedar `cipika-cipiki` (cium pipi kanan, cium pipi kiri) tidak, tapi yang tidak boleh adalah ciuman penuh nafsu," ujar istri pengamat ekonomi Prof. Sri Edi Swasono ini.(ant)
Jumat 17 Oktober 2008 17:57 WIB
Penting Lindungi Generasi Muda dari Narkoba
Penting Lindungi Generasi Muda dari Narkoba
Jakarta, NU Online
Demi keselamatan bangsa di masa mendatang, perlindungan generasi muda terhadap bahaya Narkoba sangat penting. Kerjasama antar berbagai fihak mutlak dilakukan agar upaya tersebut berhasil mengatasi ancaman narkoba yang kini telah menjangkau pelosok negeri.

Demikian dikatakan oleh Ketua PBNU Prof Dr Ridwan Lubis dalam penutupan pelatihan peningkatan skill bagi guru pesantren yang diselenggarakan oleh Lembaga Pelayanan Kesehatan Nahdlatul Ulama (LPKNU) di Jakarta 13-17 Oktober 2008.<>

“Dalam hal ini, peran IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) sangat penting dalam mensosialisasikan bahaya narkoba,” katanya dihadapan perwakilan 35 pesantren yang mengikuti pelatihan ini.

Ia berharap kerjasama yang telah dijalin antara PBNU, The Colombo Plan dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dapat terus ditingkatkan mengingat ancaman tersebut semakin nyata.

“Apa yang telah dilakukan terhadap 35 pesantren selama 5 hari ini ini belum memadai dibandingkan dengan jumlah pesantren yang mencapai ribuan di Indonesia,” tandasnya.

Keterlibatan para guru pesantren ini menurutnya sangat penting karena mereka mampu berbicara dengan bahasa pesantren untuk menyampaikan sesuatu dalam lingkungan pesantren. “Kalau orang luar tentu susah,” tandasnya.

Sementara itu Sekretaris Jenderal The Colombo Plan Ms Patricia Yoon-Moi Chia menjelaskan menjelaskan pelatihan ini dirancang untuk menumbuhkan sikap kemandirian dan kepercayaan diri pada para santri sehingga mereka mampu menghadapi godaan untuk menggunakan narkoba.

Beberapa materi yang diberikan diantaranya adalah kepemimpinan, pengambilan keputusan, komunikasi, kepercayaan diri dan lainnya. Pasca pelatihan ini, mereka diharapkan mampu untuk menyebarluaskan pengetahuan yang telah mereka perolah kepada lingkungan pesantren tempat mereka mengabdi.

Patricia berpendapat meskipun dalam pesantren dibekali dengan pengetahuan agama yang memadai, tetapi masih diperlukan pengetahuan tentang narkoba karena ancaman untuk menjadi pemakai narkoba tetap ada.

Program kerjasama penanggulangan narkoba dengan PBNU ini sudah berjalan sejak 2005 lalu atau sudah berjalan selama 3 tahun. Saat ini sedang dilakukan evaluasi untuk kelanjutannya. (mkf)
Jumat 17 Oktober 2008 16:55 WIB
Gus Dur Tetap Dipertimbangkan Sebagai Capres PKB
Gus Dur Tetap Dipertimbangkan Sebagai Capres PKB
Semarang, NU Online
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tetap akan mempertimbangkan Ketua Dewan Syura DPP PKB, K.H. Abdurrahman Wahid atau lebih akrab disapa Gus Dur, untuk dicalonkan sebagai presiden yang diusung partai ini dalam Pemilu 2009.

"Gus Dur merupakan tokoh besar yang masih layak dipertimbangkan untuk dicalonkan sebagai presiden," kata Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, di Semarang, Kamis.<>

Namun, kata Muhaimin, PKB hingga saat ini belum memikirkan untuk menentukan capres yang akan diusung dalam Pemilu 2009.

Menurut dia, masalah pencapresan baru akan dibicarakan setelah pelaksanaan Pemilu Legislatif.

Muhaimin mengatakan, jika PKB mampu memperoleh 20 persen suara atau lebih dalam pemilu, maka partai ini akan mengajukan kadernya sendiri untuk diusung dalam pemilihan presiden.

Akan tetapi, lanjut dia, jika dalam pemilu legislatif perolehan suara kurang dari 20 persen, maka dapat dimungkinkan akan dilakukan koalisi dengan partai lain. "Koalisi ini juga baru dibahas setelah pemilu legislatif," tambahnya. (ant)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG