NU Lampung Nilai KPU Diskriminatif

NU Lampung Nilai KPU Diskriminatif

Bandar Lampung, NU Online
Kalangan Nahdlatul Ulama (NU) di Lampung menyatakan rasa kekecewaannya karena mantan Ketua Umum PBNU KH Abdurrachman Wahid ditolak KPU sebagai capres dan menilai KPU diskriminatif terhadap warga negara.

"Selayaknya Gus Dur tidak perlu didiskualifikasi, sebab setiap warga mempunyai hak yang sama, semestinya negara atau KPU lebih bijak dalam menampung berbagai aspirasi masyarakat yang berkembang," kata Ketua PW NU Provinsi Lampung Khairuddin Tahmid, mengomentari ditolaknya Gus Dur sebagai capres oleh KPU Sabtu (23/5).

<>

Khairudin menilai setiap warga negara mempunyai hak yang sama dalam setiap proses demokrasi tidak terkecuali pada pemilihan presiden. "Biarlah Demokrasi berjalan sesuai dengan relnya tidak usah membatasi hak asasi seseorang ," tegasnya.

Khairuddin yang juga dosen di Fakultas Syariah IAIN Raden Intan Bandar Lampung menilai, pemerintah dalam hal ini KPU telah bertindak diskriminatif terhadap warganya sendiri.

Hal yang sama juga diungkapkan Dewan Penasehat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lampung, Moh Mukri, dia menilai, penolakan KPU terhadap Ketua Dewan Syuro PKB tersebut sebagai bentuk arogansi kekuasaan yang semestinya tidak perlu terjadi dalam penegakan demokrasi.  "Terus terang saya prihatin dan kecewa," kata intelektual muda NU Lampung ini.

Penolakan Gus Dur yang berpasangan dengan cawapres Marwah Daud Ibrahim, kata pembantu Rektor III IAIN Raden Intan Bandar Lampung, menjadi batu ganjalan terhadap proses demokrasi di Indonesia dan menyisakan permasalahan antara lain sikap diskriminasi.

"Semestinya Gus Dur diluluskan, masalah terpilih atau tidak itu urusan nanti, rakyatlah yang menentukan, alangkah eloknya bila Gus Dur juga tampil sebagai capres, jangan dipotong ditengah jalan seperti itu," kata dia (cih)

BNI Mobile