IMG-LOGO
Warta

JK: Indonesia Miliki Pemilu Paling Rumit Sedunia

Senin 2 Februari 2009 8:54 WIB
Bagikan:
JK: Indonesia Miliki Pemilu Paling Rumit Sedunia
Tokyo, NU Online
Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) mengatakan pelaksanaan pemilu di Indonesia termasuk paling rumit di dunia. Demikian dinyatakan JK setelah menerima gelar oktor honoris causa dari Soka University.

"Coba bayangkan berapa kali warga Indonesia pergi ke Pemilu dalam lima tahun. Saya memikirkan untuk merevisinya di masa-masa mendatang," katanya dalam pertemuan dengan masyarakat Indonesia di lobi KBRI Tokyo, Minggu (1/2).<>

Menurut JK, pelaksanaan pemilu di negara lain yang bisa digabungkan secara bersamaan sehingga bisa efisien. Pemilu untuk kepala daerah dan pemilu legislatif bisa saja digabungkan.

"Kita semestinya berani mencoba untuk melaksanakan sesuatu dengan lebih efisien, agar anggaran negara tidak terkuras habis hanya untuk pemilu,' tandasnya. (min)
Bagikan:
Senin 2 Februari 2009 19:55 WIB
MUI Seharusnya Beri Penjelasan Komprehensif Fatwanya
MUI Seharusnya Beri Penjelasan Komprehensif Fatwanya
Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi berpendapat kontraversi yang timbul mengenai fatwa haram rokok yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia dalam sidangnya di Padang baru-baru ini karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang keputusan ini.

“Seharusnya tidak perlu penolakan asal MUI memberikan penjelasan yang lengkap terhadap sebuah masalah,” katanya kepada NU Online di Gd PBNU, Senin.<>

Dalam hal ini dasar umum tentang bahaya dan manfaat rokok dijelaskan, jika makruh statusnya bagaimana, makruh tahrim (makruh yang sudah mendekati haram) atau haram. Pendekatan lain adalah hadist rasulullah yang dulu melarang orang berziarah, kemudian mengatakan “berziarahlah”, yang statusnya dihukumi mubah, bukan wajib. Apakah dalil seperti ini juga bisa dipakai untuk rokok?

Pengasuh pondok pesantren Al Hikam Malang ini berpendapat rokok memang memiliki bahaya, tapi relatif, terkait dengan ketahanan tubuh setiap orang. Bagi yang menimbulkan bahaya akut, bisa dikategorikan haram, tetapi pada tingkat bahaya pada level tertentu bisa dikatakan makruh.

“Lha kalau untuk anak kecil ya membahayakan. Kalau untuk orang dewasa ya relatif, masih dipengaruhi ketahanan tubuh seseorang, atau spesifikasi seseorang. Misalnya, saya ini kalau ngetik nga rokok ya nga bisa. Pada tahap seperti ini, yang tepat ya makruh,” terangnya. 

Tetapi kalau Orang TBC merokok, kan langsung sakit, ya bisa dikategorikan haram. “Sebenarnya ini bukan hanya rokok, apapun yang membahayakan ya haram. Misalnya gula, orang minum air gula ketika kena penyakit gula ya haram, bahayanya langsung. Orang sakit darah tinggi makan duren, ya haram,” imbuhnya.

Selanjutnya perlu dibahas juga aspek ekonomi petani cengkeh, menyangkut ekonomi negara dan lainnya. “Ini juga perlu dimasukkan dalam pertimbangan hukum, bukan sudut pandang parsial agama saja. Ini caranya kalau MUI mau sinergi dengan pandangan umum,” ujarnya. (mkf)
Senin 2 Februari 2009 18:29 WIB
Kader Muda Inginkan PBNU Perhatikan Sektor Wirausaha
Kader Muda Inginkan PBNU Perhatikan Sektor Wirausaha
Jakarta, NU Online
NU Selama ini selalu dicitrakan sebagai organisasi massa yang dekat dengan dunia politik. Potensi lain yang sebenarnya terbuka lebar seperti dunia wirausaha kurang tergarap dengan baik.

Kader Muda NU dalam pertemuan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) yang berlangsung di Kampus STAINU II di Bogor berharap agar kepengurusan NU yang akan datang mulai memperhatikan sektor wirausaha ini.<>

“Yang dipolitik sudah cukup, jangan semuanya. Sebagian harus mulai mengembangkan dirinya dalam dunia bisnis,” kata Ifan Heryanto, mantan Pengurus Cabang Istimewa United Kingdom PCI-NU UK) yang saat ini aktif dalam dunia bisnis.

Untuk itu, ia siap membantu pengembangan bisnis di NU karena sebuah proses transformasi tidak bisa berlangsung dengan tiba-tiba.

“Saya percaya program sosial ekonomi tidak terjadi secara tiba-tiba, semuanya perlu desain. Saya berharap PBNU mendesain agar warga NU berubah siapapun ketua PBNU nantinya. Tentu saja program pemerintah tidak cukup,” imbuhnya. (mkf)
Senin 2 Februari 2009 17:40 WIB
Hamas Puji Iran karena Membantu Kemenangan di Gaza
Hamas Puji Iran karena Membantu Kemenangan di Gaza
Teheran, NU Online
Pemimpin Hamas Khaled Meshaal memuji pemerintah Iran karena telah membantu Hamas mencapai kemenangan atas Israel di Jalur Gaza.

"Kemenangan rakyat Gaza merupakan mukjizat dari Tuhan dan Republik Islam tersebut sudah pasti punya andil dalam kemenangan ini," kata Meshaal usai pertemuan dengan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.<>

Meshaal tiba di Teheran, Iran sebagai kunjungan pertamanya ke negara Republik Islam tersebut sejak agresi militer Israel ke Gaza belum lama ini. Meshaal juga bertemu dengan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dan Menteri Luar Negeri Manouchehr Mottaki.
 Demikian diberitakan kantor berita Iran, Fars News Agency, Senin (2/2).

Meshaal yang hidup mengasingkan diri di Suriah, merupakan pemimpin Hamas. Kelompok yang menguasai wilayah Jalur Gaza tersebut telah mengklaim kemenangan atas pasukan Israel. Dikatakan Hamas bahwa Israel gagal menghancurkan kemampuannya untuk melepaskan serangan roket ke Israel selatan.

Menurut Fars News Agency, Khamenei menyampaikan ucapan selamat kepada Meshaal. "Rakyat Gaza dan perlawanan Islam telah membuat kami semua bangga dan dengan kesabaran dan ketekunan mereka berhasil melalui ujian yang sangat sulit ini," tegas Khamenei.

Khamenei juga mengecam beberapa negara Arab yang mengkritik Hamas. Dia juga menyerukan agar pemimpin-pemimpin Israel diadili atas dakwaan kejahatan perang. (dtk)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG