IMG-LOGO
Warta

Konversi Nilai Sebabkan Tujuan UAN Tak Tercapai


Selasa 22 Juni 2004 20:09 WIB
Bagikan:
Konversi Nilai Sebabkan Tujuan UAN Tak Tercapai

Jakarta, NU Online
Ketua Maarif. Drs Nadjid Muhtar, MA merasa tidak puas dengan adanya konversi nilai UAN yang menyebabkan tidak diketahuinya kemampuan sebenarnya dari siswa sehingga “Konversi nilai UAN tidak konsisten dengan niat semula untuk mengetahui kemampuan siswa dan juga meningkatkan kualitas anak didik,” ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pelaksanaan UAN sendiri telah menimbulkan kontraversi dikalangan pendidik karena dianggap terlalu memberatkan siswa dan juga hanya menilai aspek kognitif saja sedangkan pendidikan menyangkut aspek lainnya seperti moral. IPNU dan IPPNU sebagai organisasi pelajar dibawah NU juga menolak pelaksanaan UAN.

<>

Kontraversi kemudian berlanjut dengan adanya konversi nilai yang menyebabkan banyak siswa yang pandai nilainya menjadi turun sedangkan mereka yang nilainya pas-pasan menjadi naik. Depdiknas melaksanakan kebijakan ini karena menganggap kemampuan siswa di berbagai daerah tidak sama sehingga perlu diadakan konversi.

Namun demikian, juga ada anggapan bahwa konversi ini dilaksanakan karena ketakutan banyaknya siswa yang tidak lulus akibat peningkatan standar nilai dari 3.01 menjadi 4.01. Karena itulah jika memang ini alasannya, maka tujuan peningkatan standar  nilai UAN untuk peningkatan kualitas anak didik menjadi tidak tercapai.

Najid menjelaskan bahwa dari pengalaman tahun lalu 80 persen dari siswa yang sekolah di madrasah, baik Ibtidaiyah, Tsanawiyah, maupun Aliyah mencapai tingkat kelulusan 80 persen. Sebagian besar sekolah yang bernaung dibawah Departemen Agama tersebut merupakan sekolah swasta dan sebagian besar dari sekolah swasta tersebut bernaung dibawah Maarif NU.

Sebenarnya ada beberapa tahapan agar banyak siswa yang lulus dari peningkatan standar tersebut. Ketika seorang siswa tidak lulus, maka dia berhak mengikuti ujian susulan untuk mata pelajaran yang tidak lolos. Baru setelah itu dia harus mengulang pelajaran selama setahun di kelas tiga.(mkf)

Bagikan:
IMG
IMG