IMG-LOGO
Warta

37 “Tuanku” Pesantren di Padangpariaman Dikukuhkan

Kamis 2 Juli 2009 18:48 WIB
Bagikan:
37 “Tuanku” Pesantren di Padangpariaman Dikukuhkan
Padangpariaman, NU Online
Tradisi yang dikembangkan pesantren di Kabupaten Padangpariaman dengan pemberiaan gelar “tuanku” bagi mereka yang sudah menyelesaikan pendidikannya, tergolong unik. Karena itu, tradisi tersebut harus dipertahankan.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Barat, Zainal M.S., Kamis (2/7), di hadapan ratusan jamaah di Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman.<>

Pada saat yang sama, dikukuhkan 17 tuanku, 20 pasca-tuanku dan 50 murid tingkat madrasah tsanawiyah dari Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan. Hadir, Sekretaris Daerah Kabupaten Padangpariaman, Yuen Karnova.

Menurut Zainal, kebesaran yang dimiliki seorang tuanku harus dijaga. “Keluarga tuanku  sendiri harus memulai menghormatinya. Jangan masyarakat saja yang menghormati, tapi pihak keluarga tuanku sendiri haruslah menghormatinya,” katanya.

Salah seorang pimpinan Pesantren Nurul Yaqin, Tuanku Sutan, menyebutkan, posisi pesantren dalam era global memiliki peran yang strategis. Terutama membentengi umat dari kerusakan moral, akhlak dan penyakit masyarakat lainnya. Pesantren tetap akan menjaga nilai-nilai ajaran agama Islam yang diajarkan para ulama yang dibawa Nabi Muhammad.

“Pesantren Nurul Yaqin tetap konsisten menjaga tradisi belajar dengan kitab kuning. Kita tetap mengakomodasi nilai-nilai baru yang tidak bertentangan dengan tradisi pesantren,” ujar Zakirman.

Selain pengukuhan tuanku, Pesantren Nurul Yaqin juga menyelenggarakan pawai ta’aruf, salawat dulang dengan menampilkan group Arjuna Minang dan Kilek Marapi. (bat)
Bagikan:
Kamis 2 Juli 2009 21:2 WIB
Muhaimin: Saya dan SBY Murid Gus Dur
Muhaimin: Saya dan SBY Murid Gus Dur
Tegal, NU Online
Ketua Dewan Tanfidz DPP PKB H A. Muhaimin Iskandar mengajak ribuan kiai kampung di Kabupaten Tegal untuk memilih Pasangan Susilo Bambang Yodhoyono (SBY)-Boediono pada Pilpres 8 Juli mendatang.

Menurutnya, SBY juga murid dari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), sama seperti dirinya. “Saya dan SBY sama-sama murid dari Gus Dur, jadi jangan ragu dengan SBY,” katanya.<>

Muhaimin menyampaikan hal itu dalam orasi politiknya pada Konsoliasi Pengurus PKB dan Silaturahim Kiai Kampung di Halaman Kantor DPC PKB Kab Tegal yang belum jadi, Rabu (1/7) sore kemarin.

Muhaimin menceritakan, pada saat Gus Dur jadi Presiden, SBY adalah menterinya. Dan Muhaimin duduk di Parlemen. Mereka sama-sama bekerja dengan rapi untuk menjalankan pemerintahan. “Kalau kemudian hari ada silang pendapat, adalah upaya pendewasaan politik yang dilakukan Gus Dur pada kader-kadernya,” cerita Muhaimin.

SBY, kata Muhaimin, dalam kesehariannya menganut syariah, muamalah dan akhlak NU. “Boleh saja banyak orang ngaku-ngaku NU, tapi embel-embelnya tak NU. Yang penting, prakteknya Bung!” ujarnya.

Setelah Gus Dur berkeliling dunia untuk mengabarkan kalau Indonesia sebagai Negara yang mayoritas Muslim tapi damai, kata Muhaimin, SBY yang melanjutkan membentuk citra damai dengan jalan diplomasi.

Kepada para Kiai Kampung Muhaimin memberi alasan mengapa PKB mendukung SBY Boediono. Pasalnya, SBY telah terbukti membangun sistem demokrasi yang baik. Saat ini juga dibutuhkan pemimpin yang sabar dan tahan banting. “SBY-Boediono adalah figur yang tepat, bersih dan tidak mudah terpengaruh,” ujarnya.

Muhaimin, dalam targetnya akan menyumbangkan suara 10 juta  dari Kader PKB demi kemenangan SBY-Boediono. Bila kedapatan ada kader yang mbalelo, dia tidak segan-segan akan menjatuhkan sangsi keras kepada yang bersangkutan. “Ini demi kelanjutan kebesaran PKB dan NU,” tandasnya.

Sementara Ketua Tanfidz DPW PKB Abdul Kadir Karding menyampaikan, PKB tetap besar dan harus besar untuk waktu-waktu selanjutnya. Sebab dengan kebesaran PKB, akan menjaga politik Aswaja dan memperjuangkan kepentingan NU.

Usalan PKB kepada SBY, kata Karding, anggaran pendidikan 20 persen juga harus mengalir ke pondok pesantren. Selain itu, pembangunan harus diprioritaskan pada di pedesaan. “Karena mayoritas warga pedesaan Nahdliyin, maka pembangunan pedesaan mutlak diprioritaskan,” ungkap Karding.

Tampak Hadir Ketua DPC PKB Tegal Habib Sholeh al Athos, Ketua Tanfidz DPC PKB Kab Brebes H Asmawi Isa, Ketua DPC Partai Demokrat Brebes H Dedy Yon Supriyono, para Caleg jadi DPW PKB dan DPC Kab Tegal dan simpatisan lintas partai koalisi SBY-Boediono. Dari pantauan NU Online, acara silaturrahim ini tidak dihadiri para tokoh pengurus NU. (was)
Kamis 2 Juli 2009 20:28 WIB
Yenny Serukan Kader PKB Dukung JK-Win
Yenny Serukan Kader PKB Dukung JK-Win
Surabaya, NU Online
Meski secara resmi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan berada di kubu SBY-JK. Namun banyak kader PKB yang justru mendukung pasangan JK-Wiranto. kader-kader PKB yang mendukung Jusuf Kalla berasal dari kader Pro Gus Dur.

Demikian dinyatakan salah seorang kader PKB Pro Gus Dur, Zanuba Arifah "Yenny" Chafsoh di Surabaya, Kamis (2/7). Menurut Yenny, saat ini kaum Nahdliyyin dan para kiai banyak yang memilih JK. JK dikenal sebagai mustasyar NU Sulawesi Selatan, dan memiliki latar belakang santri yang kuat.<>

"Kami persilakan ke pengurus wilayah dan cabang PKB untuk mendukung Pak Jusuf Kalla. Silakan bergerak sendiri-sendiri saja," kata Yenny.

Lebih lanjut Yenny menyatakan, dukungan Muhaimin untuk SBY-Boediono, menunjukkan adanya kongkalikong antara keduanya. Dirinya melihat ketergantungan muhaiman yang teramat kuat kepada SBY.

"Hubungan di antara mereka terlalu kuat untuk menafikan bahwa kemarin tidak ada kongkalikong," ucapnya.

Yeni menilai, langkah Muhaimin mendukung SBY dan berlawanan sikap dengan para kiai sangat merugikan PKB secara institusional ke depan. Sebab jika secara struktural NU tidak bersama PKB, sementara yang kultural bersama Gus Dur, maka PKB akan semakin kecil.

"Implikasinya pada perolehan suara. Untuk mempertahankan suara sekarang saja dalam pilpres mendatang, saya kira berat sekali," katanya. (min)
Kamis 2 Juli 2009 18:7 WIB
Kunjungi Pesantren, Lukman Edy Coba Netralisir Pengaruh JK
Kunjungi Pesantren, Lukman Edy Coba Netralisir Pengaruh JK
Jombang, NU Online
Hanya berselang sehari setelah kedatangan wakil presiden RI, Jusuf Kalla di ponpes Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang, mesin politik PKB langsung ambil tindakan. Mereka berupaya "mengamankan" kyai dan ulama setempat, agar tetap di pihak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono).

Hal ini terbukti dengan kedatangan Sekjen PKB, Lukman Edi, yang melakukan pertemuan di musala Al-Husna di areal ponpes, Darul Ulum Rejoso, Peterongan. Sekjen PKB ini menggelar pertemuan dengan Jamaah Thariqah Qadriyah Wa Naqsabandiyah.<>

Kedatangan Lukman Edy tidak sendiri, ia didampingi oleh Ketua DPW PKB Jawa Timur, Imam Nahrawi, serta Ketua DPC PKB Jombang, Abdul Halim Iskandar sebagaimana dilansir beritajatim.com.

Dihadapan jamaah thariqah, Lukman mangajak segenap jamaah untuk menjatuhkan pilihannya pada pasangan SBY-Boediono dalam pemilihan presiden 8 Juli mendatang. Ia beralasan, selama ini keberhasilan SBY sudah banyak diraih. Selain itu, presiden SBY juga mempunyai perhatian yang besar terhadap perkembangan pondok pesantren.

Selain itu, kedatangan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (Meneg PDT) ini juga dalam rangka melakukan klarifikasi terkait kampanye hitam terhadap pasangan SBY-Boediono.

Menurut Lukman, seluruh kampanye hitam yang mendera SBY-Boediono adalah tidak benar. Upaya itu dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Semisal, belakangan ini ada isu yang mengatakan jika SBY terpilih menjadi presiden maka akan dikembangkan paham wahabiyah dalam menjalankan roda pemerintahan.

Kedua, kampanye hitam yang mengatakan bahwasannya istri Boediono beragama Katolik. Praktis, isu-isu tersebut sangat meresahkan kelompok islam. "Di forum ini saya tegaskan bahwasannya isu tersebut tidak benar. Tujuannya hanya ingin melakukan penggembosan," tegas Lukman Edy.

Sekjen PKB ini menceritakan bahwasannya ia pernah menjadi imam saat melakukan shalat berjamaah dengan Boediono. Bahkan dirumah Boediono juga banyak sekali kaligrafi huruf Arab. "Artinya, isu bahwasannya Boediono itu beragama Katolik adalah tidak benar," tambahnya.

Lebih jauh, alumnus Universitas Brawijaya Malang ini mengaku, bahwasannya pihaknya mendapat tugas untuk melakukan kunjungan ke sejumlah pondok guna memenangkan pasangan SBY-Boediono. Hal itu dilakukan untuk mengimbangi kekuatan salah satu capres yang sering keluar masuk pondok.

Al-Mursyid Thariqah Qadriyah Wa Naqsabandiyah, KH Dimyati Romly yang ikut hadir dalam forum tersebut mengatakan, secara pribadi pihaknya mendukung kepemimpinan SBY untuk dilanjutkan.

Bagaimana dengan wapres Jusuf Kalla yang baru saja mengunjungi kediamannya? KH Dimyati beralasan, wapres Jusuf Kalla hanya bertamu ke kediamannya. Layaknya orang yang bertamu, kata Dimyati, ia akan menerima dan menghonmatinya. "Berdasarkan feeling, saya lebih memilih SBY. Namun untuk jamaah saya persilah untuk memilih sesuai dengan keinginannya," pungkasnya.

Usai dari Pondok Darul Ulum, rombongan Lukman Edy ini melanjutkan acara konsolidasi internal PKB untuk pemenangan pasangan SBY-Boediono. Acara tersebut bertempat di Kantor DPC PKB Jombang atau yang dikenal dengan Graha Gus Dur. (mad)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG