IMG-LOGO
Warta

AS Mengulangi ‘Travel Warning’ Bagi Indonesia


Rabu 15 September 2004 15:45 WIB
Bagikan:
AS Mengulangi ‘Travel Warning’ Bagi Indonesia

Jakarta, NU Online 
Departemen Luar Negeri Amerika mengulangi peringatan untuk bepergian ke Indonesia dengan mengajurkan warga Amerika supaya menunda lawatan kurang-penting ke sana. Demikian sikap Deplu AS seperti di kutip VOA. Com

Peringatan itu dikeluarkan lima hari setelah pemboman bunuh diri di luar kedutaan Australia di Jakarta yang menewaskan setidaknya 9 orang dan melukai 180 lainnya.

<>

Pemerintah Amerika menyatakan pihaknya terus memperoleh informasi bahwa Jemaah Islamiyah dan berbagai kelompok ekstrimis lainnya kemungkinan merencanakan serangan teroris lagi terhadap fasiltas Amerika dan Barat lainnya.

Peringatan itu menyatakan warga Amerika yang berkunjung ke Indonesia sebaiknya tidak menonjolkan diri menghindari orang ramai, mengubah jalan yang dilalui sehari-hari, dan mendaftarkan diri ke kedutaan atau konsulat Amerika.

Peringatan itu menyarankan warga Amerika supaya menghindari kawasan Kuningan, dan gedung-gedung apartemen dekat Mal Pasar Festival.

Sementara itu Kedutaan Besar RI di Washington DC menilai Departemen Luar Negeri Amerika Serikat berlaku tidak adil, berkaitan dengan dikeluarkannya "travel warning" atau peringatan bagi warganya yang ingin kunjungan ke Indonesia.

"Dalam kondisi politik di Indonesia yang stabil dibanding sejumlah negara lainnya, justru mereka mengeluarkan travel warning," kata Plt. Kabid Penerangan KBRI, Iwan Freddy Hari Susanto di Washington DC, Rabu.

Menurut Iwan Freddy seperti dikutip ANTARA, jika peringatan bepergian tersebut dikaitkan dengan Pemilu Presiden yang akan berlangsung 20 September mendatang, alasan tersebut sangat tidak faktual.

Demikian juga dengan perkiraan bahwa akan ada gangguan terorisme saat Pemilu, alasan tersebut terlalu berlebihan, katanya. Travel warning memang merupakan hak dari pemerintah Amerika Serikat. "Namun kami melihat alasan-alasan dari pemberlakukan travel warning itu sangat berbeda dengan kenyataan di lapangan, jadi kami harus melakukan protes," katanya.

Protes itu perlu dilancarkan karena kebijakan tersebut merendahkan bangsa Indonesia dan merusak citra Indonesia di dunia internasional.

KBRI sendiri terus berupaya menjelaskan kepada masyarakat dan pemerintah Amerika Serikat mengenai situasi di Indonesia yang sebenarnya cukup stabil dan aman bagi wisatawan, meskipun akan ada Pemilu.

Deplu AS dalam pernyataannya Senin lalu mengeluarkan travel warning bagi warganya yang ingin berkunjung ke Indonesia.

Warga AS diminta menghindari kunjungan ke Indonesia kecuali untuk keperluan penting. Warga yang harus ke Indonesia diminta agar berhati-hati dan tetap menjaga kontak dengan kedutaan serta konsulat AS di Indonesia.

Dalam peringatan itu juga disebutkan kemungkinan adanya gangguan keamanan di Indonesia berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu 20 September, dan kemungkinan adanya serangan terorisme.

Pada 16 Juni 2004 lalu, atau kurang dari sebulan menjelang Pilpres putaran pertama, Deplu AS juga mengeluarkan travel warning untuk kunjungan ke Indonesia. (cih)

Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG