IMG-LOGO
Trending Now:
Warta

NU Perlu Kuatkan Peran Sebagai Agen Perubahan

Ahad 10 Januari 2010 8:50 WIB
Bagikan:
NU Perlu Kuatkan Peran Sebagai Agen Perubahan
Sumedang, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang yang baru saja dilantik, KH Sa'dulloh, mengungkapkan perlunya NU merekontruksi perannya sebagai agen perubahan dalam masyarakat.

Hubungan dengan umara’ atau pemerintah, menurut Ketua PCNU termuda di Jawa Barat ini, perlu dijalin dengan baik namun jangan sampai membuat NU kurang leluasa bergerak di tengah-tengah masyarakat, karena tetap berperan sebagai ormas Islam yang bertugas amar ma'ruf nahi mungkar.<>
 
Kamis (7/1) kemarin, seperti dalam rilis PCNU Sumedang yang diterima NU Online, PCNU Kabupaten Sumedang masa khidmat 2009-2010 dilantik oleh PWNU Jawa Barat. Pelantikan yang bertempat di gedung Islamic Centre Jl Kutamaya Sumedang tersebut dihadiri oleh sekitar seribu orang warga NU se-Kabupaten Sumedang.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat KH Asep Burhanuddin, Ketua PWNU KH Dedi Wahidi, Ketua PPP Sumedang H Doni Ahmad Munir, Ketua PKB Sumedang KH Idad Isti'dad, Kapolres Sumedang, Asisten Bupati, Perwakilan PCNU Kota Bandung, beberapa anggota DPRD Sumedang, Kakandepag Sumedang Drs H Ilih Permana MM, dan Kakandepag Majalengka Drs H Athoillah M Ag.

Dalam pidato pelantikannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Sumedang itu mengatakan, tugas yang akan diemban PCNU Sumedang lima tahun ke depan cukup berat. Untuk itu, dibawah kepemimpinannya, KH Sa'dulloh ingin membawa angin perubahan baru bagi PCNU Sumedang sehingga bisa lebih diperhitungkan oleh siapapun.

Potensi warga NU Sumedang yang berjumlah ratusan ribu harus diberdayakan dengan baik kalau pembangunan yang dilaksanakan pemerintah ingin berhasil dengan baik

Karena itu, menurutnya pemerintah harus bekerjasama dengan NU supaya pembangunan bisa sampai kepada lapisan masyarakat paling bawah. Sebab yang menjadi objek pembangunan terbesar di Sumedang adalah warga NU. Jika warga NU sejahtera, maka masyarakat sejahtera. Dan masyarakat sejahtera berarti pembangunan yang dilakukakan pemerintah telah berhasil.

KH Sa'dulloh juga mengajak seluruh warga NU di berbagai lembaga pemerintah, DPRD, pengusaha dan lainnya, untuk membangun NU bersama-sama.

”Sudah saatnya seluruh warga NU berpikir jernih, bahwa anggapan NU milik satu golongan telah membawa NU ke dalam perpecahan dan membuat jam'iyyah ini menjadi kecil di mata masyarakat,” katanya.

Langkah-langkah yang akan di tempuhnya diawali dengan pembenahan internal organisasi, konsolidasi pengurus, anggota dan kader-kader. Setelah itu baru dilakukan pembenahan keluar melalui peningkatan peran serta NU dalam pembangunan Sumedang serta pembinaan hubungan yang baik dengan seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Barat KH Dedi Wahidi, dalam sambutanannya mengatakan perlunya pendekatan yang lebih baik dan intens oleh pengurus PCNU Sumedang kepada para pejabat pemerintahan setempat terutama pejabat-pejabat yang NU.

Dengan pendekatan yang baik maka kebutuhan biaya operasional dan pembangunan kantor NU yang belum selesai sampai saat ini, bisa lancar dan terselesaikan dengan baik. Dalam kesempatan tersebut, KH Dedi Wahidi juga mendaulat Kepala Kandepag Sumedang untuk menjadi ketua panitia pembangunan kantor PCNU Sumedang. Selain itu, seluruh pejabat dan ketua partai didaulat untuk segera membantu keuangan PCNU Sumedang.

Pelantikan pengurus PCNU 2009-2014 dilakukan langsung oleh Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat KH Asep Burhanuddin. Susunan pengurus PCNU Sumedang 2009-2010 terdiri dari Rais  KH Adam Malik Ibrahim, Katib Drs.KH. Athoillah M Ag, Ketua KH Sa'dulloh SQ dan Sekretaris K. Aceng Muhyi SAg.

Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj yang sedianya memberikan taushiyah dalam pelantikan ini batal hadir dikarenakan terjebak macet di Kota Bandung, sehingga acara terpaksa ditutup ketika sebagian jama'ah telah meninggalkan tempat. (nam)
Bagikan:
Ahad 10 Januari 2010 20:30 WIB
Kagum Gus Dur, Rieke Diah Pitaloka Buat Lagu
Kagum Gus Dur, Rieke Diah Pitaloka Buat Lagu
Depok, NU Online
Rieke Diah Pitaloka merasa kehilangan atas wafatnya Gus Dur akhir Desember 2009. Sebagai orang yang mengagumi Gus Dur, ia lalu membuat lagu Cinta Ini Menemani.

"Waktu itu sekitar pukul 18.00 Gus Dur meninggal, dan semua kehilangan termasuk saya. Lantas saya bikin sesuatu, belum pernah mengungkapkan rasa kekaguman, saya menulis karya lagunya itu," ungkapnya saat ditemui di kediamannya di kawasan Depok, Jawa Barat, Sabtu (9/1).<>

Rieke pun akhirnya sukses menciptakan lagu Cinta Ini Menemani. Isi lagunya tentang apa saja yang diperolehnya soal kebenaran. "Satu hal prisip hidup saya yang saya ambil dari dia yaitu perjuangan kehidupan nggak perlu berhenti," paparnya seperti dilansir inilah.com.

Prinsip hidup itu yang akhirnya membuat Rieke terus berkarya di dunia seni. Meski ia menjadi angota DPR.

"Seni adalah hidup saya. Seperti kemarin saat perumusan UUD saya mempertahankan prinsip. Saya sampai nggak bisa tidur. Terus biar nggak stres kembali main ketoprak di Jogja. Pokoknya seni jadikan saya tidak lupa siapa Rieke sebenarnya," terangnya.

Ia menambahkan seni membuatnya jadi manusia yang berpijak. "Insya Allah kita nggak kejam kalau ada darah seni," pungkasnya. (mad)
Ahad 10 Januari 2010 19:24 WIB
PCNU Jember Pakai Konvensi Untuk Jaring Cabub-Cawabup
PCNU Jember Pakai Konvensi Untuk Jaring Cabub-Cawabup
Jember, NU Online
PCNU Jember benar-benar serius untuk terlibat langsung dalam Pilkada Juli mendatang. Buktinya, Ahad (10/1), segenap pengurus NU Jember, menggelar rapat untuk membahas mekanisme perekrutan calon yang akan dimunculkan dalam Pilkada nanti. Rapat tersebut dihadiri oleh 30 pengurus harian NU, dan  dipimpin langsung oleh Ketua PCNU Jember, KH. Abdullah Syamsul Arifin,

Hasilnya, PCNU Jember akan menggelar konvensi untuk menentukan jago yang akan diusung. Konvensi tersebut akan dilaksanakan tiap-tiap MWC dengan melibatkan selurah ranting masing-masing.<>

Calon yang mmperoleh akumulasi suara terbanyak, akan diajukan sebagai calon bupati ataupun cawabup, tentu lewat parpol. “Atau kalau itu tidak memungkinkan, bisa saja  NU hanya jadi pendukung calon tertentu, yang punya komitmen  kepada NU,” ujar wakil Ketua PCNU Jember, H. Alfan Jamil, usai rapat.

Menurut Dosen Universitas Jember itu , jika penentuan dukungan atau pengusulan cabup-cawabup sudah lewat konvensi, maka diharapkan tidak ada pengurus yang saling tuding akibat keputusan yang diambil itu kelak. Misalnya, saling menyalahkan karena mendukung calon tertentu yang justru kalah.

“Itu (tidak saling menyalahkan) adalah harapan kita semua. Sehingga kalau menang ya menang bersama, dan kalau kalah juga bersama,” tukasnya.

Ia menyadari bahwa saat ini masih ada yang menentang keputusan itu. Dijelaskannya, mereka sebenarnya bukan tidak setuju, tapi belum paham yang dimaksud dengan kata-kata NU akan terlibat langsung dalam Pilkada.

Keterlibatan NU dalam Pilkada, katanya, hanya sebatas menwarkan jago kepada parpol pengusung, atau mendukung calon tertentu. Kemudian, setelah sang jago disetujui, atau dukungan ditentukan, maka seluruh warga NU wajib medukung jago tersebut. “Sebab, itu sudah keputusan warga NU sendiri melalui konvensi,” terang Alfan.

Sejauh ini, beberapa nama telah muncul di kalangan internal NU Jember. Diantaranya adalah Ir. H. Asmuji, MM (Direktur Politeknik Negeri Jember), Drs. H. Agus Lutfi (Dosen Unej) dan H. Saiful Islam (mantan anggota DPRD Jawa Timur). Mereka adalah pengurus harian PCNU Jember (ary).
Ahad 10 Januari 2010 18:23 WIB
Peduli Lingkungan, GP Ansor Depok Tanam 6000 Pohon
Peduli Lingkungan, GP Ansor Depok Tanam 6000 Pohon
Depok, NU Online
Sebanyak 6000 pohon dari jenis belimbing dewa  dan alpukat di tanam secara simbolik oleh GP ansor Depokkegiatan tersebut kerjasama antara Kedutaan Besar Australia.

Rencananya akan dibagikan juga pupuk organik sebanyak 20 ribu kg kepada masyarakat di enam kecamatan Kota Depok (Cimanggis, Pancoran Mas, Sawangan, Beji, Sukmajaya, Limo) oleh PAC GP Ansor yang ada. Setelah penanaman akan ada pengawasan dan pemeliharaan dengan bekerjasama dengan IPB. Duta, Sawangan,Depok, Ahad (10/1).<>

Ketua GP Ansor Kota depok H. Badrudin AK, Spdi, mengatakan, Kota Depok telah mengalami perubahan yang pesat dengan banyaknya pembangunan yang semakin pesat, banyaknya aspalisasi, betonisasi, semenisasi, jumlah volume kendaraan yang meningkat tentunya berpengaruh pada keadaan cuaca. Suasana panas menyengat di depok merupakan akibat tercemarnya udara dan salah satu jawabannya melalui penghijauan dengan melestarikan lingkungan dan penanaman pohon. 

Badrudin menambahkan, “Jika keadaan suhu udara panas terus melanda dan ditambah jumlah kepadatan penduduk yang terus meningkat tidak menutup kemungkinan Depok  akan mengalami kesulitan air bersih. Air sungai tidak bisa lagi dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian karena tercemar berat, udara semakin kotor, panas dan sebagainya,” terangya pada wartawan.

Menurutnya, dengan permasalahan lingkungan tersebut GP Ansor merasa terpanggil untuk membantu masyarakat dengan mencarikan solusi diantaranya melalui pelestarian lingkungan yang asri dan sejuk. Berencana melakukan kegiatan intensifikasi pekarangan dan lahan tidur dengan memanfaatkan potensi unggulan lokal yaitu belimbing dan alpukat.

Dengan penaman pohon tersebut, diharapkan agar membangkitkan kesadaran masyarat khususnya generasi muda akan pentingnya pelestarian lingkungan. Ia menambahkan dengan penanaman pohon tersebut 3 tahun dapat diambil manfaatnya dan bernilai ekonomis bagi masyarakat.

Duta Besar Australia Bill Farmer mengatakan,”Kami sangat senang dengan adanya kerja sama dengna dua Negara antara Indonesia dan Australia terutama dalam bidang penghijauan. Pemberian 6000 pohon kepada masyarakat melalui GP Ansor Depok merupakan kegiatan yang baik dan kegiatan ini merupakan bagian directory programme atau pengembangan masyarakat guna meningkatkan kualitas hidup,” terang Bill yang mengaku orang tuanya juga petani.

Bill menambahkan, pihak Kedutaan Besar Australia tidak hanya menjalankan program penghijauan dengan mendonsikan tanaman ke berbagai tempat di Indonesia. Tapi juga memberikan donasi dalam program pelestarian hutan seperti yang ada di Kalimantan dan lainnya melalui Lembaga Swadaya Masyarakat. Usaha penghijauan dan pelestarian hutan merupakan bagian dari  gerakan untuk memerangi perubahan iklim secara global. Selain penanaman pohon juga program lain yang diakukan dengan melindungi satwa yang ada seperti orang utan, harimau dll.

Sekjen GP Ansor Pusat Malik Haromain mengatakan,”sudah saatnya pesantren yang ada peduli pada lingkungan dengan cara mengembangkan Fikih Lingkungan. Yaitu pengembangan kajian lingkungan seperti bagaimana hukum melestarikan lingkungan atau ancaman bagi orang yang merusak lingkungan. Diharapkan dari kerjasama  ini bisa berlanjut dan tidak hanya pada penghijauan saja, lebih lanjut pada empowering  dan sebagainya,”terang Malik yang juga sebagai anggota DPR RI.

Ketua PCNU Depok KH. Burhanuddin Marzuki mengatakan,” sebenarnya jumlah 6000 pohon masih kurang untuk masyarakat Depok, ini hanya sekadar pancingan. Harusnya kita mampu menanam sendiri tanpa harus minta kedubes dan kalau bisa penanaman pohon yang sudah jarang di tanam seperti tanaman Gowok, yang masyarakat sendiri sudah tidak mengenalnya lagi. Islam telah mengajarkan pelestarian lingkungan seperti sejak zaman Umar bin Khotob ada seorang kakek yang berumur 80 tahun menanam kurma yang diperuntukkan anak cucunya,”ujarnya.

Dalam acara penanaman secara simbolik 6000 pohon dengan rincian 3000 pohon belimbing dan 3000 pohon alpukat dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Depok, Kapolres, Dandim, tokoh masyarakat dan keluarga besar NU. Setelah acara langsung tanaman tersebut didistribusikan kepada masyarakat melalui PAC Ansor ke beberapa tempat diantaranya masyarakat sekitar dan 6 kecamatan. (mad)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG