IMG-LOGO
Warta

Pemprov Jatim Alokasikan Rp. 280 Miliar untuk Pendidikan Madrasah


Ahad 24 Januari 2010 12:19 WIB
Bagikan:
Pemprov Jatim Alokasikan Rp. 280 Miliar untuk Pendidikan Madrasah
Kediri, NU Online
Gubernur Jawa Timur DR H Soekarwo menegaskan komitmennya berinvestasi membangun sumber daya manusia (SDM). Alasannya, hanya dengan pembangunan SDM, kemiskinan dan pengangguran di Jatim bisa dikurangi.

"Dengan investasi pendidikan, dalam 5 sampai 6 tahun ke depan, Jatim tak lagi mengirim tenaga pembantu rumah tangga. Tapi yang dikirim adalah yang memiliki ketrampilan. Salah satu targetnya adalah pesantren," kata Soekarwo saat menghadiri peluncuran logo 100 Tahun Pesantren Lirboyo, Kediri, Jatim, Sabtu (23/1).<>

Pesantren, kata gubernur, memiliki modal dasar kuat. Yakni moralitas dan kemandiriannya. Dengan modal itu, lanjutnya, tinggal memasukkan iptek, pendidikan, dan pelayanan. "Apalagi pesantren masih mempertahankan sistem "sorokan" dan diniyah salafiyah," tambah Pak De Karwo, sapaan akrab Soekarwo.

Menurut Pak De, langkah itu membangun peradaban yang sempurna di pesantren. Selain itu, diyakini akan bermanfaat bagi masyarakat. Pemprov Jatim, jelas gubernur, saat ini juga meningkatkan mutu pendidikan para ustadz diniyah salafiyah di pesantren ke jenjang S1 sebanyak 4 ribu dari target 6 ribu orang.

Untuk tahun ini, dialokasikan dana sebesar Rp 280 miliar untuk perbaikan mutu pendidikan madrasah diniyah salafiyah.

Investasi pendidikan yang telah dilakukan, lanjut Pak De Karwo, mulai membuahkan hasil. Itu ditunjukkan lewat rata-rata pendapatan masyarakat Jatim saat ini naik sebesar 11,5%. Selain itu, dalam satu tahun kepemimpinan “Karsa” (Soekarwo-Saifullah Yusuf), terdapat pengurangan kemiskinan sebesar 18,83 % dari 3.078.882 rumah tangga miskin (RTM), yang sebagian berada di “tapal kuda”, terutama Kabupaten Jember, Bondowoso, dan Sampang.

Ditambahkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sampang yang dulunya menduduki ranking 397 dari 398 kab/kota di Indonesia, sekarang posisinya meningkat menjadi 10 di atasnya. Sebab, jumlah orang miskin di daerah ini turun cukup signifikan, mencapai 29%.

Selain pendidikan, kesehatan juga menjadi fokus Pemprov Jatim. Tahun ini, sebanyak 8.400 polindes di desa akan ditingkatkan menjadi pondok kesehatan desa (poskesdes), yang dilengkapi dokter, perawat, bidan, mantri, plus kelengkapan obat-obatan.

Dengan demikian, orang miskin yang sakit tidak perlu lagi jauh-jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan. Mereka tidak perlu lagi mengeluarkan dana untuk transportasi dan pembelian obat karena sudah tersedia secara gratis di desa. Pertanian dan UMKM, lanjutnya, menjadi fokus Pemprov. lainnya karena industri kecil menjadi bagian yang perlu dibantu. Untuk itu, Pemprov. UKM telah mendirikan Lembaga Penjaminan yang mampu menyalurkan dana Rp. 4,5 trilyun bagi UMKM di Jatim.

Gubernur juga menyampaikan kebahagiaan, yakni penilaian KPK yang menempatkan Pemprov Jatim terbaik di negeri ini dalam memberikan pelayanan bidang kesehatan melalui rumah sakit yang dimilikinya. Skor yang diberikan KPK untuk pelayanan rumah sakit Jatim adalah 7,14 dari skala 10.

Survey dilakukan KPK secara diam-diam selama April-September 2009. Hadir dalam peringatan satu abad Pesantren Lirboyo ini, antara lain Wagub Jatim Saifullah Yusuf, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suwarno, Wali kota Kediri Samsul Ashar, Bupati Kediri Soetrisno, para kyai se-Kota Kediri. (ant/min)
Bagikan:
IMG
IMG