IMG-LOGO
Warta

NU Anggap Terlalu Kecil Berada di Belakang Parpol


Kamis 19 Juni 2003 00:23 WIB
Bagikan:
NU Anggap Terlalu Kecil Berada di Belakang Parpol

Jambi, NU.Online
Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi menegaskan, Nahdlatul Ulama (NU) tidak akan berada di belakang partai politik manampun termasuk PKB. “ Perlu saya tegaskan , NU tidak akan berada di belakang parpol manapun. Karena, parpol terlalu kecil untuk menjadi imamnya NU,” tegasnya, pada pelantikan PW NU Jambi di Hotel Abadi, kemarin.

Menurut dia, NU harus menyebar ke seluruh Indonesia, sehingga menjadi tenda besar yang dapat mengayomi semuanya. Bukan malah menjadi makmum bagai parpol yang dipakai untuk kepentingan partai politik itu. "Tidak mungkin ummat NU berada pada satu parpol dan tidak cukup bagi NU berada di parpol. Belum lagi, saat ini banyak partai yang pecah. Seperti Golkar yang dulu pernah single majority, PDI P yang pecah di mana-mana, PPP dan PKB yang juga  makmuman lillahi ta’ala,” ujar Hasyim yang disambut gerr oleh kalangan Nahdiyin Jambi.

<>

Disebutkannya, NU harus merupakan gerakan moderat. Artinya, tidak ekstrim ke kiri dan ke kanan, tidak radikal dan tidak pula melakukan teror. NU harus menjadi atap bagi semua parpol bukan berada di belakang mereka. Hal ini jangan diartikan NU tidak punya ketegasan, tapi NU harus punya sikap moderat yang diisi dengan keadilan. Bersikap adillah. Katakan ya dan katakan tidak, walaupun saat mengatakan hal itu kondisinya lagi marah atau senang.” Ketika saya diundang oleh pemerintah Amerika untuk mendoakan dan belasungkawa korban tragedi  World Trade Center, saya datang dan memenuhi permintaan mereka. Jadi, NU harus punya sikap kapan saatnya mengatakan ‘ya’ dan kapan juga waktunya untuk mengatakan ‘tidak’,” tandasnya.

Menurutnya, NU tidak mempunyai kepentingan dengan Saddam Husein, tapi NU punya kewajiban untuk menyelamatkan warga Irak yang merupakan ummat Muhammad. Untuk itu. NU harus dapat menjadi payung peneduh bagi semua umat manusia yang membutuhkan dan menjadi jangkar bagi negara kesatuan Republik Indonesia.

Sementara itu, KH Hasyim Muzadi kemarin secara resmi melantik Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Jambi di Hotel Abadi Jambi. Pelantikan itu ditandai dengan pembacaan SK PBNU tentang nama-nama pengurus PWNU Jambi dan pengucapan sumpah oleh pengurus PWNU Jambi.

Dalam kesempatan itu, Ketua PBNU mengharapkan kepada pengurus NU Jambi yang baru dilantik agar mulai bekerja membesarkan NU sebagai payung bagi semua umat.

“NU Jambi harus bisa membuat suatu badan usaha. Jangan menjadikan NU sebagai lahan usaha. NU dapat menjadi besar karena niat tulus dan perjuangan dari seluruh pengurus dan anggota NU,” pintanya.

Sementara itu, Gubernur Jambi diwakili Wakil Gubernur Jambi Drs H Hasip Kalimuddin Syam minta agar NU dapat menjadi mitra pemerintah daerah dalam membangun daerah Jambi. “Kami selaku pemerintah daerah mengharapkan agar NU dapat meningkatkan peran sertanya dalam pembangunan daerah. Konstribusi pemikiran manapun yang lainnya sangat dibutuhkan demi membangun Jambi yang adil dan sejahtera,” harap Gubernur.

Ketua PWNU Provinsi Jambi, Drs H Abdul Kadir dalam sambutannya menyatakan NU sebagai wadah pemersatu umat ke depan diharapkan dapat berkiprah dalam upaya ikut serta dalam pembangunan Provinsi Jambi. (Kd-J/jay/wan)

Bagikan:
IMG
IMG