PEZINA DILARANG IKUT PILKADA

LBMNU: Pemimpin adalah Figur Terbaik

LBMNU: Pemimpin adalah Figur Terbaik
Jakarta, NU Online
Usulan penambahan ketentuan tidak cacat moral dalam ketentuan calon dalam Pilkada di Indonesia mendapat dukungan dari wakil ketua Lembaga Bahtsul Masail NU KH Arwani Faishal.

“Dalam Islam, mereka yang menjadi pemimpin diharapkan adalah figur terbaik. Setelah Rasululah meninggal, penggantinya adalah Abu Bakar Siddiq karena beliau yang terbaik, kemudian diganti Umar karena juga orang yang terbaik, demikian pula selanjutnya,” katanya kepada NU Online, Jum’at (23/4).<>

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengajukan dua usulan revisi Undang-Undang No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Dua usulan tersebut adalah calon kepala daerah harus memiliki pengalaman di partai politik atau organisasi kemasyarakatan, dan juga tidak cacat moral.

Cacat moral di sini, misalnya, calon kepala daerah tidak pernah berzina, selain juga tidak pernah menjadi pemakai narkoba, berjudi, dan lainnya

Kiai Arwani berpendapat jika pemimpin memiliki cacat moral, bagaimana nantinya ia bisa memberi contoh atau menyerukan perbaikan moral kepada para umatnya.

“Kalau pemimpinnya pezina, bagaimana ia nanti bisa melarang perzinaan,” terangnya.

Usulan oleh sebagian kalangan biar masyarakat sendiri yang menentukan calon pemimpinya yang layak seperti yang terjadi di Amerika Serikat dengan kegagalan calon-calon yang terbukti pernah berselingkuh seperti Gary Hart tidak disetujui oleh Mendagri.

Gunawan Fauzi berpendapat kondisi Indonesia dan Amerika tidak bisa disamakan karena masyarakat AS dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi sudah lebih matang dalam memilih pemimpinnya sehingga diperlukan peran pemerintah. (mkf)
BNI Mobile