IMG-LOGO
Warta
MUSIBAH MERAPI

Pemuda Ansor Keliling Desa, Galang Bantuan

Ahad 14 November 2010 19:40 WIB
Bagikan:
Pemuda Ansor Keliling Desa, Galang Bantuan
Tegal, NU Online
Gerakan pemuda Ansor Anak Cabang Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal ikut ambil bagian menggalang bantuan untuk masyarakat yang tertimpa musibah di daerah Magelang dan sekitarnya akibat letusan Gunung Merapi.

Langkah pertama Pimpinan Anak cabang Kecamatan Dukuhwaru langsung melakukan percepatan penggalangan dana dan bantuan lainya, Jum’at (12/11) sore, yang dipusatkan di Desa Slaranglor Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal.<>

Pantauan NU Online penggalangan dana berkeliling mengitari desa tersebut dengan menggunakan mobil, sepeda motor, dan sebagian berjalan kaki. Adapun yang terkumpul hasil penggalangan berupa uang, pakaian pantas pakai dan bahan makanan pokok.

Koordinator lapangan Joni Irawan kepada NU Online mengatakan penggalangan bantuan yang terkumpul nanti akan diserahkan kepada posko peduli bencana alam PC. Ansor Kabupaten Tegal yang di pusatkan di gedung NU Kabupaten Tegal.

“Kegiatan Ansor ini ternyata mendapat sambutan sangat anosias dari masyarakat, terbukti dari bantuan yang sangat lumayan kalau menurut ukuran masyarakat pedesaaan, dan kami pun yang bekerja merasakan bahwa dukungan masyarakat merupakan bertanda bahwa Ansor masih dipercaya oleh masyarakat,” katanya.

Ketua Ansor Ranting Desa Slaranglor mengatakan, kegiatan tersebut adalah wujud peduli sahabat-sahabat Ansor. "Walaupun nilainya tak seberapa tetapi ini merupakan ikhtiar untuk membantu yang sedang membutuhkan, sehingga beban penderitaan mereka sedikit bisa terangkat,” tandasnya.

Ketua Anak Cabang GP. Ansor Kecamatan Dukuhwaru Chamdan mengatakan, Ansor tidak memiliki kepentingan apapun selain membantu saudara-saudara kita yang ditimpa musibah. “Kita tetap berkhidmat dengan tetap memegang dan menjaga almamater baik, yakinlah niat baik selalu menang,” pungkasnya. (miz)
Bagikan:
Ahad 14 November 2010 18:19 WIB
Muhlason Jalaluddin - Tabranie Basya Pimpin NU Mesir
Muhlason Jalaluddin - Tabranie Basya Pimpin NU Mesir

Kairo, NU Online
Rabu (10/11) lalu, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir kembali menggelar Konfercab yang dilaksanakan setiap berakhirnya satu periode kepengurusan. Acara yang dihelat di Griya Jateng, Kairo ini bertema “Meneguhkan Kembali Muslim Moderat”.

Suara  forum pada akhirnya bermuara pada nama Muhlason Jalaluddin sebagai Rais Syuriyah, dan Muhammad Tabranie Basya sebagai Ketua Tanfidziah periode 2010-2012. “Ini merupakan masa transisi PCINU Mesir, sebab Ketua Tanfidziah kali ini dari golongan muda,” tutur Muhammad Saifuddin, mantan Rais Syuriah NU Mesir selepas Konfercab kemarin.

<>

Dari sekian banyak Nahdliyyin yang ada di Mesir, penjaringan kandidat Ketua Tanfidziah oleh panitia Konfercab mengerucut pada nama Hudallah Ridwan, Abdul Ghofur, Shiddiq Fathani, Khozien Dipo, serta Ahmad Hadidul Fahmi.

Akan tetapi Khozien Dipo dan Ahmad Hadidul Fahmi--menjelang pemilihan Ketua Tanfidziah--mundur, dan menyerahkan suara pada Muhammad Tabranie Basya. Sedang Abdul Ghofur  dan Shiddiq Fathani mundur dengan beberapa alasan. Dan suara forum pada akhirnya membawa Tabranie Basya sebagai Ketua Tanfidziah.

Muhammad Tabranie Basya dan Muhlason Jalaluddin merupakan sosok ideal yang diidamkan oleh banyak pihak membawa NU Mesir pada kejayaan. Jika Muhammad Tabranie Basya, yang juga Budayawan di kalangan Mahasiswa Indonesia di Mesir, dikenal sebagai sosok loyal, komunikatif, visioner, maka Muhlason Jalaluddin  dikenal oleh kalangan Nahdliyyin dengan dedikasi yang tinggi serta prestasi dan pengabdiannya terhadap NU Mesir selama menjadi Ketua Tanfidziah selama dua periode.

“Saya harap antar sesama pengurus di periode saya mampu menjalin kerjasama yang bagus, sehingga akan membentuk soliditas kepengurusan NU Mesir kedepan,”” ungkap Tabranie.

“Konfercab sebenarnya penghujung acara dari acara-acara besar yang dilaksanakan sebagai rentetan pra-Konfercab,” ujar Muhammad Iqbal, Ketua Panitia Konfercab VI. (hum)

Ahad 14 November 2010 14:1 WIB
MUSIBAH MERAPI
Daerah Merapi Sudah Teraliri Listrik
Daerah Merapi Sudah Teraliri Listrik
Yogyakarta, NU Online
PLN Yogyakarta menegaskan jika kondisi pasokan listrik untuk daerah Boyolali, Klaten dan Yogyakarta yang sebelumnya mengalami gangguan pasokan listrik, akibat aktifitas Gunung Merapi, kini sudah kembali teraliri listrik secara normal.

Demikian seperti terungkap dalam www.esdm.go.id, pada Ahad (14/11). Ini merupakan hasil Rapat Koordinasi di lingkungan sektor ESDM yang berlangsung di Kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Sabt<>u (13/11).

Sebelumnya, pada daerah-daerah tersebut terjadi gangguan pasokan listrik karena terputusnya kabel ataupun tiang-tiang listrik yang tertimpa pohon.  Tapi,kini secara keseluruan pasokan listrik telah teraliri oleh sistem, namun untuk mengantisipasi gangguan listrik ke depan, PLN menyediakan 101 + 6 genset bantuan.

Genset-genset tersebut  telah terpasang di berbagai titik di daerah Boyolali, Klaten, dan Yogyakarta, sehingga sewaktu-waktu listrik dari sistem gagal, genset akan segera beroperasi untuk mem-backup dan menyediakan kebutuhan listrik.

Kebutuhan listrik merupakan salah satu kebutuhan yang penting bagi warga Boyolali, Klaten, dan Yogyakarta.  Listrik selain diperlukan untuk penerangan jalan juga diperlukan untuk keamanan dari tindak kriminal pencurian yang akhir-akhir ini menghantui warga.

Khusus untuk daerah Magelang yang sebelumnya mengalami gangguan pasokan listrik, saat ini smuanya telah terkendali. 35 titik telah dialiri sistem dan 6 titik dipasok genset. Total terdapat 32 unit genset yang diperuntukan untuk wilayah Magelang.(amf)

Ahad 14 November 2010 13:0 WIB
HUJAT AGAMA
Seorang Perempuan Pakistan Digantung
Seorang Perempuan Pakistan Digantung
Islamad,NU Online
Seorang perempuan dijatuhi hukuman gantung di Pakistan setelah dinyatakan bersalah karena menghujat Nabi Muhammad. Asia Bibi, nama perempuan yang merupakan ibu dari lima anak dan berusia 45 tahun, itu menyangkal telah melakukan hujatan tersebut.

Kelompok LSM dan aktivis hak asasi manusia (HAM) mengecam vonis yang dijatuhkan pada hari Senin (8/11) itu dan menyerukan agar undang-undang tentang penghujatan di Pakistan dicabut.

Para pen<>dukung Bibi mengatakan, dia sekarang akan mengajukan banding terhadap hukuman yang dijatuhkan di sebuah pengadilan lokal di kota Sheikhupura, dekat Lahore, Pakistan itu.

Ashiq Masih, suaminya, mengatakan, ia tidak sampai hati untuk memberitahukan putusan pengadilan itu kepada dua dari lima anak mereka. "Saya tidak memberitahukan kepada dua anak perempuan saya yang lebih muda tentang putusan pengadilan itu,"katanya.

"Mereka bertanya kepada saya berkali-kali tentang ibu mereka, tapi saya tidak punya keberanian untuk memberi tahu mereka bahwa hakim telah menghukum ibu mereka dengan hukuman mati untuk kejahatan yang dia tidak pernah lakukan." Bibi telah ditahan di penjara sejak Juni tahun 2009 lalu.

Dalam sidang pengadilan, berdasarkan kesaksian Bibi, diungkapkan bahwa dia sedang bekerja sebagai buruh tani di ladang bersama para perempuan lain ketika ia diminta untuk mengambil air minum.

Sejumlah perempuan lain—semuanya Muslim—menolak untuk minum air itu karena dibawa oleh seorang nonmuslim dan karena itu dinilai "najis". Insiden ini terlupakan sampai beberapa hari kemudian ketika Bibi mengatakan dia diserang massa. Polisi lalu dipanggil dan Bibi dibawa ke kantor polisi demi keselamatan dirinya.

Shahzad Kamran dari Sharing Life Ministry Pakistan, sebagaimana dikutip Dailymail, mengatakan, "Polisi berada di bawah tekanan dari massa Muslim, termasuk para ulama, yang meminta Asia dibunuh karena ia telah berbicara buruk tentang Nabi Muhammad.

Jadi, setelah polisi menyelamatkan nyawanya, mereka kemudian mendaftarkan kasus penghujatan terhadap dirinya itu." Bibi telah diisolasi selama lebih dari satu tahun sebelum dijatuhi hukuman mati pada hari Senin itu. "Dia tidak bersalah dan dia tidak mengatakan kata-kata itu." (amf/kcm)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG