IMG-LOGO
Warta

Tradisi NU Jadi Ikon Pariwisata Banten

Senin 14 Februari 2011 16:18 WIB
Bagikan:
Tradisi NU Jadi Ikon Pariwisata Banten
Banten, NU Online
Salah satu tradisi NU yang hampir punah yakni, ritual panjang mulud yang digelar setiap peringatan maulid Nabi Muhammad SAW bakal dijadikan ikon pariwisata Prov Banten untuk menarik wisatawan.

"Ini salah satu tradisi NU yang hampir punah, oleh karena itu, kami ingin kegiatan panjang mulud, yang juga identik dengan ngeropok (berebut makanan) jadi ikon seperti di daerah-daerah lainnya, seperti gerebekan dan sekatenan," ujar Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kota Serang Kosasih usai rapat koordinasi persiapan panjang mulud di aula Setda Puspemkot Serang.<>

Panjang mulud kali ini merupakan panjang mulud kali ketiga. Pertama, panjang mulud digelar di Alun-alun, kedua di Banten Lama, dan tahun ini akan digelar di Puspemkot Serang, kawasan Highland Park atau Kota Serang Baru (KSB), Rabu (16/2).

Tempatnya di Puspemkot, lanjut dia, untuk memperkenalkan kantor baru Pemkot, melakukan silaturahim dengan masyarakat sekitar, serta mendoakan kantor baru. Apalagi Pemkot memiliki tempat yang representatif untuk menggelar acara.

“Acara dimulai dari Stadion Maulana Yusuf Ciceri pukul 13.00 dan berakhir di Puspemkot,” jelasnya.

Kata dia, panjang mulud akan diikuti 23 SKPD dan enam ke­camatan. Setiap SKPD memeriahkan panjang mulud dengan mengirimkan kendaraan hias berikut panjang muludnya (makanan yang dihias). Sedangkan untuk kecamatan, masing-masing harus mengirimkan empat kendaraan hias.

"Pada hari Rabu (16/2) juga akan ada pembukaan MTQ kedua yang digelar pada 17 - 18 Februari," pungkasnya. (zen)
Bagikan:
Senin 14 Februari 2011 19:14 WIB
Pemerintah Berencana Bangun Asrama Mahasiswa di Mesir
Pemerintah Berencana Bangun Asrama Mahasiswa di Mesir
Bumiayu, NU Online
Pemerintah RI berencana membangun asrama di Kairo, Mesir, guna membantu para mahasiswa yang tengah menyelesaikan pendidikan di negeri tersebut.

"Asrama tersebut seharusnya sudah terbangun dua tahun silam, tapi menemui kendala, kata Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Choirul Fuad di Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, Ahad (13/2). &l<>t;br />
Hal tersebut dikatakan Choirul yang mendampingi Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali yang tengah melakukan kunjungan kerja ke beberapa pondok pesantren di Brebes.

Terkait rencana pembangunan asrama di Kairo, ia mengakui bahwa hal itu sudah lama direncanakan. Diperkirakan asrama itu mampu menampung mahasiswa Indonesia sebanyak 4 ribu jiwa, sementara mahasiswa yang belajar di negeri itu mencapai 6 ribu orang lebih.

Mengenai berapa anggaran yang dialokasikan dan mengapa hingga kini belum dapat direalisasikan, ia tidak secara tegas menjawabnya.

Ia mengatakan, pemerintah menganggarkan sekitar Rp14 miliar. Kendala yang dihadapi menyangkut regulasi dari Kementerian Keuangan karena dana itu menggunakan dana APBN, maka harus dilihat dahulu apakah sudah sesuai dengan aturan.

"Untuk yang ini, aturannya masih belum jelas," ia menjelaskan.

Choirul menambahkan, animo siswa dari tanah air untuk belajar di Mesir cukup tinggi. Pemerintah Mesir pun, kendati tingkat perekonomiannya hampir setara dengan RI, banyak memberi bantuan kepada para mahasiswa untuk belajar di Mesir.

Hampir tiap tahun pemerintah Mesir memberi bantuan kepada mahasiswa di Kairo sekitar Rp.20 miliar. Belum lagi bantuan lainnya.

Ini menunjukkan bahwa Mesir menaruh perhatian terhadap pendidikan. Ia berharap dukungan pemerintah Mesir ke depan tetap besar untuk membantu mahasiswa Indonesia. (ant)
Senin 14 Februari 2011 18:23 WIB
Perundingan Damai Israel-Palestina Terhenti
Perundingan Damai Israel-Palestina Terhenti
Yerusalem, NU Online
Tergulingnya Presiden Mesir Hosni Mubarak tampaknya membuat Israel dan Palestina mencapai kata sepakat. Kedua pihak merasa saat ini bukan saatnya untuk melakukan perundingan damai.

Bagi Israel, jatuhnya Mubarak meningkatkan kekhawatiran kelompok Islam ekstrem akan mengambil alih kekuasaan di negara tetangga mereka tersebut. Israel juga khawatir kesepakatan damai yang ditandatangani kedua negara pada 1979 akan batal akibat jatuhnya Mubarak.r />
Bagi pemerintah Palestina dukungan Amerika Serikat, jatuhnya Mubarak membuat mereka kehilangan mediator kunci dalam perundingan damai dengan Israel serta dengan rival mereka, Hamas yang saat ini berkuasa di Jalur Gaza.

Israel dan Palestina kini tengah menunggu pemerintah seperti apa yang akan berkuasa di Mesir pascalengsernya Mubarak. (AP)
Senin 14 Februari 2011 17:30 WIB
Fatayat NU Lakukan Peningkatan Kapasitas Pengurus
Fatayat NU Lakukan Peningkatan Kapasitas Pengurus
Jakarta, NU Online
Dalam rangka meningkatkan kapasitas berorganisasi, sekaligus pemahaman nilai-nilai keaswajaan, para pengurus PP Fayatat NU digembleng di kawasan Puncak pada Jum’at-Ahad (11-13 Februari).

Ketua Umum PP Fatayat NU Ida Fauziyah menjelaskan, program capacity building ini diperuntukkan untuk seluruh pengurus PP Fatayat, ditambah tujuh koordinator wilayah yang dibentuk berdasarkan pulau-pulau besar yang ada di Indonesia. seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua.<> 

“Kita membicarakan pemahaman yang lebih utuh terhadap kefatayatan, aswaja, tantanganan dan dinamika perkembangan isu perempuan serta respon Fatayat terhadap isu perempuan,” katanya.

Beberapa pemateri yang diundang diantaranya mantan ketua umum PP Fatayat NU Maria Ulfa Anshor, mantan Direktur Lakpesdam NU Lilis Nurul Husna dan Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali.

Pertemuan ini sekaligus untuk laporan perkembangan kepengurusan Fatayat NU selama enam bulan terakhir dari masing-masing bidang untuk mengevaluasi apa yang sudah berjalan dengan baik, apa saja yang belum berhasil dan bagaimana mencari solusinya.

Ida menjelaskan, selama enam bulan kepengurusannya, beberapa kerja organisasi yang sudah dilakukannya diantaranya meliputi konsolidasi struktural di Sumatra Barat, upaya menghidupkan Fatayat NU di Sulawesi Utara, serta rencana pembentukan PW Fatayat NU di Papua Barat, yang sudah berdiri 4 PC Fatayat disana.

Upaya penguatan bidang ekonomi bagi anggota Fatayat juga telah dilakukan dengan menggelar pelatihan kewirausahaan di 40 cabang. “Kita targetkan, setiap satu cabang memiliki satu usaha ekonomi dengan produk unggulan. Kita akan bantu akses modalnya,” jelasnya.

Dengan kemandirian ekonomi, maka upaya kerja-kerja sosial yang dilakukan oleh Fatayat NU akan lebih berdaya.

Hal lain adalah membangun kepengurusan di tingkat Anak Ranting dengan basis masjid, musholla dan majelis taklim, terutama di daerah Jawa

“Untuk memperkuat basis di ranting, kita ada kerjasama dengan Kementerian Kesehatan untuk membangun Desa Siaga yang mandiri secara ekonomi sehat di 8 wilayah,” tuturnya.

Dijelaskannya, kerjasama dengan berbagai fihak akan terus diupayakan karena kerjasama dengan satu fihak biasanya tak menjangkau seluruh aspek, sehingga harus melibatkan banyak lembaga agar pemberdayaan perempuan bisa berjalan maksimal. (mkf)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG