Tradisi NU Jadi Ikon Pariwisata Banten

Tradisi NU Jadi Ikon Pariwisata Banten
Banten, NU Online
Salah satu tradisi NU yang hampir punah yakni, ritual panjang mulud yang digelar setiap peringatan maulid Nabi Muhammad SAW bakal dijadikan ikon pariwisata Prov Banten untuk menarik wisatawan.

"Ini salah satu tradisi NU yang hampir punah, oleh karena itu, kami ingin kegiatan panjang mulud, yang juga identik dengan ngeropok (berebut makanan) jadi ikon seperti di daerah-daerah lainnya, seperti gerebekan dan sekatenan," ujar Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kota Serang Kosasih usai rapat koordinasi persiapan panjang mulud di aula Setda Puspemkot Serang.<>

Panjang mulud kali ini merupakan panjang mulud kali ketiga. Pertama, panjang mulud digelar di Alun-alun, kedua di Banten Lama, dan tahun ini akan digelar di Puspemkot Serang, kawasan Highland Park atau Kota Serang Baru (KSB), Rabu (16/2).

Tempatnya di Puspemkot, lanjut dia, untuk memperkenalkan kantor baru Pemkot, melakukan silaturahim dengan masyarakat sekitar, serta mendoakan kantor baru. Apalagi Pemkot memiliki tempat yang representatif untuk menggelar acara.

“Acara dimulai dari Stadion Maulana Yusuf Ciceri pukul 13.00 dan berakhir di Puspemkot,” jelasnya.

Kata dia, panjang mulud akan diikuti 23 SKPD dan enam ke­camatan. Setiap SKPD memeriahkan panjang mulud dengan mengirimkan kendaraan hias berikut panjang muludnya (makanan yang dihias). Sedangkan untuk kecamatan, masing-masing harus mengirimkan empat kendaraan hias.

"Pada hari Rabu (16/2) juga akan ada pembukaan MTQ kedua yang digelar pada 17 - 18 Februari," pungkasnya. (zen)
BNI Mobile