IMG-LOGO
Daerah

PMII Guluk-Guluk Ingin Jadi Ikon Pergerakan di Madura

Rabu 18 Mei 2011 10:25 WIB
Bagikan:
PMII Guluk-Guluk Ingin Jadi Ikon Pergerakan di Madura

Sumenep, NU Online
Pengurus komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Guluk-Guluk, Sumenep ingin menjadi ikon pergerakan di pulau Madura. Mereka tidak mau terlibat dalam gejolak politik agar proses kaderisasi berjalan secara optimal.

Ketua PMII Guluk-Guluk Ach. Danial di sela rapat harian di halaman Kampus Putih, Senin malam (16/5) bahkan dengan optimis mengatakan PMII Guluk-Guluk telah lama diakui sebagai ikon pergerakan dan keilmuan di Madura.<>

Selain ketua, rapat juga dihadiri Riadi (Ketua I), Imam Abdurrahman (Sekretaris), Faishol Amin (Bendahara umum), dan Mulyadi (Sekretaris II). Hairul Anam, koordinator Informasi dan Komunikasi (Infokom) yang juga kontributor NU Online, juga terlibat aktif membicarakan segala hal yang berkenaan dengan komisariat.

Rapat yang diawali dengan sharing seputar rintangan yang dihadapi selama menjalani roda kepengurusan.

Sekretaris mengeluhkan kurang pedulinya pengurus terhadap pentingnya pengarsipan. “Kesadaran arsip masih belum membudaya di kalangan kita,” kata Imam Abdurrahman.

Menurut Imam, hal itu berdampak tak baik terhadap data-data yang amat dibutuhkan seperti, data base kader dan alumni serta data-data lainnya. Namun, tambah Imam, hal tersebut mulai tersadari oleh stake holders PMII Guluk-Guluk yang terlihat dari laporan tertulis yang dilakukan tiap kali usai mengadakan acara atau kegiatan pengkaderan sejak beberapa bulan belakangan ini.

Koordinator Infokom Hairul Anam memberikan catatan terkait dengan program kerja komisariat PMII Guluk-Guluk. Menurutnya, selama ini, PMII Guluk-Guluk terkesan apatis terhadap formalitas. Pada kepengurusan sekarang, sudah banyak acara dan kegiatan pengkaderan yang telah dijalani sekalipun program kerja tak dirampungkan.

Padahal, kegiatan rencana strategis (renstra) sebagai penunjang terhadap perumusan program kerja sudah dilakukan beberapa bulan yang lalu. Dalam batas tertentu, program kerja tetap amat dibutuhkan dalam organisasi sebesar PMII. Termasuk pula pertemuan rutin antar-pengurus dan antar-kader dinilai suatu hal yang penting dilabuhkan dalam organisasi pergerakan.

Dalam pertemuan itu dihasilkan beberapa kesepakatan, antara lain perampungan program kerja yang melibatkan semua pihak termasuk pengurus yang bermukim di PP Annuqayah Putri, pembenahan administrasi dan pemeliharaan terhadap data-data komisariat, dan pertemuan antar-kader diselenggarakan tiap pertengahan bulan.

Redaktur: A. Khoirul Anam
Kontributor: Hairul Anam

Bagikan:
Rabu 18 Mei 2011 18:39 WIB
Katib Syuriyah NU Blubuk: Arah Kiblat, Menentukan Sahnya Sholat
Katib Syuriyah NU Blubuk: Arah Kiblat, Menentukan Sahnya Sholat

Slawi, NU Online
Katib Syuriyah Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) desa Blubuk Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal, Ustadz Junarto Hidayat SAg mengingatkan akan pentingnya arah kiblat. Sebab akan berdampak pada sah tidaknya pelaksanaan Sholat. Karena Ibadah Sholat itu wajib menghadap ke arah Kiblat, berbeda dengan pemakaman Jenazah.

“Sholat itu wajib menghadap kiblat, karena merupakan syarat sahnya sholat. Berbeda dengan pemakaman (mengubur) jenazah, hukumnya sunah menghadap kiblat,” terang Junarto saat memberikan pembinaan pada Jamiyah Rutin NU Blubuk, Rabu (18/5).<>

Menurut Uje, demikian sapaan akrab Ustadz Junarto, jika sholat yang dikerjakan tidak menghadap kiblat, maka hukumnya tidak sah atau batal. Oleh karena itu, penting mengetahui dengan benar arah kiblat. Selama ini, banyak orang awan (masyarakat-red)  beranggapan, kiblat Sholat adalah yang penting menghadap arah barat. Padahal hal itu salah. “Kita perlu memberi pemahaman yang benar kepada masyarakat tentang arah kiblat,” urainya.

Namun demikian, kata Uje, kiblat sendiri ada tiga jenis. Pertama, kiblat hakiki/haqul yakin, yaitu kiblatnya orang yang sholat di Makkah. Kedua, kiblat Dhoni, yaitu kiblatnya orang yang sholat dekat dengan kota Makah dan sekitarnya. Dan yang ketiga, kiblat ijtihadi, yaitu kiblatnya orang yang sholat yang jauh dari Makah, termasuk Indonesia. “Untuk Kabupaten Tegal sendiri, arah kiblatnya yaitu 24 47º dari LU dan LS,” pungkasnya.

Sementara pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Desa Blubuk, Abdul Qodim menambahkan pemberian pemahaman yang benar kepada masyarakat khususnya warga NU tentang arah kiblat, sangat mendesak dilakukan.

Untuk itu PR NU maupun MWC Kecamatan Dukuhwaru perlu melakukan sosialisasi dan pengukuran ulang arah kiblat Masjid dan Mushola. Untuk  ranting Blubuk, rencana sosialisasi dan pengukuran di agendakan mulai minggu depan. Pengukuran itu, lanjut Qodim, akan dilakukan secara bertahap. Hal itu, mengingat banyaknya jumlah Masjid dan Mushola di Desa Blubuk. “Jumlah Masjid dan Mushola mencapai 20, sehingga sosialisasi dan pengukuran akan dilakukan secara bertahap dan terjadwal,” tandasnya.

Redaktur: Mukafi Niam
Kontributor: Wasdiun


Rabu 18 Mei 2011 17:43 WIB
SMK Balekambang Dikunjungi SMK Lamongan dan Blora
SMK Balekambang Dikunjungi SMK Lamongan dan Blora

Jepara, NU Online
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-kabupaten Lamongan, Jawa Timur dan Blora, Jawa Tengah, Selasa (17/5) kemarin mengunjungi SMK Balekambang, Roudlotul Mubtadiin, desa Gemiring Lor, kecamatan Nalumsari. SMK yang melakukan silaturahmi ke Balekambang adalah SMK dari komunitas pesantren.

Pengasuh pondok pesantren KH Makmun Abdullah Hadziq yang diwakili ketua pondok KH Mustamir Wlidan mengungkapkan peserta kunjungan yang berjumlah 75 delegasi dari Kepala maupun Wakil Kepala Sekolah akan melihat secara langsung pelaksanaan pendidikan karakter di pondok pesantren yang memiliki lembaga MI, MTs, MA, SMK dan Madrasah Salafiyah. <>

“Para peserta akan melihat secara langsung pelaksanaan pendidikan karakter di SMK Balekambang,” ungkapnya kepada NU Online, saat ditemui disela-sela kegiatan, Selasa (17/5) kemarin.

Dikatakannya, pemilihan SMK Balekambang sebagai tujuan silaturahmi menurut penjelasannya karena SMK Balekambang sebagai penerima penghargaan dari Pemerintah Pusat sebagai SMK yang melaksanakan pendidikan karakter.

“Alhamdulillah SMK Balekambang telah menerima penghargaan sebagai SMK berkarakter sehingga kami menjadi menjadi rujukan SMK pesantren yang lain untuk melakukan silaturahmi dan untuk saling tukar pengalaman,” tambahnya.

Redaktur: Mukafi Niam
Kontributor: Syaiful Mustaqim

Rabu 18 Mei 2011 16:24 WIB
IPNU-IPPNU Nalumsari Gelar Konferancab VIII
IPNU-IPPNU Nalumsari Gelar Konferancab VIII

Jepara, NU Online
Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU kecamatan Nalumsari, Selasa (17/5) kemarin menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) VIII bertempat di aula Yayasan Hadziqiyyah blok Nglarangan, desa Gemiring Lor, kecamatan Nalumsari. Kegiatan tersebut diikuti Pimpinan Ranting (PR) dan Pimpinan Komisariat (PK) se-kecamatan Nalumsari. 

Ketua panitia, Muhammad Sidiq mengatakan selain agenda konferancab juga seminar “Mengembalikan Hakikat Pemimpin sebagai Suri Tauladan demi Kemaslahatan Umat” dengan pembicara Ahmad Bahrowi (Dosen INISNU Jepara) dan Kholilah Mawardi (PC Muslimat NU). Muslimin, S.Sos.I, ketua PAC IPNU Nalumsari mengungkapkan agar kegiatan tersebut muncul calon pemimpin yang baik daripada sebelumnya. <>

Sementara itu, Muhammad Muftil Umam, ketua PC IPNU Jepara dalam sambutannya menyatakan secara legal formal PAC IPNU-IPPNU Nalumsari pada 2007 dibekukan oleh PC IPNU-IPPNU Jepara karena disinyalir pada salah satu kegiatan tertentu berafiliasi dengan salah satu partai politik.

“Tetapi secara pribadi saya masih mengapresiasi dan menghargai eksistensi PAC IPNU-IPPNU Nalumsari,” jelasnya.

Pada momentum konferancab VII, tambahnya setelah prosesi pemilihan sesuai dengan mekanisme Pimpinan Cabang maka perlu diadakan pembentukan kembali PAC IPNU-IPPNU Nalumsari agar bisa berdampingan dengan PC IPNU-IPPNU seperti tahun-tahun sebelumnya.

Perwakilan dari MWC NU Nalumsari, Zainuri, S.Pd.I mengharapkan konferancab bakal melahirkan pemimpin yang bisa meluangkan waktu sepenuhnya untuk organisasi. Selain itu muncul pemimpin yang jujur dan benar.

“Kami berharap yang akan menggantikan tampuk kepemimpinan PAC IPNU-IPPNU Nalumsari adalah orang yang koberan (bisa meluangkan waktu sepenuhnya untuk organisasi), jujur dan benar,” harapnya.

Redaktur: Mukafi Niam
Kontributor: Syaiful Mustaqim

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG