IMG-LOGO
Trending Now:
Warta

Imam Masjid Istiqlal Berikan Tausiah di Maroko

Senin 22 Agustus 2011 8:20 WIB
Bagikan:
Imam Masjid Istiqlal Berikan Tausiah di Maroko

Rabat, NU Online
Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof DR KH Ali Mustafa Ya'qub, MA, memberikan tausiah Ramadhan yang bertema "Memaknai Kembali Nuzulul Quran dan Meraih Lailatul Qadar" di hadapan masyarakat Indonesia di Maroko.

Tausiah tersebut juga dihadiri Duta Besar RI di Maroko dan Ibu H Tosari Widjaja serta seluruh staf KBRI Rabat beserta keluarga, mahasiswa serta para pekerja profesional.<>

Kehadiran Imam Besar Masjid Istiqlal dan guru besar Ilmu Hadis IIQ Jakarta itu di Maroko untuk pertama kalinya dalam rangka memenuhi undangan khusus Raja Maroko, Mohamed VI, untuk mengikuti pengajian Ramadhan kerajaan yang dikenal dengan Durus Al-Hassaniyah.

Sebagaimana kebiasaan Raja Maroko, dalam pengajian Ramadhan khusus kerajaan setiap tahun mengundang para ulama besar, tokoh agama dan aktivis Islam dari manca negara termasuk Indonesia.

Tausiah setelah selesai buka puasa dan shalat Maghrib dan Isya serta tarawih itu pertama kali disenggarakan di Wisma Duta karena bertepatan dengan syukuran hari lahir Dubes RI ke-71.

Dubes RI Tosari Widjaja mengatakan, dengan kehadiran seorang ulama yang menjadi kebanggaan, tidak saja bagi dirinya tetapi juga seluruh bangsa Indonesia, akan menambah keberkahan Ramadhan, selain membawa keberkahan baginya pribadi dalam menjalankan tugas negara.

Tausiah berlangsung hangat dan akrab, diisi dengan sesi pertanyaan interaktif dari mahasiswa yang sedang belajar di Maroko serta beberapa pendengar radiopengajian.com dari beberapa negara yang menyimak langsung acara tausiah tersebut melalui jaringan internet.

Dalam Tausiahnya, KH Ya'qub menekankan pentingnya mencontoh Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari melalui hadits-haditsnya yang shahih. "Dengan kembali kepada hadits Rasulullah, banyak persoalan bangsa dan umat Islam dapat diselesaikan, seperti kemiskinan salah satunya," ujarnya.


Redaktur  : Syaifullah Amin

Sumber    : Antara

Bagikan:
Senin 22 Agustus 2011 21:41 WIB
Alhamdulillah, Pemegang KARTANU Dapatkan Asuransi Mudik
Alhamdulillah, Pemegang KARTANU Dapatkan Asuransi Mudik

Jakarta, NU Online
Kabar gembira bagi warga Nahdlatul Ulama yang sudah memegang KARTANU. Selama menjalani mudik dan balik lebaran 2011, perjalanan mereka akan dilindungi oleh asuransi kecelakaan lalu lintas.

Muhammad Said Aqil, salah seorang pelaksana program KARTANU mengatakan, pemberian asuransi bagi pemegang KARTANU selama menjalani mudik dan balik lebaran 2011, merupakan hasil kerjasama PBNU dengan salah satu perusahaan penyedia jasa asuransi. Untuk setiap kecelakaan yang mungkin dialami pemegang KARTANU, klaim maksimal sebesar Rp. 5 juta.
<>
"Ini progam baru, sebagai wujud kepedulian KARTANU kepada Nahdliyin. Dan yang lebih penting ini gratis, pemegang KARTANU tidak perlu lagi membayar biaya lainnya," kata Muhammad di Kantor PBNU, Jl. Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat, Senin, 22 Agustus 2011.

Muhammad menambahkan, asuransi akan diberikan kepada semua pemegang KARTANU yang menjalani mudik dan balik dengan berbagai macam jenis sarana transportasi.

"Kecelakaan tentunya tidak kita inginkan, tapi jika memang terjadi KARTANU akan memenuhi komitmen menyediakan asuransi. Tidak hanya yang mudik dan balik menggunakan pesawat, transportasi laut atau mobil, yang menggunakan sepeda motor juga dilindungi," tegas Muhammad.

Untuk teknis pencairan klaim asuransi, Nahdliyin pemegang KARTANU bisa menghubungi PCNU di masing-masing daerah tempatnya terdaftar. Cara lain yang bisa dilakukan adalah menguhungi call center KARTANU di (021) 7974222. Program asuransi mudik KARTANU ini sendiri merupakan kerjasama PBNU dengan salah satu perusahaan penyedian jasa asuransi ternama di Indonesia.

Penulis: Emha Nabil Haroen

Senin 22 Agustus 2011 21:27 WIB
22 Tim Ikuti Lomba Syi'ir Gus Dur
22 Tim Ikuti Lomba Syi'ir Gus Dur

Surabaya, NU Online
Sebanyak 22 tim dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti Lomba Syi'ir (puisi Islami) yang biasa dilantunkan almarhum mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Lomba yang digelar DKW Garda Bangsa PKB Jatim itu dibuka Ketua Umum DPP PKB H Muhaimin Iskandar dengan menabuh alat musik tong tong di halaman Kantor DPW PKB Jatim, Ahad.
<>
"Kegiatan ini penting untuk meneruskan warisan perjuangan NU, para wali, dan para masyayikh yang berhasil meng-Islamkan Jawa secara budaya," kata Muhaimin yang akrab disapa Cak Imin itu.

Menurut salah seorang keponakan Gus Dur itu, strategi para ulama NU yang berhasil menyiarkan agama lewat budaya itu dilakukan dengan memasukkan nilai agama dalam olah rasa seperti sholawat, syiir, pujian, dan seni budaya lainnya.

"Bahkan, strategi itu juga efektif ketika Indonesia berhasil memadukan kehidupan bergama dengan demokrasi yang modern, karena itu lomba kali ini merupakan upaya untuk meneladani para ulama dalam memadukan agama dengan kehidupan, termasuk Gus Dur," katanya.

Sementara itu, Ketua DKW Garda Bangsa Jatim H Zaini Nashiruddin menjelaskan lomba yang diikuti 22 tim peserta lomba dari DKC dan masyarakat umum itu bertujuan untuk memeriahkan Ramadhan 1432 H dan kegiatan Garda Bangsa dalam menyapa kaum muda.

"Akhir-akhir ini syiir yang dilantunkan Gus Dur itu sering terdengar di beberapa mushalla pada setiap menjelang Maghrib, tapi syiir itu sebenarnya merupakan ciptaan KH Nidzom Mustofa dari Sidoarjo," katanya.

Ia mengatakan peserta lomba berasal dari berbagai daerah seperti Surabaya, Mojokerto, Jombang, Gresik, Bojonegoro, Tuban, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, dan sebagainya.

"Mereka akan berlomba hingga pukul 24.00 WIB, karena itu peserta akan berbuka puasa dan sahur bersama dengan jajaran DKW Garda Bangsa PKB Jatim. Intinya memang bukan sekadar berkompetisi, tapi bersilaturrahmi," katanya.

Acara yang digelar secara lesehan di halaman Kantor DPW PKB Jatim itu juga dihadiri Sekjen DPP PKB H Imam Nahrawi yang juga masih menjabat Ketua DPW PKB Jatim serta jajaran DPP PKB dan DPW PKB Jatim.

Redaktur: Mukafi Niam
Sumber   : Antara

Senin 22 Agustus 2011 20:33 WIB
Guru Madin dan Ulama Penjaga Akhlaq Masyarakat
Guru Madin dan Ulama Penjaga Akhlaq Masyarakat

Brebes, NU Online
Di tengah kondisi masyarakat yang dilanda krisis multidimensi, peran Guru Madrasah Diniyah (Madin) dan Ulama sangat diperlukan.

”Guru Madin dan Ulama adalah penjaga akhlaq masyarakat” kata Bupati Brebes H Agung Widyantoro, SH, Msi dalam sambutan pembinaan Guru Madin dan Pengasuh Pondok Pesantren se-Kabupaten Brebes di Pendopo Kabupaten Brebes, Senin (22/8).
<>
Keberadaan guru Madin dan ulama yang menyerahkan hidupnya dalam dunia pendidikan, sangat erat kaitannya dengan pengentasan kemiskinan dan peningkatan Sumber daya manusia dan itu seiring dengan program pemerintah Kabupaten Brebes.

”Madrasah Diniyah dan Pesantren adalah pencetak bibit unggul” tegas Bupati.

Sebagai wujud terima kasih Pemkab Brebes atas pengabdian guru Madin dan pengasuh Pesantren, di bulan Ramadhan ini Bupati memberikan tali asih kepada 640 guru Madin dan  175 pengasuh pesantren. Diharapkan dengan santunan itu, guru Madin dan pengasuh pesantren dapat meningkatkan peran dalam membangun SDM Kabupaten Brebes menjadi lebih maju lagi.

Lebih lanjut, Bupati mengajak kepada guru Madin dan pengasuh pesantren untuk menyukseskan program pemerintah wajib belajar sembilan tahun. Dimana anak usia sekolah tidak ada lagi yang tidak melanjutkan sekolah. Karena pemerintah telah menggratiskan biaya Sekolah Dasar.

Pembinaan bagi guru Madin dan Pengasuh pesantren sudah menjadi agenda tahunan Pemkab Brebes. Dalam satu pekan Pemkab Brebes telah menyalurkan santunan untuk Hafidz/Hafidzah, Ustadz/Ustadzah, Guru Madin dan Pengasuh Pesantren sebagai tanggung jawab untuk kesejahteraan tenaga pendidik dan ulama di Kabupaten Brebes.

Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Wasdiun

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG