IMG-LOGO
Warta

Pagar Nusa akan Gelar Festival Silat Sedunia

Rabu 30 November 2011 8:35 WIB
Bagikan:
Pagar Nusa akan Gelar Festival Silat Sedunia

Jakarta, NU Online
Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa, badan otonom NU yang membidani olah raga beladiri pencak silat, akan menggelar sebuah festival berskala internasional pada 18 Januari 2012 mendatang di Jakarta.

Ketua Umum PP Pagar Nusa Fuad Anwar menjelaskan dalam laporannya kepada KH Said Aqil Siroj, Selasa (29/11), festival ini untuk menjaga dan memperkenalkan khazanah tradisi nusantara kepada masyarakat.
<>
Pada acara tersebut, akan digelar kejuaraan silat antar perguruan pagar nusa se Indonesia, sementara aliran-aliran bela diri lain dari berbagai belahan dunia turut diundang untuk berdiskusi tentang upaya pengembangan seni beladiri.

“Tak hanya melulu soal silat, dalam acara tersebut, kami juga akan memberikan pengobatan alternative berbasis spiritual untuk membantu masyarakat,” katanya.

Para pendekar silat juga akana menunjukkan kesaktiannya dengan menampilkan berbagai atraksi, yang menunjukkan kedigdayaan, dan kesiapan mereka jika ada fihak lain yang berniat menganggu NU atau Indonesia.

Aksi kebal dari senjata tajam, berjalan diatas api, memutus borgol dan lainnya adalah soal biasa bagi para pendekar.

Kiai Said menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan acara ini, temasuk berbagai atraksi yang menampilkan berbagai kesaktian ini.

“Kalau untuk kebesaran NU tidak apa-apa. Rasulullah dulu juga mengizinkan Abu Dujanah untuk menunjukkan berbagai kekuatannya ketika sedang perang,” paparnya.



Penulis: Mukafi Niam

Bagikan:
Rabu 30 November 2011 17:39 WIB
PBNU Tingkatkan Kerjasama dengan Kementerian Kesehatan
PBNU Tingkatkan Kerjasama dengan Kementerian Kesehatan

Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menerima kunjungan Wakil Menteri Kesehatan Prof dr Ali Ghufron Mukti MSc PhD di gedung PBNU, Rabu (30/11). Kedua belah sepakat untuk meningkatkan kerjasama dalam rangka perbaikan kualitas kesehatan masyarakat.

Kiai Said menjelaskan NU menaungi jutaan rakyat Indonesia yang saat ini masih membutuhkan pendampingan. Kerjasama dengan NU sangat tepat dibandingkan dengan dengan ormas lain dengan keanggotaan yang telah lebih mapan.
<>
“Perjuangan di NU masih panjang karena diantara masyarakat NU sendiri masih besar gapnya sehingga masih banyak tantangan yang harus diselesaikan,” paparnya.

Ia menjelaskan, zaman keterbukaan dan kebebasan ini harus dimanfaatkan dengan baik karena kelompok garis keras.

Sejumlah persoalan kesehatan harus melibatkan ulama, karena menyangkut nilai yang diterima masyarakat. Saat ini yang dipermasalahkan adalah vaksin polio yang diharamkan oleh salah satu kelompok.

Ia menjelaskan, sebelumnya PBNU telah membahas vaksin meningitis untuk jamaah haji dalam forum bahtsul masail dan memutuskan tidak najis sehingga bisa dipakai oleh jamaah haji.

Ali Ghufron, yang pernah nyanti di pesantren Krapyak sepakat dengan pendapat Said Aqil dan mendukung program-program PBNU untuk menciptakan masyarakat yang sehat.

“Dalam ilmu fikih, yang pertama kali dibahas selalu masalah toharoh (cara bersuci). Islam juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan, tetapi masih perlu kerja keras untuk mewujudkannya,” katanya.

Ketua Lembaga Kesehatan (LK) NU, Dr dr Imam Rosyidi menjelaskan, program kerjasama dengan pemerintah yang sedang berjalan terkait dengan Pola Hidup Bersih dan SEhat (PHBS) di 150 pesantren se-Indonesia.

Lembaga Kesehatan juga bekerjasama dengan fihak lain dalam penanganan HIV/AIDS, TBC dan malaria. “Kita berhasil dalam membantu sosialisasi tata nilainya kepada masyarakat, sementara departemen kesehatan lebih ahli soal urusan teknisnya,” tandasnya.


Penulis: Mukafi Niam

Rabu 30 November 2011 16:33 WIB
LBM PBNU Segera Bahas Legalitas Vaksin Polio
LBM PBNU Segera Bahas Legalitas Vaksin Polio

Jakarta, NU Online
Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) menyikapi adanya pro dan kontra di tengah masyarakat terkait legalitas vaksin polio dari kacamata hukum Islam. Untuk mencari pemecahannya, sebuah forum musyawarah untuk melakukan pembahasan akan segera digelar.

Wakil Ketua LBM PBNU, KH. Arwani Faishal mengatakan, forum untuk melakukan pembahasan atau bahtsul masail rencananya akan digelar pada Kamis, 8 Desember 2011 mendatang di Jakarta. Kegiatan ini digelar atas permintaan dari Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementrian Kesehatan RI.

"Ini untuk memutuskan legalitas vaksin polio dari kacamata hukum Islam. Kalau secara klinis Kemenkes sudah menyatakan tidak masalah, tapi belakangan kan ada kelompok  masyarakat yang meragukan legalitasnya dari hukum Islam, makanya ini akan dibahas," ungkap Kiai Arwani di Jakarta, Rabu, 30 Desember 2011.<>

Untuk teknis pembahasan, Kiai Arwani menjelaskan, akan dilakukan oleh sejumlah ulama di PBNU dan perwakilan kepengurusan wilayah. Sedikitnya 30 ulama akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut. "Akan dikaji secara mendalam bagaimana sebenarnya vaksin polio dalam prespektif hukum Islam. Dari kajian ini diharapkan masyarakat bisa semakin jelas, semakin mengerti hukum vaksin polio, sehingga tidak ragu untuk menggunakannya," jelasnya.

Mengenai latar belakang pro dan kontra di masyarakat, masih kata Kiai Arwani, tak lepas dari adanya kabar vaksin polio diolah dari bahan-bahan yang diharamkan oleh Islam.

"Sejauh yang saya tahu vaksin polio dibuat dari tumbuh-tumbuhan. Makanya dilakukan pembahasan, agar semua jelas dan masyarakat tidak resah. Akan digali dan ditetapkan hukum vaksin polio dari kacamata hukum Islam," pungkas Kiai Arwani.

Sementara Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj, dikonfirmasi mengenai rencana bahtsul masail terhadap vaksin polio memberikan dukungan penuh. PBNU juga sudah berkoordinasi dengan  Kementrian Kesehatan untuk kegiatan tersebut.

"Tadi juga sudah saya sampaikan ke Wakil Menteri (Kesehatan) dan sangat didukung. Ini kegiatan yang baik untuk masyarakat," kata Kiai Said seusai menerima kedatangan Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dr. Ali Gufron Mukti.


Penulis    : Emha Nabil Haroen

Rabu 30 November 2011 13:58 WIB
INTERNASIONAL
Saudi Minta Warganya Tinggalkan Suriah
Saudi Minta Warganya Tinggalkan Suriah

Riyadh, NU Online
Kementerian luar negeri Arab Saudi, Selasa, minta warga Saudi untuk meninggalkan Suriah dan tidak melakukan perjalanan ke negara Arab yang telah dilanda oleh berbulan-bulan demonstrasi anti-rezim itu.

"Karena situasi keamanan, Arab Saudi meminta warganya untuk meninggalkan Suriah dan tidak melakukan perjalanan ke sana," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi Saudi SPA, lapor AFP.

<>Keputusan itu dibuat hanya beberapa hari setelah Liga Arab menjatuhkan sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya pada rezim Suriah karena tindakan kerasnya terhadap para penentangnya, yang mencakup permintaan untuk menangguhkan penerbangan antara Damaskus dan tujuan-tujuan Arab.

Bahrain dan Qatar pada Ahad telah minta warga mereka untuk meninggalkan Suriah setelah Uni Emirat Arab juga menasehati warganya untuk melakukan hal yang sama.

Negara-negara Arab di Teluk telah berada di garis depan permintaan sanksi pada Suriah karena tindakan kerasnya selama delapan bulan yang menurut PBB telah menewaskan lebih dari 3.500 orang.

Kedutaan besar Qatar dan Arab Saudi di Damaskus telah diserang dalam demonstrasi pro-rezim.

Dan Arab Saudi mengatakan salah seorang warganya telah tewas pada 21 November lalu ketika mengunjungi keluargaya di kota Homs yang bergolak di Suriah pusat. Homs merupakan salah satu pusat bentrokan antara pasukan keamanan dan demonstran, setelah demonstrasi pertama meletus di kota Dara.

Liga Arab pada Ahad lalu telah menyetujui sanksi luas terhadap pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad -- pertama kali blok Arab raya itu menjatuhkan langah-langkah hukuman pada salah satu negara anggotanya sendiri.

Langkah-langkah sanksi itu termasuk larangan segera pada transaksi dengan Damaskus dan pembekuan aset pemerintah Suriah di negara-negara Arab.

Sanksi itu juga melarang para pejabat Suriah mengunjungi negara-negara Arab dan meminta penangguhan semua penerbangan ke negara-negara Arab untuk dilaksanakan pada tanggal yang akan ditetapkan pekan depan.

 

Redaktur : Hamzah Sahal
Sumber    : Antara

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG