IMG-LOGO
Warta

Pergunu Jabar Desak Transparansi Pengelolaan BOS

Ahad 15 Januari 2012 12:1 WIB
Bagikan:
Pergunu Jabar Desak Transparansi Pengelolaan BOS

Soreang, NU Online
Persatuan Guru Nahdlatul Ulama telah menyelenggarakan Rapat Kerja dibuka oleh Wakil Bupati Bandung H Deden R Rumaji,.

Rapat kerja tersebut diisi dengan seminar pendidikan tentang peranan pemerintah dalam peningkatan profesionalisme guru dan tantangannya pada masa kini dan masa akan datang, dengan pembicara Dr. Agus Mulyana, M.Hum (PW Pergunu Jawa Barat), KH Drs Asep Jamaludin, MAg (Wakil Rais PCNU Kab. Bandung) dan H Arifin Sobari, Lc. (Ketua Komisi DPRD Kab. Bandung). <>

Seminar pendidikan tersebut dihadiri oleh sekitar 100 orang guru-guru NU se-wilayah Bandung Selatan, mereka yang hadir merupakan utusan-utusan dari MWC NU. 

Pada kesempatan itu, guru-guru yang tergabung dalam Pergsatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) mendesak agar pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dilakukan secara transparan. Hal itu disebabkan pengelolaan BOS lebih didominasi kepala sekolah dan bendahara.

"Rata-rata guru tidak mengetahui secara persis besaran dana BOS karena yang tahu sebatas kepala sekolah dan bendahara," kata Ketua PC Pergunu Kab. Bandung, H Dudi Abdul Hadi,SE, M.Si,AK. didampingi Sekretarisnya, H. Saepuloh,S.Pd, Rabu (11/1) di Gedung Badan Amil Zakat (BAZ) Kab. Bandung.

Menyikapi rencana pemerintah akan menaikkan besaran BOS mulai tahun 2012 sampai 50 persen dari tahun-tahun sebelumnya. Kenaikan besaran BOS diharapkan dapat lebih meningkatkan pelayanan kepada anak-anak didik.

Lebih jauh Dudi mengatakan, akibat pengelolaan BOS yang hanya diketahui segelintir orang sehingga rawan penyimpangan.

"Guru-guru juga sering enggan bertanya mengenai besaran BOS yang diterima sekolahnya. Bahkan, keberadaan BOS bagi para guru ibarat wujuduhu kaadamihi, adanya seperti tidak adanya. Jadi tidak terlalu terasa," katanya.

Menyinggung tentang peranan Pergunu dalam peningkatan kualitas pendidikan di kabupaten Bandung, Saepuloh mengatakan bahwa

“Pergunu mempunyai peranan yang strategis dalam peningkatan kualitas guru-guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Nahdlatul Ulama, dan dua bulan kedepan Insyaallah PC Pergunu berkoordinasi dengan MWC NU akan berupaya secepatnya membentuk PAC Pergunu ditingkat kecamatan”


Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Awis Saepulloh

Bagikan:
Ahad 15 Januari 2012 21:9 WIB
Itsbat Nikah Segera Terealisasi
Itsbat Nikah Segera Terealisasi

Purwakarta, NU Online
Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, bisa bernafas lega. Pasalnya, program istbat nikah yang digulirkan Bupati Purwakarta akan segera terealisasi. Untuk itu, instansi ini akan mendorong supaya program ini bisa berjalan dalam waktu dekat.<>

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta, Ahmad Sanukri, mengatakan, pihaknya sudah berulang kali berkoordinasi dengan bupati. Inti dari koordinasi ini, untuk menyelesaikan persoalan 50 persen pasutri di Purwakarta yang belum memiliki surat nikah. 

"Konsepnya sudah ada. Tinggal tunggu action-ya saja," ujar Sanukri di Purwakarta, Ahad (15/1).

Meskipun program itsbat nikah ini, kewenangannya ada di pengadilan agama (PA), akan tetapi Kemenag tetap mendukungnya. Sepertinya, kata Sanukri, program ini akan berjalan dengan kegiatan bupati selama ini, yaitu gempungan. Dari aksi gempungan terakhir ditemukan ada 50 persen pasutri di sana belum memiliki surat nikah.


Selain itsbat nikah, instansinya juga akan menyediakan berapapun surat nikah yang dibutuhkan pemkab, terkait dengan, program nikah massal bagi kalangan muda. Jadi, persoalan nikah ini bukan hanya melanda generasi tua, generasi muda juga terkendala nikah, karena himpitan ekonomi. 

"Bupati punya keinginan supaya para generasi muda ini bisa menikah dengan terdaftar di catatan sipil," ujarnya.



Redaktur : Syaifullah Amin
Sumber   : Republika 

Ahad 15 Januari 2012 20:33 WIB
Kongres ISNU Segera Digelar
Kongres ISNU Segera Digelar

Lamongan, NU Online
Panitia Penyelenggara Kongres I Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) telah menggelar rapat persiapan Kongres. Rapat-rapat pun dijadwalkan digelar setiap Sabtu menyusul semakin dekatnya kongres.<>

Kongres I ISNU dijadwalkan digelar pada hari Jum'at-Ahad (17-20) Pebruari 2012 di Universitas Islam Darul Ulum Lamongan (UNISDA). 

Untuk memeriahkan acara KOngres I ISNU ini, panitia akan menggelar serangkaian berupa seminar, khitanan massal dan pagelaran rebana.

"Untuk mensukseskan acara tersebut, panitia telah melakukan berbagai macam persiapan dengan melakukan rapat tiap Sabtu di sekretariat panitia," tutur Mohammad Kodri selaku ketua panitia.

Lebih lanjut Kodri menjelaskan, untuk kelancaran persiapan kepanitiaan, Rumah Sakit Islam Surabaya Jl. Jemursari Surabaya  juga menyediakan satu ruang untuk kantor panitia.

"Seribuan anggota yang berasal dari seluruh Indonesia akan hadir untuk mengikuti dan merumuskan program kerja lima tahun mendatang," tandas Kodri. 



Redaktur     : Syaifullah Amin
Kontributor : Husni Mufid 

Ahad 15 Januari 2012 19:36 WIB
300 Ribu Muslim di Bali tanpa KTP
300 Ribu Muslim di Bali tanpa KTP

Denpasar, NU Online
Sedikitnya 300 ribu Muslim yang menjadi penduduk tetap di Provinsi Bali tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP). 

"Dari 300 ribu Muslim di Bali itu paling banyak tinggal di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung," kata Ketua Persaudaraan Hindu-Muslim Bali (PHMB) Anak Agung Ngurah Agung kepada ANTARA di Denpasar, Sabtu (14/1) malam.<>

Ia mengemukakan beberapa faktor penyebab Muslim di Bali tak memiliki identitas kependudukan resmi itu, di antaranya keengganan mengurus surat pindah, sehingga mereka pun malas mengajukan permohonan KTP.

"Kebanyakan di antara mereka adalah kalangan perantau dari Jawa dan Madura yang sudah puluhan tahun menetap di Bali. Ironisnya, di daerah asal, mereka juga tidak memiliki dokumen kependudukan," katanya saat ditemui di sela-sela pengajian umum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di lapangan basket SMA Negeri 4 Denpasar itu.

Ngurah Agung menyayangkan hal itu terjadi, karena dengan tidak mengurus kelengkapan dokumen kependudukan maka hak politik mereka selama berada di Pulau Dewata akan hilang.

"Sayangkan, kalau seperti itu. Padahal, setidaknya di Bali ini ada beberapa politikus Islam di parlemen yang bisa menyuarakan aspirasi umat Islam," kata tokoh Puri Gerenceng itu, mengingatkan.

Ia pun telah meminta aparat pemerintah dan prajuru desa adat di Bali untuk mempermudah permohonan dokumen kependudukan umat Islam. 

"Harus diakui keberadaan mereka mampu menggerakkan perekonomian di Bali. Mereka tidak hanya cari duit, tapi turut memengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat setempat," katanya saat memberikan sambutan dalam acara pengajian yang dihadiri oleh sekitar 1.500 umat Islam itu.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengajak umat Islam untuk selalu ingat kepada Tuhan, sehingga hubungan antarumat beragama di Pulau Dewata itu tetap utuh tanpa membedakan latar belakang agama.

Ngurah Agung turut mendampingi pengasuh Pondok Pesantren Walisongo, Situbondo, Jawa Timur, KH Muhammad Kholis As'ad, dalam Safari Maulid ke sejumlah tempat di Bali.

Sebelum di lapangan SMA Negeri 4 Denpasar, pengajian umum itu juga digelar di Negara, Singaraja, dan Sentral Parkir Kuta, Jum'at (13/1) malam. Pada Minggu malam pengajian serupa digelar di Kedonganan, Jimbaran, Kabupaten Badung, sedangkan pada Senin (16/1) malam di Gedung Serba Guna, Tuban, Kabupaten Badung.

Selain siraman rohani, acara tersebut juga diisi dengan pertunjukan seni gabungan kelompok rebana yang mewakili umat Islam dan gamelan dari umat Hindu.



Redaktur : Syaifullah Amin
Sumber   : Antara

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG