KH Malik Madani: Kontroversi Fiqh, Soal Biasa

Jakarta, NU Online
“Salah satu karakteristik yang menonjol dari fiqh, adalah kontroversi. Min thabi‘atil fiqhi lil Islami al ikhtilaf, termasuk tabiat, karakteristik fiqh Islam adalah ikhtilaf, kontroversi,” papar KH Malik Madani, Katib Am PBNU sebagai pembicara dalam bedah buku Fiqh Keseharian Buruh Migran di PBNU, Jumat (17/2).

Menurut Katib Aam PBNU, banyak ungkapan menjelaskan hal itu. Dalam kitab-kitab fiqh sering ditemukan seperti ‘fi hi qaulani,’ dalam hal ini ada dua qaul, dua pendapat. Bahkan ada kasus yang dikembalikan hukumnya kepada 20 sampai 40 pendapat, ujarnya sambil senyum.
<>
Ungkapan kontroversi ini adalah konsumsi sehari-hari di pesantren sebagai basis utama kaum Nahdliyin. Bahkan ada kitab berjudul Rahmatul Ummah Fikhtilafil A’immah, rahmatnya umat terdapat dalam kontroversi, perbedaan pendapat di antara para imam. Judul kitab ini seperti terinspirasi dari hadis “Ikhtilafu ummati rahmatun,” kontroversi di antara umatku adalah rahmat.

Bedah buku ini berjalan cukup lancar. Gangguan datang dari seorang balita yang disertakan ibunya sebagai hadirin. Namun, nyanyi dan teriak-teriak kecilnya hanyut dalam tawa para hadirin. Katib Aam sebagai pembicara, cukup pandai mengundang tawa hadirin dengan kelakar-kelakar khas pesantren. Kelakar ini sama sekali tak mengurangi makna persoalan yang tengah dibahas.

“Jadi rahmat dari adanya ikhtilaf dan kontroversi dalam fiqh, tersedianya banyak pilihan, banyak alternatif pendapat dalam menjalani ajaran agama Islam,” ungkapnya. Dalam hal ini ada prinsip taisir, mempermudah adalah penting. Nabi sendiri bersabda, “Yassir wa la tu‘assir.” Permudahlah, jangan dipersulit.

Katib Am PBNU tetap memberikan catatan terkait kemudahan ini. Ia menyebutkan riwayat Aisyah ra., “Ma khuyyiran nabiyyu shallallahu alaihi wa sallama bayna amrain illakhtara aysarahuma ma lam yakun ma’tsaman.” Nabi sendiri kalau dihadapkan pada dua pilihan, maka ia akan mengambil pilihan yang lebih mudah selama tidak mengandung dosa.

Sementara, fiqh bagi Nahdliyin adalah primadona. Aspek yang paling menonjol dalam kehidupan beragama kaum Nahdliyin adalah fiqh. Bukan hanya pada tataran wacana, tetapi juga tertuang dalam praktik keseharian mereka. Mereka akhirnya mendapat ruang untuk memilih hal mana yang memudahkan mereka.


Redaktur: Mukafi Niam
Penulis   : Alhafidz Kurniawan

BNI Mobile