IMG-LOGO
Warta

Perbaiki Pelayanan, Pengelolaan Wisata Religi akan Disinergikan

Sabtu 25 Februari 2012 9:27 WIB
Bagikan:
Perbaiki Pelayanan, Pengelolaan Wisata Religi akan Disinergikan

Sumenep, NU Online
Pemerintah Kabupaten Sumenep berusaha lebih bersinergi dengan pengurus maupun pengelola sejumlah lokasi yang selama ini dikenal sebagai tempat wisata religi guna peningkatan pelayanan kepada pengunjung.

Bupati Sumenep A Busyro Karim, Jumat, menjelaskan, sejumlah tempat yang selama ini dianggap sebagai lokasi wisata religi adalah Asta Tinggi (kompleks pemakamanan raja), Masjid Agung, dan Asta Sayyid Yusuf.
<>
"Mereka yang datang ke tempat itu sebenarnya lebih banyak untuk berziarah atau memenuhi nazar (janji). Mereka yang datang ke tempat itu lebih banyak berasal dari luar daerah. Oleh karena itu, kami ingin pengelola maupun pengurus lokasi wisata religi tersebut melayani mereka sebaik mungkin," ujarnya di Sumenep.

Selama ini, kata dia, pihaknya tidak mengelola secara langsung sejumlah tempat yang bagi warga luar daerah itu dikenal sebagai lokasi wisata religi.

"Dalam konteks itu, kami harus lebih bersinergi dengan para pengurus maupun pengelola sejumlah lokasi tersebut, karena nantinya ini berdampak pada nama baik daerah. Semakin baik pelayanannya, mereka tentunya akan lebih betah di Sumenep," ucapnya.

Busyro mengatakan, para pengunjung itu biasanya mengunjungi tiga lokasi wisata religi tersebut sekaligus secara bergiliran dan biasanya dimulai dari Asta Tinggi, Masjid Agung, keduanya di Kecamatan Kota, dan Asta Sayyid Yusuf di Talango, Pulau Poteran.

Sebelum ke Asta Sayyid Yusuf, biasanya mereka mampir ke Museum Daerah dan Pendapa Agung Sumenep yang jaraknya hanya sekitar 400 meter dari Masjid Agung.

"Kami berencana menjadikan sepanjang Jalan Soetomo yang akan dilalui para pengunjung Masjid Agung yang akan ke Museum Daerah, sebagai 'pasar kaget' setiap Minggu supaya mereka bisa belanja," paparnya.

Selain itu, sejumlah bangunan tua milik PT Garam yang berada di Kecamatan Kalianget akan diformat sebagai lokasi wisata kota tua.

"Perencanaan bangunan tua milik PT Garam sebagai lokasi wisata kota tua itu, karena Kalianget merupakan jalur yang akan dilewati para pengunjung wisata religi ketika akan ke Asta Sayyid Yusuf. Kami akan berusaha menjadikannya sebagai satu paket," kata Busyro.



Redaktur: Mukafi Niam
Sumber   : Antara

Bagikan:
Sabtu 25 Februari 2012 20:43 WIB
Muslimat NU Selenggarakan Harlah dengan Diskusi Reproduksi
Muslimat NU Selenggarakan Harlah dengan Diskusi Reproduksi

Sukoharjo, NU Online
Dalam memperingati hari lahir ke 66, Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sukoharjo menyelenggarakan diskusi tentang perempuan dan reproduksi, di Auditorium Kampus Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet) Bantara Sukoharjo, Sabtu (25/2).

Peringatan harlah dihadiri sekitar 300 kader Muslimat kecamatan, desa dan kelurahan. Tampil sebagai narasumber diskusi dr Suryono, dari Rumah Sakit dr Oen Solo Baru.
<>
Sebelum diskusi, puluhan anggota Muslimat mengikuti bakti sosial Keluarga Berencana (KB), yang didukung oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM Univet) dan unit Pelayanan Perempuan Keluarga Berencana Kabupaten Sukoharjo.

Ketua Muslimat NU Sukoharjo, Hj Istiqomah kepada NU Online menjelaskan, Muslimat erat kaitannya dengan persoalan perempuan dan reproduksi. “Kita berharap kepada perempuan-perempuan Sukoharjo, untuk memahami lebih mendalam terkait reproduksi,” katanya.

Ketika disinggung tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Sukoharjo, tidak tergolong tinggi. Penyebab KDRT biasanya tak jauh dari persoalan ekonomi, perselingkuhan, dan gaya hidup. “KDRT di Sukoharjo masih tergolong rendah,” katanya.

Walaupun tak tergolong banyak, namun kasus KDRT ibaratnya adalah gunung es, artinya yang nampak dipermukaan hanya sedikit, tapi nyatanya di lapangan masih banyak kekerasan menimpa kaum perempuan dan anak. Soalnya kasus KDRT masih dianggap urusan pribadi dan  bukan persoalan publik, tabu dan lain sebagainya.

Dalam acara itu hadir diantaranya, Ketua PCNU Sukoharjo, HM Nagib Sutarno, Rektor Univet Prof dr Hardoyo, MKes, dan Ketua Penggerak PKK Sukoharjo, Ety Wardoyo.



Redaktur   : Mukafi Niam
Kontributor: Cecep Choirul Sholeh

Sabtu 25 Februari 2012 19:30 WIB
Ahli Falak NU Kumpul untuk Wujudkan Rukyat Berkualitas
Ahli Falak NU Kumpul untuk Wujudkan Rukyat Berkualitas

Solo, NU Online
Ahli Falak yang tergabung dalam Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyelenggarakan rapat pleno penyerasian hisab dengan mengambil tema “Meningkatkan Khidmah untuk Umat dan Bangsa melalui Karya Falakiyah yang Berkualitas dan Mengakui Perbedaan” di hotel Baron Indah Kota Bengawan atau Solo, Jumat-Ahad (24-26/2).

Sekretaris Lajnah Falakiyah PBNU H Nahari Muslih, SH kepada NU Online menjelaskan, kegiatan ini merupakan acara rutin untuk membicarakan hitungan hisab para hasib (ahli hisab) NU. 
<>
“Dalam rangka mewujudkan rukyat berkualitas, maka perlu didukung dengan metode hisab yang tingkat akurasinya tinggi. Untuk itu, Lajnah Falakiyah PBNU selenggarakan rapat pleno,” katanya.

Hasil dari penyerasian hisab NU, nantinya dijadikan pijakan untuk kalender tahun 2013. “Hasilnya nanti ada di kalender NU tahun 2013,” tandas Nahari.     

KH A Ghazalie Masroeri, ketua Lajnah Falakiyah PBNU, dalam penjelasannya mengenai penentuan awal bulan Qomariyah dalam perspektif NU terdapat lebih dari 20 manhaj (metode) hisab yang berkembang di Indonesia. Diantaranya metode hisab karya warga NU yang mempunyai nilai tahqiqi/taqdidi/’ashri, yaitu al-Khulashatul Wafiyah, dengan dilengkapi logaritma karya KH Zubair Umar. Ad-Duruusul Falakiyah, karya KH Ma’sum Ali. Badiiatul Mitsal, karya KH Ma’sum Ali. Irsyadul Muriid, karya KH Ghozali Muhammad. Nurul Anwar, karya KH Noor Ahmad SS. Al-Mawaaqiit, karya Dr Eng H Hafid dan Hisab Rukyat dalam Teori dan Praktek, karya H Muhyiddin Khazin, MSi.  
 
Sedangkan ahli falak yang hadir di Solo itu berasal dari perwakilan daerah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogjakarta, dan Jawa Timur, mereka diantaranya KH A Ghazali Masroeri, KH Noor Ahmad SS, KH Slamet Hambali, KH Taufiqurrahman, KH Syakur Hudlori, KH Imron Isma'iel Ahmad, KH  Salam Nawawi, KH Muhyiddin, KH Sirril Wafa.

Selain itu KH AIzzuddin, Dr Ing Hafidz, Dr Jamhur Effendi, Hendro Setyanto, Msi, H Nahari Muslih, KH Saiful Mujab, Muhammad Munawwir, Muhyiddin Hasan Bashri, H Abdul Ba'its, Abdul Basith, Sholeh Muhammad, Husnul Adib, Maryani Abdul Muiz, Noval Adwan, Faidlul Falah, Ismail, Irfan dan Wahyu.



Redaktur    : Mukafi Niam
Kontributor: Cecep Choirul Sholeh

Sabtu 25 Februari 2012 18:21 WIB
Teguhkan Nasionalisme, Ansor Demak Selenggarakan Seminar
Teguhkan Nasionalisme, Ansor Demak Selenggarakan Seminar

Demak, NU Online
Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Demak menyelenggarakan seminar sehari Sabtu 25/2 dalam rangka menmperkokoh nasionalisme dengan Pancasila dan Aswaja dari faham Negara Islam Indonesia (NII) di aula kecamatan Demak kota Jl.Sultan Fattah no.16 Bintoro Demak.

Dalam sambutannya Sekretarsis Cabang Abdul Hamid mengatakan penyelenggaraan seminar diawali dari gejala yang muncul di masyarakat dengan turunnya rasa nasionalisme yang menerpa anak muda khususnya serta adanya faham yang mengatasnamakan Islam, diantaranya NII yang mulai ada indikasi di Kabupaten Demak.
<>
“Ada hal yang sangat memperihatinkan pada anak-anak sekarang dimana mereka seakan kurang memperhatikan rasa nasionalisme kurang memiliki Indonesia, dan sebagian lagi ada yang terjerumus pada faham faham yang mengatasnamakan Islam namun justru merongrong keutuhan bangsa ini,” katanya.

Bupati Demak Tafta Zani selaku keynote speaker menyampaikan pada forum perlu kiranya Ansor, NU dan anak bangsa mengerti akan sejarah sehingga tidak terjebak dalam politik maupun aqidah yang tidak sesuai dengan agama dan ideologi bangsa Indonesia, makanya Ansor harus siap jadi garda terdepan dalam mengawal bangsa dari pengaruh faham yang sifatnya merongrong persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Bagaimanapun indonesia bukan negara Islam sesuai dengan tujuan awal berdirinya bangsa indonesia, kader Ansor NU sangat berperan dalam menjaga keutuhan NKRI,” tuturnya.

Acara seminar dihadiri oleh Bupati Demak Tafta Zani, Dandim, Kapolres, Muspida dan Muspika sekabupaten Demak dan diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari Pengurus NU, PC dan PAC Ansor se Kabupaten Demak, OKP,  Ormas Islam, santri,  guru,  pelajar dan pramuka, dengan narasumber Bupati Demak, Drs.Zuliyanto (Dosen Pascasarjana Fisip Undip), Ken Setiawan (mantan Pendiri NII crisis Center Jakarta), Dr.H.Abdurrahman Kasdi (Dosen STAIN Kudus/wakil ketua PC Ansor Demak) dengan moderator Arif Sudaryanto, Wakil Ketua PC Ansor Demak yang juga Camat Sayung.


Redaktur     : Mukafi Niam
Kontributor : A. Shiddiq Sugiarto

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG