Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

NU Siap Kerjasama dengan Semua Pihak, Asal Untungkan Rakyat Kecil

NU Siap Kerjasama dengan Semua Pihak, Asal Untungkan Rakyat Kecil

Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan PBNU siap bekerjasama dengan semua fihak apapun aktifitasnya asal kembali ke rakyat kecil karena sebagian besar mereka adalah warga NU.

PBNU memperluas kerjasama dengan banyak fihak yang semuanya dalam upaya mensejahterakan warga NU. Kerjasama juga dijalin dengan 12 ormas Islam lainnya dalam upaya memperkuat empat pilar kebangsaan.
<>
Hal ini disampaikan ketika menerima kunjungan dari rombongan LDII yang dipimpin oleh ketua umumnya KH Abdullah Syam, di gedung PBNU, Kamis.

PBNU dan LDII rencananya juga akan menjalin kerjasama dalam berbagai bidang seperti melawan radikalisme, masalah lingkungan, memperkuat kebangsaan dan beberapa bidang lainnya.

Kiai Said menegaskan, mengenai masalah pemerintahan, PBNU dengan tegas menolak pemberhentian pemerintahan ditengah jalan. “NU didirikan bukan untuk mengangkat atau memberhentikan presiden, tetapi untuk membangun kemaslahatan ummat,“ terangnya.

NU, kata Kang Said, pernah punya pengalaman buruk dengan penurunan Gus Dur dari kursi kepresidenan, padahal tidak jelas kesalahan yang dilakukan.  Ia berharap hal ini tidak terjadi kepada presiden Indonesia lainnya, siapapun orangnya.

Dikatakannya, aliran ahlusunnah wal jamaah memang dari awal pendiriannya menjauhi dunia politik, tidak seperti aliran lainnya, diantaranya Mu’tazilah yang kitab-kitabnya dipenuhi pembahasan soal politik. “Kalau kitabnya ahlusunnah yang dibahas paling syarat dan rukunnya jadi imam sholat,“ paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Said juga menyesalkan terjadinya penurunan peradaban di Timur Tengah. Meskipun menjadi tempat lahirnya agama Islam, kondisinya sudah jauh dari nilai-nilai Islam. “Timur Tengah sudah tidak bisa dijadikan simbol peradaban,“ jelasnya.

Hal ini ditambah lagi dengan intervensi fihak asing dengan mengatasnamakan demokrasi dan HAM, yang ujung-ujungnya hanya ingin menyedot kekayaan di negara tersebut.

“Rakyat Irak sekarang lebih miskin daripada zaman dahulu. Saya lihat di TV banyak orang mengais makanan di tempat sampah padahal dulu tidak ada yang seperti ini. Penguasa masih memperhatikan, sekarang semuanya disedot ke luar negeri,“ paparnya.

Sekjen PBNU Marsudi Syuhud dalam kesempatan yang sama mengungkapkan pentingnya berdakwah secara santun sehingga mudah diterima oleh semua orang. Ia mengkritisi sejumlah kalangan yang menjalankan dakwah dengan cara keras seperti keinginan membuat perda anti aliran sesat, perda anti maksiat dan sejenisnya

“Yang penting substansinya, pakai nama apa saja yang penting diterima. Jangan sampai namanya serem sehingga ditentang dimana-mana, termasuk dari kalangan umat Islam sendiri. Nanti kita capek ngurusinya, padahal banyak hal lebih penting yang harus dikerjakan,“ tandasnya.



Penulis: Mukafi Niam

BNI Mobile