IMG-LOGO
Nasional

Tradisi Urunan ala NU Biaya Pesantren Kilat Sukses Masuk PTN


Senin 7 Mei 2012 10:05 WIB
Bagikan:
Tradisi Urunan ala NU Biaya Pesantren Kilat Sukses Masuk PTN

Jakarta, NU Online
Untuk membiayai operasional Pesantren Kilat Sukses Masuk PTN (Bimbel Gratis Intensif SNMPTN 2012), Forum Alumni PMII UI menghidupkan kembali tradisi urunan ala kyai-kyai NU ketika dulu mendirikan dan mengembangkan NU.  <>

“Kami, para alumni PMII UI sebagian besar bekerja di dunia profesional, ada yang di Bappenas, BPK, PNS, perbankan, perusahaan minyak dan batubara, jurnalis, dosen, guru dan sebagainya, nah kita urunan untuk membiayai bimbel ini, kami mengambil teladan dari para kyai NU yang urunan ketika mendirikan NU di tahun 1926 dulu”, urai Alfanny, Ketua Forum Alumni PMII UI pada Pembukaan Pesantren Kilat Sukses Masuk PTN yang diselenggarakan Forum Alumni PMII UI, Senin (7/5). 

Peserta Pesantren Kilat Sukses Masuk PTN ini adalah 15 siswa terseleksi dari sejumlah SMA negeri dan madrasah aliyah di Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Tangerang. Bahkan ada peserta yang datang dari Tuban dan Purwokerto.  Para peserta akan belajar materi SNMPTN selama 5 minggu, mulai 7 Mei hingga 11 Juni 2012. Peserta juga akan dilatih soal-soal Try Out SNMPTN setiap minggu.  Pada 19-20 Mei 2012, para peserta akan diajak berkunjung ke Kampus UI Depok dan digojlok mental-spiritualnya di Pesantren Mahasiswa Mutiara Bangsa Kukusan Depok.

Pesantren Kilat Sukses Masuk PTN secara resmi dibuka oleh KH Suhairy Gaots, Ketua Majelis Wakil Cabang NU Kecamatan Kalideres Jakarta Barat.  KH Suhairy Gaots mengapresiasi langkah Forum Alumni PMII UI yang mengadakan bimbel gratis di wilayah Kalideres dan menyatakan bahwa MWC NU Kalideres mendukung penuh acara ini. 

“Pesantren Kilat ini penting untuk mencetak kader-kader pelajar NU yang siap berkompetisi lulus di PTN unggulan seperti UI, ITB dan UGM dan setelah lulus mereka akan menjadi pemimpin bangsa yang berkarakter ahlussunnah wal jamaah”, tandas KH Suhairy Gaots yang mantan aktivis PMII Tasikmalaya.

Pada acara pembukaan juga hadir sejumlah mantan ketua umum PMII UI seperti Erwien Kusuma, Ahmad Fauzan, Ahmad Fauzi dan Abdurrahman serta ketua umum PMII UI yang masih menjabat, Woro Rahmat Hidayat.  Woro menyatakan bahwa PMII UI mendukung penuh aktivitas Sanlat yang diselenggarakan alumni PMII UI. 

“Kami, mahasiswa dan alumni PMII UI telah berpengalaman dalam membimbing dan meluluskan pelajar/santri NU untuk lulus SNMPTN, karena kami juga sudah terbukti lulus di PTN”, urai Woro yang masih aktif sebagai mahasiswa S-1 reguler Akuntansi FEUI.  

Mantan ketua umum PMII UI, Erwien Kusuma berpendapat senada, bahwa untuk bisa meluluskan pelajar masuk PTN akan lebih efektif dibimbing oleh mahasiswa dan alumni PTN, karenanya Erwien menyayangkan langkah sebuah ormas pemuda yang melaksanakan sanlat sejenis tapi kurang melibatkan mahasiswa dan alumni PTN.  

Erwien menyatakan bahwa Forum Alumni PMII UI akan kembali mengadakan sanlat tahun depan dengan sebaran kota yang lebih banyak dengan melibatkan sahabat-sahabat aktivis PMII di berbagai PTN yang ada di sejumlah kota seperti Unpad, ITB dan UPI di Bandung, ITS, Unesa dan Unair di Surabaya dan kota-kota lainnya.  

“Ini akan menjadi gerakan kultural baru dengan target yang jelas dan terukur, meluluskan sebanyak-banyaknya pelajar/santri NU di PTN-PTN unggulan di Indonesia”, tandas Erwien. 


Redaktur : Syaifullah Amin

Bagikan:
IMG
IMG