IMG-LOGO
Daerah

17 Tuanku Dikukuhkan

Rabu 4 Juli 2012 20:53 WIB
Bagikan:
17 Tuanku Dikukuhkan

Padangpariaman, NU Online
Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Pakandangan Kecamatan Enamlingkung  Kabupaten Padangpariaman Propinsi Sumatera Barat terus menjadi perhatian masyarakat untuk menyerahkan anak-anak belajar ilmu agama. Besarnya perhatian yang diberikan tersebut disebabkan  adanya kecemasan sebagian orang tua yang tidak membekali anaknya dengan nilai-nilai dan ajaran agama Islam.<>

Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Pakandangan Kecamatan Enamlingkungan Zakirman Tuanku Sutan mengungkapkan hal itu pada pelepasan lulusan Pesantren Nurul Yaqin, Rabu (4/7/2012).  Pelepasan meliputi pengukuhan 17 tuanku (ulama), 59 tingkat tsanawiyah dan 2 orang tingkat Ma’had Ali.  

Menurut Zakirman, selain meningkatnya kesadaran orangtua menyerahkan anak-anak ke sekolah agama, khususnya pesantren. Juga prestasi Pesantren Nurul Yaqin yang belakangan ini terus menonjol baik tingkat Kabupaten, Propinsi, bahkan nasional. 

“Tahun ini  saja tiga orang santri Nurul Yaqin diterima di universitas Yaman, yang pada saat bersamaan juga diterima di Kairo Mesir. Tapi mereka memilih ke Yaman. Ketiganya adalah Ismail, Syaiful Azhar dan Musawardi,” kata Zakirman.

Dikatakan, santri Nurul Yaqin seringkali menjadi qori dan qoriah dalam berbagai MTQ, mulai dari tingkat Kabupaten Padangpariaman, Propinsi Sumatera Barat dan nasional. Insya Allah cukup banyak di antaranya yang meraih prestasi hingga juara pertama. 

“Prestasi-prestasi tersebut menunjukkan keberhasilan dalam mendidik dan pengajaran di pesantren. Sehingga Pesantren Nurul Yaqin semakin menjadi pilihan orang tua untuk menyerahkan anaknya,” kata Zakirman.

Pengukuhan tuanku dihadiri Bupati Padangpariaman diwakili Kabap Pemerintahan Hendri Satria, Kepala Kamenag Padangapriaman diwakili Kasi Pontren Drs. Faisal, Katib PCNU Padangpariaman Syafri Tuanku Imam Sutan Sari Alam.

Sebelum penyerahan ijazah, Selasa (3/7) malamnya dilakukan pemasangan sorban tuanku kepada 17 tuanku baru oleh Katib  Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Padangpariaman Syafri Tuanku Imam Sutan Sari Alam.

Salah seorang alumni Nurul Yaqin Ilham Sikumbang Tuanku Bagindo Kaciak menyebutkan, saat ini jumlah santri mencapai kurang lebih 500 orang, sekitar 150 perempuan dan sisanya laki-laki. Tahun ini sudah terdaftar 100 orang santri baru. 

“Setiap tahun jumlah santri yang  mendaftar terus meningkat,” kata Ilham yang juga Ketua Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Padangpariaman ini menambahkan.




Redaktur      : Syaifullah Ami 
Kontributor : Bagindo Armaidi Tanjung

Bagikan:
Rabu 4 Juli 2012 16:26 WIB
Pondok Pesantren Nurul Islam Adakan Reuni Ke XXII
Pondok Pesantren Nurul Islam Adakan Reuni Ke XXII

Sumenep, NU Online  
Pondok Pesantren Nurul Islam Desa Karangcempaka Kecamatan Bluto, Sumenep, mengadakan Reuni Alumni XXII di depan Masjid Ponpes Nurul Islam, Selasa (03/7) sore. Pelaksanaan tersebut untuk menjaga tali silaturahim antar para alumni dan alumni dengan guru.<>

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Wakil Rais Syuriah PCNU Sumenep sekaligus Pengasuh PP. Nurul Islam KH Moh. Ramdlan Siraj, Mantan Ketua PCNU Sumenep sekaligus Ketua Yayasan Nurul Islam KH Ilyasi Siraj, K. Aidi Abdulbar Siraj, , dan sekitar 800 alumni.

Ketua Yayasan Nurul Islam mengaku sangat bangga dengan terselenggaranya kegiatan tersebut. “Saya sangat berterima kasih atas kehadirannya para alumni, meskipun yang hadir pada kesempatan kali ini hanya sebagian saja,” kata KH. Ilyasi Siraj saat memberikan sambutan dihadapan alumni. 

Menurutnya, meskipun diantara alumni tidak punya ilmu yang tinggi dan tidak berpredikat serjana, akan tetapi bisa perperan yang baik di tengah-tengah masyarakat, karena ilmu sedikit akan tetpi bermanfaat baik pada diri sendiri maupun pada orang lain.

Sementara KH. Moh. Ramdlan siraj menambahkan, betapa sederhananya reuni kali ini dengan tempat yang seadanya yang paling penting kita saling silaturrarim lagi, saling memandang, saling tatap muka dengan teman lama baik dengan alumni yang senior maupun junior.

Mencari ilmu adalah sebuah kewajiban bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan. Dengan berbekal ilmu, manusia sangat layak untuk mendapatkan gelar khalifah di bumi dan dengan ilmu manusia akan hidup lebih baik lebih berarti dan lebih bermakna.

“Jadi, Ilmu yang bermanfaat itu ilmu yang dapat meningkatkan ketakwaan seseorang terhadap yang maha kuasa,” katanya dihadapan alumni.

 

Redaktur     : Syaifullah Amin
Kontributor : M. Kamil Akhyari

Selasa 3 Juli 2012 16:20 WIB
Santri Ikuti Liburan Sastra Matapena
Santri Ikuti Liburan Sastra Matapena

Jepara, NU Online
Sekitar 50-an santri yang berasal dari Tasikmalaya, Jombang, Banyumas, Kendal, Pati, Kudus, Jepara dan sekitarnya mengikuti Liburan Sastra di Pesantren #8 bertempat di Pesantren ‘Hasyim Asyari’ Bangsri, akhir pekan kemarin.<>

Dalam stadium general yang mengangkat “Sastra Pesantren yang Berpihak pada Kasunyatan Objektif”, pengasuh pesantren ‘Hasyim Asyari’ KH Nuruddin Amin mengungkapkan nilai sastra adalah yang bersinggungan dengan realitas sosial.
 
Gus Nung, sapaan akrabnya juga mengungkapkan sastrawan perlu banyak bergaul dengan masyarakat. Karena masyarakat merupakan madrasah yang nyata. “Dalam kehidupan sehari-hari bergumul dengan masyarakat akan menambah kekayaan memahami realitas. Juga akan menambah kekayaan bahasa,” ungkapnya.
 
Realitas sosial di Pesantren baginya belum banyak diungkap. Karenanya melalui Matapena realita sosial pesantren kedepan makin banyak diungkap.
  
Kegiatan yang berlangsung tiga hari difasilitatori komunitas Matapena Yogyakarta. Kru Matapena yang hadir Pijer Sri Laswiji, Mahbub Dje, Muhammad Mahrus, Shofaun Nafis, Khanif Rosidin, Anis Yuliana, Abdul Rohim dan Jajang Husni Hidayat.
 
Ketua panitia, Eny Fadlilah mengatakan kegiatan yang dilaksanakan pihaknya dengan menggandeng komunitas Matapena Yogyakarta. Pijer Sri Laswiji dari Matapena menjelaskan Liburan Sastra di Pesantren (LSdP) merupakan program rutin yang diselenggarakan setiap liburan semester.
 
Kegiatan yang dilaksanakan, jelas Pijer dalam bentuk latihan untuk mengisi liburan pondok maupun sekolah. Kegiatan yang sudah berjalan delapan kali itu, baginya cukup memberikan asupan nilai positif bagi peserta. Disamping itu, kegiatan merupakan wahana silaturahmi santri se-Nusantara.
 
Pembicara lain, Adipati ‘Joko Elysanto’ Genk Kobra dalam bersastra selain mengajak juga perlu berperilaku sesuai dengan ajakannya. Dunia senada dengan yang dipaparkan Gus Nung merupakan madrasah besar, realitas sesungguhnya. Munculnya syair, lagu bermuara dari iqra. Iqra dalam arti yang luas adalah bermasyarakat.
 
Selama tiga hari, peserta memperoleh materi berupa Ke-Matapena-an, Motivasi Menulis, Menggali Ide, Setting, Penokohan, Alur dan Pementasan. Selain pesantren lokasi yang digunakan adalah area persawahan maupun Benteng Portugis. 

 

Redaktur      : Syaifullah Amin
Kontributor : Syaiful Mustaqim 

Selasa 3 Juli 2012 12:2 WIB
Kontributor NU Online Juara 1 Lomba Fotografi Bhayangkara
Kontributor NU Online Juara 1 Lomba Fotografi Bhayangkara

Brebes, NU Online
Wasdiun, Kontributor NU Online Brebes, akhirnya menjadi juara pertama Lomba Fotografi Bhayangkara tahun 2012. Dia berhasil menyisihkan 17 peserta lainnya se-Kabupaten Brebes setelah memperoleh nilai 289.<>

Juara 2 diraih Bagus Hermanto dan Juara 3 Caesar A, keduanya anggota Satuan Intelkam Polres Brebes.

Dalam lomba foto yang bertema giat Polri Humanis itu, Wasdiun memotret aktivitas anggota Polres Brebes menyeberangkan dua nenek yang akan berbelanja di Pasar Induk Brebes dari sudut pandang mata anak kecil.

Selain lomba fotografi juga digelar lomba seni melukis. Sebagai pemenang, juara 1 Yuniar Putra DP siswa SMA 2 Brebes, juara 2 Oktavian Yodha, siswa SMP 2 Brebes dan juara 3 Ari Siswanto  Staf SD Karanglo Jatibarang. 

Ketua Panitia Lomba, Kompol H A Sofyan Wisnu S, menjelaskan, kegiatan lomba digelar dalam rangka HUT ke-66 Bhayangkara. Disamping itu, lomba dimaksud untuk mengumpulkan data otentik tentang aktivitas anggota Polri dalam kegiatannya yang bersifat humanis. 

“Kami menghilangkan image, kalau Polri itu galak. Polri juga suka menolong dan tidak sombong,” ujar Wisnu yang juga Kabag Ops Polres Brebes.

Hadiah dan piala kejuaraan diserahkan usai upacara HUT Bhayangkari Minggu (1/7), diserahkan langsung oleh Ketua Bhayangkari Polres Brebes Ny H Indri Kif Aminanto.


Redaktur: A. Khoirul Anam

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG