IMG-LOGO
Daerah

Tutup Pesantren Kilat, Sekolah NU Ajari Siswa Berbagi


Ahad 28 Juli 2013 09:17 WIB
Bagikan:
Tutup Pesantren Kilat, Sekolah NU Ajari Siswa Berbagi

Bojonegoro, NU Online
Penutupan kegiatan pesantren kilat di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Wali Songo, Sumuragung, Sumberrejo dilakukan dengan mengajak para siswa berbagi dengan para pengguna jalan pada Sabtu (27/7) sore.<>

Kegiatan pesantren kilat yang berlangsung selama 3 hari ini ditutup oleh panitia dengan berbagai rangkaian kegiatan mulai dari metode pendidikan fiqih yaitu bertoharoh dengan baik dan benar (berwudlu ala imam Syafi’i), shalat dhuha yang dilisankan (seluruh bacaan dikeraskan), tartil Al-Qur’an bil ghoib, kursus tilawatil qur’an, dan berbagai  amalan-amalan ala Ahlusunnah waljama’ah an-nahdliyah.

Semua rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan hasanah sedini mungkin. Walaupun sebenarnya kegiatan ini juga sejujurnya sering dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar sebelum Ramadhan.

Kegiatan yang dimulai dari hari Kamis (25/07) ini sejatinya diikuti oleh seluruh siswa, kecuali yang berhalangan.untuk kelas bawah seluruh kegiatan dihandle oleh dewan asatidzah dengan materi yang dirampingkan dan jadwal yang sedikit dimodifikasi guna memangkas waktu kegiatan sebagaimana rapat dewan asatidz/asatidzah. 

Adapun bagi siswa kelas atas seluruh materi dan jadwal sebagaimana umunya namun dengan sedikit muatan islami yang berbobot dan beraneka ragam syar’i (sholat rawatib dan sunnah berjamaah). Pendamping kegiatan kelas atas di bawah kendali dewan asatidz.

Sore sebelum berbuka bersama, sebagian dewan asatidz membagi seluruh siswanya dalam dua regu, regu pertama membagikan beras kepada fakir miskin dan dhuafa dan satu regu yang lain bersama para siswa yang tertunjuk melakukan aksi simpatik dengan membagikan takjil gratis berupa snack/nyamilan dan kolak cincau gratis kepada pengguna jalan sepanjang arah pintu masuk komplek minu walisongo jalan PUK Sumberrejo Kanor.

“Dengan melibatkan mereka (anak didik) membagikan takjil gratis kepada pengguna jalan ini kami memberikan edukasi islami yang lebih nyata, tidak sekedar teori kelas/ruangan,” tutup Mubarok firdaus, yang menjadi penanggung jawab seluruh kegiatan pesantren kilat tahun 2013 ini.

Pesantren kilat di MINU Walisongo Sumuragung ini ditutup Ahad pagi ini setelah jamaah shalat subuh dan olahraga sederhana. 


Redaktur    : A. Khoirul Anam
Kontributor: Ahsanul Amilin

Bagikan:
IMG
IMG