Kiai Muchlis Jelaskan Kiat Haji Mabrur

Kiai Muchlis Jelaskan Kiat Haji Mabrur

Jepara, NU Online
Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kalinyamatan KH Muchlisul Hadi mengungkapkan, orang yang hendak menunaikan haji perlu melaksanakan kiat-kiat agar hajinya mabrur. 
<>
Hal itu dikemukakannya saat menyampaikan tausiyah pada tasyakuran walimatus safar di Desa Margoyoso Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara, Jawa tengah, akhir pekan kemarin.

Kiat pertama, sebut kiai sepuh itu ialah niat haji harus lillahi taala (murni karena Allah). Niat, imbaunya, jangan sampai ingin dipanggil “pak haji”, “bos haji” ataupun “kiai haji”.

Kiat berikutnya, masih menurut pengasuh pesantren Roudlotul Huda, uang sakunya juga harus halal. Kiai Muchlis menyontohkan seumpama dalam bekerja ada berapa rupiah uang-uang yang tidak halal, memohon kepada Allah agar dibersihkan harta-hartanya dari yang subhat maupun yang haram.

Hal itu dimisalkannya seperti arak yang kemudian diproses menjadi cuka. Juga seperti salah satu potongan doa Shalat Dhuha yakni memohon kepada Allah membersihkan harta yang kurang bersih.

Ketiga, orang yang hendak berhaji perlu menguasai manasik haji. “Selain mengikuti manasik haji dari KBIH dan Kementerian Agama juga perlu punya pembimbing khusus tentang ibadah haji. Apalagi yang hajinya masih-masih tahun-tahun yang akan datang,” tegasnya.

Menunggu waktu haji yang masih bertahun-tahun, tambah Kiai Muchlis perlu ditanggapi positif. Sebab hal itu bisa manfaatkan untuk menguasai manasik haji. Ia juga mengimbau agar jamaah haji karena kepepet berdoanya tidak menghafalkan, tetapi hanya menunjuk pada doa di dadanya.

“Ya Allah kulo nyuwun disembadani kados doa-doa ingkang tertulis ten buku niki.” Agar tidak demikian, manasik haji perlu dikuasai. Sehingga hajinya membawa perubahan untuk jamaah yang menunaikan ibadah haji. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

BNI Mobile