IMG-LOGO
Daerah

Baca Masyarakat Selepas Baca Al-Quran dan Barzanji

Kamis 19 September 2013 21:0 WIB
Bagikan:
Baca Masyarakat Selepas Baca Al-Quran dan Barzanji

Sukoharjo, NU Online
Semaan Al-Qur’an dan baca kitab al-Barzanji rutin digelar PCNU Sukoharjo saban Rabu malam. Kegiatan sudah berlangsung lama tersebut bukan sekadar memepertahankan tradisi, tetapi juga sebagai tempat silaturahim dan media informasi perkembangan kondisi Sukoharjo. 
<>
Menurut Sekretaris PCNU Sukoharjo Lasimin, ada beberapa persoalan masyarakat yang menjadi perhatian jamaah selepas kegiatan rutin tersebut yang kebetulan bertempat di PAUD Al-Khoir, Rabu malam (18/9). 

Jamaah, kata dia, prihatin atas peristiwa dirusaknya makam cucu Sri Sultan Hamengku Buwono VI Kyai Ageng Prawiro Poerbo di Pasarean Karang Kabolotan, Semaki, Umbulharjo, Yogyakarta dirusak sekelompok masa bercadar Senin (16/9). 

“Kasus ini bisa saja terjadi di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya, maka kita pun harus membangun komunikasi, waspada,” pesannya, menyimpulkan obrolan jamaah.

Kedua, tambah dia, masa tahun politik 2014 para jamaah harus cerdas dalam menyikapi proses demokratisasi tahapan Pemilu legislatif maupun Pemilu presiden dan wakil presiden yang akan datang. 

“Ya pengajian kita kerap didatangi para caleg, kita persilakan membaur bersama jamaah. Mungkin juga jamaah kita sendiri yang jadi caleg,” katanya.

Ketiga, persoalan makin mahalnya harga-harga kebutuhan pokok terutama daging. Serta mangkraknya (terbengkalai, red.) pembangunan Pasar Tradisional Kota Sukoharjo. “Jamaah kita ini banyak yang jadi bakul (pedagang pasar), mereka mengeluh mahalnya harga daging,”ungkapnya.

Keluhan jamaah itu, kata Lasimin bagian dari kajian bersama, khususnya pengurus MWC dan PCNU Sukoharjo, untuk melakukan sesuatu bagi masyarakat, apa yang harus di lakukan dan solusi lainnya. Agar NU betul-betul bermanfaat buat masyarakat.

Sekitar pukul 22.30, semaan dan baca al-Barjanzi itu berakhir dan jamaah sayonara. Sedangkan para pengurus masih berdiskusi memberbincangakn persoalan yang mengemuka di masyarakat. (Cecep Choirul Sholeh/Abdullah Alawi)   
 
  
     
   

Bagikan:
Kamis 19 September 2013 23:0 WIB
MAPABA PMII UIN BANDUNG
PMII Ingin Kader Kaffah, Cetak Penggerak Dakwah
PMII Ingin Kader Kaffah, Cetak Penggerak Dakwah

Bandung, NU Online
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mendidik mahasiswa mahasiswi pada pemahaman organisasi yang “kaffah”. Juga mampu jadi penggerak dakwah dalam membumikan Islam Indonesia dengan nilai-nilai Ahlusunnah wal Jama’ah.
<>
Aktivis PMII Rayon Dakwah dan Komunikasi Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Fajri Idatul Akbar, mengatakan hal itu dalam rangka Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba.) kegiatan tersebut adalah fase rekruitmen mahasiswa untuk menjadi anggota PMII.

“Kaffah di sini adalah sempurna pemikiran dan ketakwaannya. Jangan hanya kritis, tapi juga transformatif kepada nilai-nilai nasionalis serta berpegang teguh pada ajaran Ahlusunnah Wal Jama’ah,” terang Fajri kepada NU Online ketika ditemui di sekretariat PMII di Jalan Manisi, Bandung, Jawa Barat, Senin (16/9).

Selain kaffah, lanjut Fajri, kegiatan Mapaba pun bertujuan membentuk kader yang ulil albab. Menurut dia, setidaknya ada tiga ciri, pertama manusia yang peka terhadap kenyataan.

Kedua, tambah dia, manusia yang mengambil pelajaran dari pengalaman sejarah, dan ketiga manusia yang giat membaca tanda-tanda alam yang kesemuanya dilakukan dalam rangka berzikir kepada Allah SWT. 

“Mapaba ini adalah gerbang awal dalam pengkaderan di PMII sebab masih ada gerbang selanjutnya,” kata fajri, yang juga ketua komisariat PMII Cabang Kabupaten Bandung.

Mapaba tersebut sudah digelar pada tanggal 13 sampai dengan 15 September lalu, di Gedung Local Education Center (LEC) Cicalengka bandung. Ratusan mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung dari berbagai jurusan dan fakultas mengikuti kegiatan tersebut. (Bakti Habibie/Abdullah Alawi) 

Kamis 19 September 2013 20:2 WIB
Rijalul Ansor Solo Kembali Gemakan Selawat
Rijalul Ansor Solo Kembali Gemakan Selawat

Solo, NU Online
Usai libur selama Ramadan dan Lebaran, pengajian Rijalul Ansor yang digelar Gerakan Pemuda Ansor Kota Solo kembali diselenggarakan, Selasa (17/9) malam. Acara yang bertempat di depan gedung PCNU Kota Surakarta itu dihadiri ribuan jamaah.
<>
Habib Jamal bin Abdul Qadir as-Segaf memimpin jalan acaranya dengan pembacaan kitab maulid Simtuddurar. Usai pembacaan selawat, Habib Muhammad bin Husein bin Anis al-Habsyi menyampaikan ceramah.

Cucu penulis Simtuddurar itu menerangkan tentang kewajiban membela negara. “Membela negara hukumnya wajib, karena NKRI sudah final, harga mati,” tegasnya.

Menurutnya dalam bingkai NKRI ini, justru memberikan rasa aman pada semua orang untuk menjalankan ibadah, termasuk kepada orang Islam sendiri.

“Justru dengan adanya Indonesia semua aman menjalankan ibadah,” terangnya.

Habib Muhammad mencontohkan kalau diatur sesuai syariatnya masing-masing, maka tiap daerah akan mengambil kebijakan yang berbeda-beda, yang kemungkinan juga dapat merugikan umat Islam.

Di Bali tetap ada mushola, meskipun di sana Islam minoritas. Di negara lain tidak ada yang seperti itu, kata Habib Muhammad.

Ceramah habib muda dari Solo itu kemudian ditutup dengan doa. Acara berakhir sekitar pukul 22.30 WIB.

Pengajian Rijalul Ansor ini merupakan program rutin, yang dilaksanakan setiap Selasa malam, minggu ketiga. Pada kesempatan itu, GP Ansor Solo juga menyampaikan beberapa program yang akan maupun sudah dilaksanakan. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Kamis 19 September 2013 18:4 WIB
GP Ansor Gending Pilih Pengurus Drumband Bintang Sembilan
GP Ansor Gending Pilih Pengurus Drumband Bintang Sembilan

Probolinggo, NU Online
Sebagai upaya regenerasi kepengurusan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo Jawa Timur melakukan pemilihan pengurus baru Drumband Bintang Sembilan periode 2013-2017.
<>
Drumband Bintang Sembilan sendiri merupakan grup drumband binaan PAC GP Ansor Gending yang anggotanya merupakan kumpulan anak jalanan. Dalam pemilihan pengurus baru, Fathurrahman terpilih kembali sebagai Ketua Umum pengurus Drumband Bintang Sembilan periode 2013-2017.

Fathurrahman terpilih menjadi ketua setelah meraih suara mayoritas dalam pemilihan pengurus yang digelar di Kantor PAC GP Ansor Gending. Dengan hasil ini, Fathur akan memimpin kembali kepengurusan Drumband Bintang Sembilan lima tahun mendatang.

Dalam pemilihan, Fathur berhasil mendapat dukungan 56 suara dari total 83 suara pengurus Drumband Bintang Sembilan. Sedangkan calon lain Abu Soheh memperoleh 17 suara. Fauzan memperoleh 8 suara. Rudi Suryawan memperoleh 2 suara.

Dengan hasil ini, Fathurrahman terpilih sebagai ketua umum, Abu Soheh sebagai ketua I, Fauzan sebagai sekretaris dan Rudi Suryawan sebagai bendahara. Sementara sebagai pembina adalah Ketua PAC GP Ansor Gending Muslimin Syaba.

Pemilihan pengurus sendiri diawali dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus sebelumnya periode 2009-2013. Selain itu juga disampaikan prestasi-prestasi yang sudah diraih Drumband Bintang Sembilan baik di tingkat Kabupaten Probolinggo maupun Provinsi Jawa Timur.

“Pemilihan pengurus ini dilakukan sebagai upaya regenerasi kepengurusan Drumband Bintang Sembilan. Kami berharap agar dengan pengurus baru ini bisa lebih baik lagi dari sebelumnya dan prestasinya bisa lebih meningkat hingga tingkat nasional,” ungkap Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Gending Muslimin Syaba kepada NU Online, Rabu (18/9).

Sementara ketua umum terpilih Fathurrahman menyatakan siap menjalankan amanah yang sudah diberikan kepadanya. “Terima kasih atas dukungan semuanya. Saya siap mengemban amanah yang sudah diberikan dengan sebaik-baiknya. Tetapi tentunya saya membutuhkan dukungan semua pengurus Drumband Bintang Sembilan dan binaan dari PAC GP Ansor Kecamatan Gending,” ujarnya.

Pemilihan pengurus baru Drumband Bintang Sembilan ini dihadiri Rais Syuriyah MWCNU Gending Kiai Abdul Jalal, Ketua MWCNU Gending Ahmad Zuhri Muslim, dan pengurus GP Ansor mulai dari PAC hingga ranting yang ada di Kecamatan Gending. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG