Pagelaran Wayang 11 Malam Pesantren Kaliopak Dimulai

, Pagelaran Wayang 11 Malam Pesantren Kaliopak Dimulai
, Pagelaran Wayang 11 Malam Pesantren Kaliopak Dimulai

Yogyakarta, NU Online
Pagelarang Wayang yang diadakan Pesantren Kaliopak selama 11 Malam, dengan 11 Lakon, dan 11 Dalang, telah resmi dibuka perwakilan Gubernur DIY, GBPH Yudhoningrat, yang merupakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DIY, Senin (30/09) malam, di Alun-alun Utara Yogyakarta. 
<>
Pengasuh Pesantren Kaliopak, M. Jadul Maula, dalam sambutannya mengatakan, Pagelaran Wayang tahun ini memang sedikit berbeda dengan Pagelaran Wayang pada tahun 2011 dahulu. 

“Jika tahun 2011 kita mengadakan Pagelaran Wayang selama 11 malam hanya di Alun-alun saja, maka tahun ini ada permintaan dari masyarakat agar Pagelaran Wayang diadakan secara bergilir meliputi seluruh kabupaten yang ada di Yogyakarta,” ujarnya di depan penonton.

Oleh karena itu, lanjutnya, Pagelaran Wayang tahun ini diadakan di lima tempat, yakni Alun-alun Utara, Lapangan Prancak Panggungharjo Sewon, Lapangan Pesantren Pandanaran, Lapangan Piyungan, dan terakhir di Puro Pakualaman saat penutupan tanggal 10 Oktober 2013 nanti.

Pria yang akrab disapa Kang Jadul itu pun menambahkan, kegiatan Milenium Kalijaga tersebut rutin akan diadakan dua tahun sekali sebagai bentuk nguri-nguri (melestarikan) dan mempelajari ajaran leluhur, khususnya Sunan Kalijaga. Oleh karenanya, ia sekaligus memohon doa restu dan dukungan dari seluruh pihak agar ke depan kegiatan tersebut tetap dapat terlaksana.

Sementara itu, GBPH Yudhoningrat malam itu membacakan surat Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam suratnya, Sultan HB X selaku Gubernur DIY begitu mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Pesantren Kaliopak tersebut, agar seni dan budaya tetap terjaga. Selain itu, dengan adanya Pagelaran Wayang ajaran Sunan Kalijaga tersebut dipandang dapat menghibur masyarakat dengan budaya religi. 

Gubernur DIY dalam surat tersebut juga mengatakan akan pentingnya menjaga seni dan budaya sebagai warisan leluhur. Bahkan tidak hanya kelestariannya yang perlu dijaga, melainkan juga perkembangannya, karena seni dan budaya dapat mengasah ketajaman batin manusia.

Setelah membacakan surat Gubernur, acara dilanjutkan dengan penyerahan Wayang secara simbolis dari GBPH Yudhoningrat kepada Dalang Ki Suhar Cermo Djiwandono, sebagai tanda bahwa Pagelaran Wayang selam 11 malam ke depan telah resmi dibuka. 

Sebelumnya, penonton juga disuguhi penampilan Tarian dari Sulawesi Selatan yang dibawakan oleh 7 perempuan dan 2 laki-laki sebagai pengisi pra acara. (Dwi Khoirotun Nisa’/Abdullah Alawi)

BNI Mobile