IMG-LOGO
Daerah

Pelajar NU Kebon Jeruk Santuni Yatim dan Lansia

Sabtu 30 November 2013 6:19 WIB
Bagikan:
Pelajar NU Kebon Jeruk Santuni Yatim dan Lansia

Jakarta, NU Online
Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menyelenggarakan santunan, sepekan menjelang penghabisan bulan Muharam (Rabu (27/11).
<>
Santunan diberikan kepada 60 anak yatim dan 40 orang lanjut usia (lansia). Kegiatan hasil kerja sama dengan majelis taklim Nurul Hikmah ini mengusung tema “Give To Day Success Tomorrow” dan digelar di RT 2 RW 5, Kampung Pintu Air 3, Adhi Karya 3, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Acara tersebut dimeriahkan oleh tim kasidah Nurul Hikmah, Ustad M Hizbullah dan Ustadzah Siti Marfu’ah. Ketua PAC IPPNU Kebon Jeruk Madinatul Munawaroh mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu program kerja IPNU-IPPNU Kebon Jeruk.

Selain merayakan  “Pekan Muharam”, kata Munawaroh, penyelenggaraan santunan sekaligus untuk mengenalkan organisasi pelajar NU kepada masyarakat secara luas.

Hadir dalam kesempatan ini pembina IPNU-IPPNU Kebon Jeruk  Ustadz Drs Madari, Ketua PC.IPNU Jakarta Barat Nahraji Zen, serta pengurus dan kader  IPNU-IPPNU setempat.

“Setiap manusia tidak pernah tau takdir Allah SWT yang akan di berikan ke kita, maka dari itu janganlah sekali-kali kita menunda perbuatan baik kita selagi kita masih ada kesempatan,” kata Ustadz M saat memberikan taushiyah.

IPNU-IPPNU Kebon Jeruk berharap, acara santunan pihaknya bersama majelis taklim Nurul Hikmah ini mampu mendorong pelajar dan masyarakat lain untuk peduli terhadap orang-orang yang membutuhkan uluran tangan. (Zainal Hafit/Mahbib)

Bagikan:
Sabtu 30 November 2013 22:0 WIB
KMNU IPB Gelar Isti'laul Qudroh di Pesantren Mina 90
KMNU IPB Gelar Isti'laul Qudroh di Pesantren Mina 90

Bogor, NU Online
Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Institut Mahasiswa Bogor (IPB) Isti’laul Qudroh pengembangan diri peningkatan kemampuan di pondok pesantren Mina 90,  Cibeureum, Kabupaten  Bogor, Jawa Barat pada Sabtu malam (30/11).
<>
Kegiatan yang merupakan jenjang pertama memasuki KMNU IPB tersebut diikuti 50 mahasiswa dan mahasiswi. Para santriyin dan santriyat pesantren tersebut juga ikut berbaur pada acara tersebut.

Dalam pantauan NU Online, sebelum acara yang digelar selepas Isya, para peserta dan para santri makan malam bersama di atas daun pisang dengan lauk pauk yang sederhana.

Wakil Ketua KMNU IPB, Ahamad Mujib, mengatakan Isti’lalul Qudroh tahun kelima ini merupakan cara KMNU IPB untuk mengabdi kepada masyarakat, “Setiap pelajaran di kampus dipraktikan di sini (pesantren KMNU 90) mulai dari budi daya tanaman seperti sayuran organik dan pengembangan dan budidaya lele,” katanya.

Pengasuh Pesantren Mina 90 Kiai Misbahudin mengungkapkan senangnya dengan adanya kegiatan ini. “Mudah-mudahan kebersamaan ini berlanjut. Tidak sampai di sani saja,” harapnya.

Ia mengatakan, kegitan ini merupakan proses menjadi khoirun nas anfa’uhun li nas, atau manusia yang terbaik di antara manusia lain adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. “Marilah kita berlomba-lomba untuk menjadi manusia bermanfaat,” imbaunya.

Allah, kata dia, memberikan potensi yang bermanfaat dan buruk, tapi yang harus dipupuk adalah potensi yang baik supaya menjadi khoirun nas anfa’uhun li nas. (Abdullah Alawi)

Sabtu 30 November 2013 19:32 WIB
IPNU Sesalkan Pelajar Terjaring Mesum di Pamekasan
IPNU Sesalkan Pelajar Terjaring Mesum di Pamekasan

Pamekasan, NU Online
Beberapa hari terakhir ini, Satpol PP Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, getol menjaring pelajar kota yang diduga melakukan mesum di tempat kosnya. Peristiwa ini dinilai sangat ironis mengingat Pamekasan disahkan sebagai Kabupaten Pendidikan oleh Mendikbud pada paruh tahun 2008 lalu.
<>
"Kami sangat menyayangkan hal itu sampai terjadi. Patut disesalkan. Kami juga mengapresiasi pemerintah yang serius menindak tegas pelajar nakal tersebut," ujar Ketua Pimpinan Cabang IPNU Pamekasan Faisol Ansori kepada NU Online, Sabtu (30/11).

Menurutnya, penjaringan pelajar yang diduga mesum dilatarbelakangi oleh beberapa hal. Pertama, lemahnya kontrol orang tua pelajar. "Adakalanya, orangtua memasrahkan sepenuhnya pendidikan ke pihak sekolah. Padahal, tugas utama orang tua lah yang mendidik putra-putrinya," terang Faisol.

Dikatakan, proses pendidikan di sekolah sangat terbatas. Mulai dari waktu hingga pergumulan pelajar dengan guru. Pelajar banyak, sedangkan jumlah guru terbatas.

"Beda halnya dengan orang tua. Mereka bergelut langsung dengan kehidupan anaknya yang tergolong pelajar. Sehingga, orang tua lah yang harus melebur dan mengontrol kehidupan putra-putrinya," gagasnya.

Latar belakang kedua dari merebaknya remaja mesum, tambahnya, ialah kurang ketatnya peraturan yang diberikan oleh pemilik kosan. Mestinya, pemilik kos melakukan kontrol ketat kepada pelajar yang hidup di areanya.

"Bapak atau Ibu kos jangan hanya memikirkan pembayaran uang kosan dari pelajar. Lebih dari itu, ia juga harus turut serta menyelamatkan anak bangsa," tukasnya. 

Sementara itu, Kepala Satpol PP Pamekasan Masrukin menegaskan, pihaknya akan terus gencar melakukan sweeping terhadap kos-kosan yang rawan dijadikan lahan maksiat.

"Dan para pelajar yang kami jaring, kami berikan kepada sang orangtua. Kami panggil orangtua pelajar untuk selanjutnya kami ingatkan, betapa mengontrol anak adalah keajiban utama bagi orangtua," tekannya.

Diakuinya, pendidikan yang sangat efektif ialah penanaman suri teladan di rumah. Sebagaimana halnya Rasulullah SAW. Di tengah kesibukannya mengurus umat, beliau tidak pernah mengenyampingkan pendidikan di rumah. (Hairul Anam/Mahbib)

Sabtu 30 November 2013 17:8 WIB
PCNU Sumenep Tuntut Realisasi APBD Pro Rakyat
PCNU Sumenep Tuntut Realisasi APBD Pro Rakyat

Sumenep, NU Online
Menjelang pembahasan APBD 2014, Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menyoroti kinerja DPRD kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Pasalnya, realisasi APBD pro-rakyat selama ini dirasa belum terbukti secara nyata.
<>
Demikian ditegaskan Ketua PCNU Sumenep K Pandji Taufik, Sabtu (30/11). Pihaknya menyatakan tidak bangga ketika ada anggota dewan yang membawa proyek kepada masyarakat.

"Saya lebih bangga manakala anggota dewan lebih serius dan mendalam bagaimana APBD betul-betul memihak kepada masyarakat," tekan mantan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-guluk, Sumenep ini.

Karenanya, Kiai Pandji menganjurkan anggota dewan sebaiknya belajar metode pembahasan APBD kepada pihak yang lebih tahu. Menurutnya, tidak jarang anggota dewan justru hanya ikut-ikutan dalam proses penganggaran. Akibatnya, produk pengganggaran sering kali menjiplak tahun-tahun sebelumnya.

Lebih dari itu, transparansi pembahasan APBD juga dilakukan dan diketahui publik. Selama ini, diakui hal itu belum dilakukan. Yang tampak hanyalah kinerja anggota dewan yang sifatnya formalitas.

Jika masyarakat tahu tentang peruntukan APBD yang selama ini masih belum berpihak kepada rakyat, maka publik akan ikut membedah dan memperbaiki, tukasnya. 

Sementara itu, anggota DPRD Sumenep Darul Hasyim Fath menyatakan, memang RAPBD sejatinya menjadi tempat untuk mewujudkan harapan keadilan dan kesejahteraan. Proporsi belanja langsung untuk agenda rutin yang dijalankan birokrasi memang perlu diseimbangkan dengan belanja kerakyatan.

"Memang seharusnya berimbang dengan kebutuhan masyarakat, agar mereka mendapatkan keadilan dan kesejahteraan," tandasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG