IMG-LOGO
Daerah

Melestarikan Budaya Jawa ala Mahasiswa Universitas Muria Kudus


Kamis 13 Februari 2014 08:00 WIB
Bagikan:
Melestarikan Budaya Jawa ala Mahasiswa Universitas Muria Kudus

Kudus, NU Online
Saat kebanyakan mahasiswa tengah menikmati libur panjang, masih ada beberapa dari meraka yang bersemangat meramaikan kampusnya dengan bermacam acara. Aktivis yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Forum Komunikasi Mahasiswa Islam (UKM Formi) Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar Festival Maulid Jilid Dua, Sabtu- Selasa (11/2) kemarin.
<>
Pelaksanaan kegiatan ini bekerjasama dengan Takmir Masjid Darul Ilmi UMK dan Yayasan Pembina UMK. Terlibat pula di dalamnya berbagai elemen lembaga pendidikan dan umum. Kegiatan yang dilaksanakan di aula masjid tersebut menghadirkan sejumlah lomba untuk pelajar. Di antaranya, lomba rebana umum tingkat Jawa Tengah, Pildacil SD/MI Ekskaresidenan Pati, dan lomba membaca geguritan tingkat SMP/MTs Karesidenan Pati.

Melestarikan Budaya Jawa

Dari ketiga lomba yang diadakan, ada satu lomba yang tampak unik untuk perayaan maulid, yakni lomba geguritan atau semacam puisi berbahasa Jawa untuk tingkat pelajar SMP/MTs.

Danar mengatakan lomba ini diadakan untuk melestarikan budaya Jawa. Pihak panitia tak menyangka, ternyata banyak peserta yang antusias dengan lomba ini.

"Sebenarnya fokus utama kami pada lomba rebana dan Pildacil, namun karena ada usulan, maka geguritan dimasukkan untuk nguri-uri budaya Jawa. Awalnya kami pesimis dengan pesertanya, bahkan sempat akan dibatalkan. Tapi ternyata lumayan juga yang daftar," papar Danar.

Berbagai lomba tersebut dimeriahkan dengan agenda bazar buku dan kerajinan tangan. Selain itu juga diadakan Talkshow Hijab, Tabligh Akbar bersama Habib Umar Muthohhar Semarang, serta bedah buku Atlas Walisongo yang dihadiri langsung oleh penulisnya, Agus Sunyoto.

Panitia pelaksana Danar menuturkan, festival ini adalah perayaan maulid terbesar tahun kedua yang terselenggara di UMK.  "Acara ini merupakan kegiatan keagamaan terbesar di lingkungan civitas akademik UMK, selain untuk syiar Islam juga sekaligus sebagai wahana promosi universitas," tutur Danar. (Istachiyah/Qomarul Adib/Mahbib)

Bagikan:
IMG
IMG