IMG-LOGO
Daerah

Dulu Madrasah Memang Dipandang Sebelah Mata

Rabu 25 Juni 2014 11:1 WIB
Bagikan:
Dulu Madrasah Memang Dipandang Sebelah Mata

Banjar, NU Online
Dulu madrasah hanya dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang. Pendidikan yang fokus pada pembelajaran agama dinilai kurang bersahabat dengan pasar kerja, dan lain sebagainya. Tapi madrasah kini lain.
<>
Hal ini diakui Kepala Madrasah Aliyah (MA) Al-Azhar Kota Banjar KH Mu’in Ar saat acara Pelepasan Siswa MA Al-Azhar Kota Banjar, Jawa Barat, Sabtu (21/6).

Menurutnya, para lulusan madrasah kini bisa diterima semua kalangan. Para orang tua patut berbangga karena kini banyak lulusan madrasah yang bisa diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui beasiswa, baik yang diselenggarakan oleh Kemenag ataupun Kemendikbud.

“Saya bangga, alhamdulilah dari 162 siswa/siswi lulus 100% dan banyak siswa/siswi yang diterima oleh PTN melalui beasiswa,” tutur Mu’in.

Ia mengungkapkan, 3 siswi dari madrasahnya sekarang diterima di UIN Malang melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Tahun 2014, dan banyak lagi lulusan yang diterima di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, IAIN Walisongo Semarang, UNPAD, ITB dan Akademi Teknologi Kulit (ATK) Yogyakarta.

Dengan banyaknya lulusan madrasah yang diterima di PTN, atanya, tentunya hal ini menjadi sebuah bukti jika madrasah mampu mencetak dan membina lulusan yang berprestasi dan unggul. “Tidak mudah sekarang masuk PTN, banyak saingannya apalagi dari sekolah umum,” ujarnya.

Meski demikian kepala madrasah bertekad untuk terus meningkatkan mutu lembaga pendidikannya.

“Caranya mari kita bentuk dan cetak mereka dengan akhlak dan budi pekerti yang mulia sehingga mampu bersaing dimasyarakat dengan akhlak mulia dan santun,” tegasnya.

Kegiatan pelepasan yang dihadiri para pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Kota Banjar dan ratusan orangtua siswa serta perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Banjar. Acara berlangsung cukup meriah dengan penampilan dan seni kreatif dari para siswa MA Al-Azhar itu sendiri. (Munip/Mahbib)

Bagikan:
Rabu 25 Juni 2014 22:11 WIB
Brebes Siap Gelar STQ XXIII Se-Jateng
Brebes Siap Gelar STQ XXIII Se-Jateng

Brebes, NU Online
Setelah sukses menjadi tuan rumah Manaqib Kubro Jami’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman) se-Jawa Tengah akhir Mei lalu, Kabupaten Brebes kembali dipercaya menggelar perhelatan tingkat provinsi berupa Seleksi Tilawatil Quran (STQ).
<>
Pelaksanaan STQ tingkat Provinsi Jawa Tengah ini akan berlangsung pada 16-19 September 2014. Demikian ditegaskan Ketua Umum STQ XXIII Tingkat Jawa Tengah 2014 Narjo saat rapat persiapan panitia di ruang rapat Bupati Brebes, Rabu (25/6/14).

Narjo menyatakan, kebanggaanya atas kepercayaan Gubernur Jateng kepada Pemkab Brebes sebagai tuan rumah penyelenggaraan event di tingkat Provinsi. “Sebagai tuan rumah, Brebes berupaya keras demi suksesnya penyelenggaraan dan sukses prestasi,” kata Narjo yang juga Wakil Bupati Brebes.

Seperti penyelenggaraan Jatman, lanjutnya, meskipun tidak mendapat kucuran dana Pemkab Brebes tetapi pada kenyataanya bisa terselenggara dengan sukses. Dan menurut Ketua Jatman Jawa Tengah, Kabupaten Brebes telah sukses menggelar Manaqib Kubro dengan sukses dan terbaik.

STQ Tingkat Jateng bakal diikuti 35 Kafilah (kontingen) Kabupaten/Kota Se Jateng. Tiap kafilah akan mengirimkan 16 peserta, 3 pelatih, 1 Ketua Kafilah dan 2 pendamping. “Perhelatan ini, minimal akan dimeriahkan oleh 1.500 orang, belum orang tua dan tamu lain-lainnya,” kata Narjo.

Adapun cabang dan golongan yang akan dimusabaqohkan pertama Cabang Tilawah golongan anak-anak putra dan putri usia maksimal 13 tahun, golongan dewasa putra putri (pa pi) usia maksimal 40 tahun. Kedua Cabang Tahfidz golongan 1 juz dan tilawah pa pi usia maksimal 14 th, gol 5 juz dan tilawah pa pi usia maksimal 16 tahun, gol 10 juz pa pi usia maksimal 18 tahun, gol 20 juz pa pi usia maksimal 20 tahun dan gol 30 juz pa pi usia maks 23 tahun. Sedangkan yang ketiga cabang Tafsir Al quran untuk golongan Bahasa Arab Putra dan putri usia maksimal 23 tahun.

Untuk tempat STQ akan ditempatkan diberbagai titik antara lain di MTs N Model Brebes, Pendopo Bupati, Kantor Kemenag, Islamic Center dan Masjid Agung Brebes. “Kami juga telah melakukan studi banding ke Kab Karanganyar beberapa waktu lalu,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Brebes H Imam Hidayat menjelaskan, untuk kafilah (kontingen) Brebes telah siap. Terbukti telah dilakukan pembinaan secara bertahap dengan mendatangkan pelatih dari luar daerah yang berkelas Nasional. Yang mewakili Kafilah Brebes hanya 16 orang.

“Mereka akan berebut piala pada cabang Tilawah, Tahfidz dan Tafsir,” terangnya. “Sebagai tuan rumah, kami akan mendukung penuh agar Kabupaten Brebes dapat sukses penyelenggaraan, sukses, prestasi dan sukses administrasi,” tambah Imam. (Wasdiun/Mahbib)

Rabu 25 Juni 2014 20:12 WIB
Madrasah Punya Kelebihan Dibanding Sekolah Umum
Madrasah Punya Kelebihan Dibanding Sekolah Umum

Kudus, NU Online
Lembaga pendidikan madrasah mempunyai kelebihan dibanding sekolah umum. Madrasah lebih mementingkan pendidikan moral atau akhlak yang mampu mencetak generasi sholih-sholihah.
<>
Demikian disampaikan Ketua Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Kudus KH Masyhud Siraj pada acara haflah khatmil qur’an ke-24 Raudhotul Ta’limil Qur’an (RTQ) dan pelepasan Taman Kanak-kanak Muslimat NU “Manarul Huda" Desa Padurenan Gebog, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (24/6) siang.

KH Masyhud mengatakan, penekanan pendidikan akhlak merupakan sebuah upaya madrasah dalam menjaga moral generasi sekarang yang telah mengalami penurunan. Hal ini juga sejalan dengan kurikulum 2013 yang titik tekannya pada pendidikan moral.

“Moral generasi sekarang harus dijaga dengan mendidik anak-anak sekolah di madrasah,” ajaknya.

Kelebihan lainnya, katanya, madrasah mencetak generasi yang mempunyai ilmu manfaat dan penuh barokah. “Barokah ini sulit untuk dirasionalkan tetapi selama guru dan murid itu sama ikhlasnya akan meraih keberkahan,” terangnya.

KH Masyhud menyatakan kriteria sekolah favorit itu tidak yang memiliki gedung dan fasilitas mewah, melainkan sekolah yang mampu mencetak anak menjadi shalih-shalihah.  Pendidikan formal yang mampu mencetak generasi shalih-shalihah hanyalah madrasah.

Di depan ratusan wali murid dan ibu-ibu muslimat itu, KH Masyhud menekankan mendidik anak yang sholeh sholehah merupakan kewajiban orang tua. Nabi Muhammad  bersabda, rumah tangga adalah sekolah pertama bagi keluarga (anak kecil).

“Kalau tidak bisa mendidik sendiri, titipkan kepada lembaga pendidikan formal dan nonformal. Sekolahkan saja di madrasah,” ajaknya lagi.

Dalam acara  itu, 33 santri RTQ yang telah khatam al qur’an dan 37 anak TK Muslimat NU Manarul Huda diwisuda secara bersamaan. Sebelumnya, para wisudawan/wati ini dikirab menyusuri kampung dari rumah pengurus hingga di lokasi acara tepatnya di Pondok Muslimat NU Padurenan. (Qomarul Adib/Mahbib)

Rabu 25 Juni 2014 19:8 WIB
SMK NU Balikpapan Miliki Jurusan Multimedia dan Teknik Pengelasan
SMK NU Balikpapan Miliki Jurusan Multimedia dan Teknik Pengelasan

Balikpapan, NU Online
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nahdlatul Ulama Balikpapan, Kalimantan Timur, melakukan terobosan baru dengan membuka jurusan Teknik Pengelasan yang sudah berjalan selama setahun, tahun ajaran 2013-2014.
<>
SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan membuka jurusan baru ini dengan bekerja sama dengan SMK Negeri 1 Balikpapan melalui MoU antara kedua sekolah kejuruan tersebut. Di antara hasil kerja sama itu adalah bantuan tenaga pengajar ahli Teknik Pengelasan dari SMK Negeri 1 Balikpapan sebanyak 4 orang.

Dibukanya jurusan Teknik Pengelasan didorong akan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih sedikit sedangkan peluang kerja yang masih luas. Di samping itu, SMK yang memilki jurusan tersebut baru SMK Negeri 1 Balikpapan.

"Saya berharap lulusan SMK NU Balikpapan jurusan Teknik Pengelasan dapat terserap secara maksimal di dunia kerja dan dapat membuka usaha secara mandiri," ujar Kepala SMK NU Balikpapan Mudawamatun Nadziroh, Rabu (25/6)

Dengan dibukanya jurusan baru tersebut, SMK NU Balikpapan kini memiliki dua program kejuruan, yaitu Multimedia dan Teknik Pengelasan. Jurusan Multimedia adalah program jurusan yang sudah berlangsung selama 4 tahun sejak SMK NU Balikpapan didirikan.

SMK NU Balikpapan merupakan sekolah menengah kejuruan berbasis pesantren yang mendidik dan mencetak siswa-siswanya agar bisa menempati posisi strategis di dunia bisnis dan industri di era masa kini, serta mampu mengembangkan semangat keislaman ala Ahlussunnah wal Jama'ah di tempat mereka bekerja dan menjadi pribadi yang mandiri dan kuat dalam memegang nilai-nilai keislaman.

Dengan semboyan "Mendidik Generasi Muda menjadi  Profesional dan Berakhlakul Karimah", SMK Nahdlatul Ulama bertekad mewujudkan tujuan pendidikan SMK yaitu meningkatkan kecerdasan pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan  lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.

Fasilitas yang dimiliki, antara lain: ruang belajar yang represntatif, ruang perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, sarana multimedia yang memadai, sarana olahraga, sarana ibadah, asrama dan lain-lain.

Sejumlah prestasi yang pernah diraih adalah juara 2 Web Design, juara 3 Animasi dan juara 3 Grapich Design dalam Lomba Keterampilan Siwa (LKS) tingkat Kota Balikpapan tahun 2013. Selain itu, siswa SMK NU Balikpapan juga pernah masuk dalam 10 besar lomba Pidato Bahasa Inggris antara SMA dan SMK se-Kota Balikpapan. Ektrakurikuler utama, antara lain, teknisi komputer, keterampilan menjahit, dan seni bela diri.

Kepala SMK Nahdlatul Ulama Balikpapan juga berharap bisa membuka jurusan baru yang senafas dengan dunia pesantren seperti Perbankan Syari'ah yang saat ini belum dimiliki oleh sekolah kejuruan yang ada di Kota Balikpapan.

"Harapan kami juga bisa membuka jurusan Perbankan Syari'ah yang senafas dengan dunia pesantren," pungkas Ibu Nadziroh, sapaan akrabnya.

Pendaftaran Siswa Baru
SMK Nahdlatul Ulama Balikapan membuka pendaftaran murid baru untuk tahun ajaran 2014-2015. Pendaftaran dapat dilakukan di kantor SMK NU Balikappan. Informasi lebih lengkap dapat menghubungi nomor telpon 0542-41474 atau kontak 081253899337 (Ibu Nadziroh) dan 085654060240 (Imam Turmudzi).

Informasi juga dapat dilihat diwebsite resmi SMK NU Balikpapan yang beralamat di http://www.smknubalikpapan.sch.id. Alamat email: smknubalikpapan@yahoo.com .

Lokasi sekolah berada di komplek Muassah al-Ma'had al-Haditsiyah al-Muttaqien Balikpapan (Yayasan Pondok Pesantren Modern Al-Mutaqqien) di Jalan Ledjend S. Parman RT. 22 No. 47 Sumber Rejo (Gunung Guntur) Kecamatan Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. (Abdur Rohim/Mahbib)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG